MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Kepoin Isi HP Wiwit


__ADS_3

Lulu berdiri sejenak didepan pintu kamar Wiwit kemudian Lulu mencoba membuka pintunya. Tapi ternyata Wiwit mengunci pintu kamarnya dari dalam.


"Sialan! Pakai dikunci segala lagi! Duuh, foto siapa sih yang tadi dicium-cium sama Wiwit? Gue penasaran sekali."


Tapi Lulu teringat suatu cara gimana caranya untuk membuka pintu yang terkunci yaitu dengan menggunakan penjepit kertas. Kebetulan didalam tas Lulu ada alat itu.


" Gue akan ambil dulu alat itu lalu gue akan coba membuka pintu ini dengan penjepit kertas. Semoga saja berhasil." batin Lulu berkata lalu Lulu masuk kedalam kamarnya buat mengambil alat itu.


Tak berselang lama, Lulu kembali lagi ke depan pintu kamar Wiwit yang terkunci. Lulu mencoba membuka pintu itu menggunakan penjepit kertas dan ternyata pintu berhasil dibuka olehnya.


"Yes, yes, yes! Akhirnya gue berhasil juga buka pintu ini. Sekarang saatnya buat gue mencoba membuka HP milik Wiwit. Semoga aja dia udah ngorok." batin Lulu berkata kemudian Lulu masuk kedalam kamar Wiwit dan menutup pintunya kembali.


Lulu melihat HP Wiwit ada diatas meja kecil disamping ranjang.


"Itu dia HPnya." batin Lulu.


Lulu mengambil HP itu lalu Lulu mengusap layar dari HP itu. Ternyata Lulu harus memasukkan kode berupa angka buat membuka ponsel milik Wiwit.


"Sialan! Keamanan di HP ini sungguh ketat! Tapi gue akan mencoba membukanya dengan menebak masukin tanggal lahir Wiwit. Siapa tahu ponsel ini akan terbuka dengan cara ini." batin Lulu lagi.


Lulu mengetik tanggal lahir Wiwit yang ia ketahui didalam kotak perintah itu dan ternyata ponsel milik Wiwit langsung terbuka setelah Lulu mencoba menebak angka-angka itu dengan menggunakan tanggal lahir milik Wiwit.


"Hahaha dasar Wiwit bego! Bikin kayak ginian aja pakai tanggal lahir! Orang yang tahu sama tanggal lahir lo jelas bisa menebaknya. Gue tahu perbuatan gue ini nggak bener, tapi gue cuma mau cari tahu aja foto siapa yang tadi sore dicium-cium sama si Wiwit. Uuh, jiwa kepo gue jadi meronta-ronta banget nih. Saatnya untuk membuka galeri HP ini." batin Lulu berkata.


Lulu melihat-lihat foto yang berada didalam galeri HP Wiwit. Tapi tiba-tiba Wiwit menggeliat diatas kasurnya. Lulu kaget lalu Lulu lekas berjongkok. Lulu khawatir Wiwit bangun lalu mergokin dirinya yang tengah kepo sama isi ponselnya.

__ADS_1


"Bangun gak yah, bangun gak yah, semoga saja kagak!" batin Lulu berharap.


Setelah dirasa aman, Lulu kembali berdiri. Lulu melihat Wiwit yang masih pulas tertidur. Kemudian Lulu melanjutkan aktifitas keponya. Lulu melihat foto-foto yang ada didalam galeri HP Wiwit. Lulu menemukan foto-foto Razzan didalam HP ini dan jumlahnya tidaklah sedikit.


"Gila, banyak banget foto Razzan yang ada didalam HP ini. Fix pasti si Wiwit itu suka sama si Razzan. Selama ini Wiwit bersikap berpura-pura ikutan membully Razzan aj, padahal aslinya dia gak suka jika Razzan itu dibully. Oke Wiwit gue udah pegang rahasia lo. Sekarang gue udah tahu foto siapa yang lo cium waktu itu. Sekarang, mendingan gue taruh HP ini lagi ke tempat semula lalu setelah itu gue langsung capcus keluar dari dalam kamar ini." batin Lulu berkata kemudian Lulu meletakkan HP Wiwit kembali diatas meja kecil disamping ranjang.


Lulu keluar dari dalam kamar Wiwit dan tak lupa buat menutup lagi pintunya. Lulu kembali kedalam kamarnya. Lulu duduk diatas kasurnya.


"Gak nyangka sama sekali kalau ternyata Wiwit itu suka sama si Razzan. Tapi kalau dipikir-pikir Razzan emang sekeren itu sih. Gue juga bisa suka sama cowok sekeren dia. Tapi nggak ah, incaran gue kan si Dylan, mendingan gue deketin si Dylan pepet terus sampai dapat. Eh tapi si Dylan itu kayak suka sama si Shakira deh. Moga aja Shakira nggak mau sama Dylan kalau Dylan berani mengatakan perasaannya kepada Shakira." harap Lulu.


***


Keesokan paginya, gerimis turun di pagi hari. Bunga-bunga pagi terkena sedikit sentuhan air gerimis. Poppy tengah terduduk merenung sendirian diatas teras rumahnya. Poppy juga belum sarapan padahal sarapan itu penting untuk anak-anak yang akan fokus menimba ilmu di sekolah.


Poppy menghubungi Leon, Leon lekas mengangkat telepon dari Poppy.


"Selamat pagi cantik? Gerimis turun sedikit membasahi bumi pada pagi ini. Kamu udah sarapan belum?" tanya Leon mencoba menghibur hati Poppy dengan kata-kata manisnya.


"Aku belum sarapan. Padahal diatas meja tersaji banyak menu sarapan yang enak, tapi aku sama sekali tidak tertarik buat menyantapnya. Kamu sendiri sudah sarapan belum, Leon?"


"Aku udah sarapan sedikit barusan. Kamu mau aku jemput ke rumah kamu gak?"


"Aku mau Leon. Makasih ya tapi aku repotin kamu terus?"


"Aku gak ngerasa direpotin kok. Sebelum aku sampai disitu, aku mohon sama kamu, kamu sarapan dulu walau sedikit aja ya Pop? Sarapan itu penting buat kita."

__ADS_1


Poppy mengangguk.


"Iya Leon, aku pasti akan sarapan sembari menunggu kamu sampai."


Poppy mematikan panggilannya lalu Poppy akan kembali masuk kedalam rumahnya tapi tiba-tiba, ada batu berukuran sedang yang dilemparkan oleh orang misterius menuju salah satu pot tanaman kecil diatas teras sampai pot tanaman itu terjatuh ke lantai.


Poppy bergidik kaget lalu matanya menatap kearah pot tanaman yang terjatuh. Poppy benar-benar terkejut, siapa yang udah melakukan perbuatan ini? Poppy mengecek kearah depan rumah. Dirinya merasa semakin takut. Poppy tidak melihat ada siapa-siapa didepan rumahnya.


"Siapa yang udah lempar batu!" teriak Poppy bertanya diiringi tubuhnya yang agak gemeteran.


Lalu Poppy berlari masuk kedalam rumahnya dan mengunci pintu depan. Poppy merasa bahwa orang yang kemarin menerornya lewat SMS sekarang dia berada di sekitaran rumahnya.


"Siapa sih dia!" batin Poppy bertanya.


***


Shakira, Lulu, dan Wiwit tengah sarapan pagi bersama di ruang makan di rumah Shakira. Mereka sama-sama sedang menikmati roti tawar yang dioles dengan selai nanas. Sepanjang sarapan berlangsung, Lulu sering melirik kearah Wiwit. Wiwit sendiri merasa ada hal yang aneh. Pintu kamarnya yang ia ingat semalam sudah ia kunci, tadi pagi saat Wiwit mencoba membukanya ternyata sudah tidak terkunci lagi.


"Guys gue mau tanya deh? Entah gue yang lupa atau gimana tapi perasaan semalam gue udah ngunci pintu kamar gue. Tapi tadi pagi waktu gue buka pintu itu udah gak terkunci lagi guys. Gue mohon jawab dengan jujur, apa ada diantara kalian berdua yang semalam diam-diam masuk kedalam kamar gue?" tanya Wiwit kepada Shakira dan Lulu.


"Gue semalam nggak kemana-mana. Gue jam 10 malam udah tidur. Terus bangun jam 4 pagi, abis itu gue mandi, terus ngerjain PR dulu karena semalam gue belum sempat buat ngerjain PR." jawab Shakira jujur.


Wiwit menjadi curiga kepada Lulu. Wiwit menatap Lulu dengan tatapan curiga. Lulu sendiri juga merasa khawatir kalau apa yang ia lakukan semalam ketahuan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2