MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Shakira Dikerjain Razzan


__ADS_3

Bel tanda pelajaran terakhir selesai berbunyi waktunya untuk kembali ke rumah. Shakira keluar dari dalam kelas duluan dengan memasang wajah lesu. Di area parkiran Lulu dan Wiwit mengejar Shakira, menghampiri Shakira lalu bertanya kepada Shakira.


"Muka cantik lo jangan ditekuk terus kayak kertas kusut gitu dong baby? Kita shopping aja yuk sekarang?" ajak Lulu yang pikirannya hanya shopping, shopping, dan shopping.


"Big no! Gue lagi males untuk shopping! Mendingan gue bakar aja duit jajan dari ortu gue, daripada buat shopping hari ini. Mood gue ancur banget sekarang." jawab Shakira menolak ajakan Lulu.


"Yaudah kita hangout aja ke bar malam ini? Senang-senang sama Dylan dan juga para cogan lain di bar?" ajak Wiwit bersemangat.


"Nggak, nggak, nggak! Tidak ada mall, tidak ada bar, tidak ada tempat apapun yang mau gue datangin selain daripada salah satu rumah gue yang kosong itu." jawab Shakira ogah.


"Rumah lo yang kosong? Oh gue pernah lo ajak kesana. Yang di komplek lain itu? Kenapa lo gak pulang ke rumah lo yang ada nyokap dan bokap lo aja baby? Kan rumah lo yang disana lebih mewah?"


"Malas banget ya ampun! Mereka lagi ribut mulu dan makin parah ributnya! Gue bener-bener lagi nggak mau pulang ke rumah ortu sekarang dan gue ingin lo pada temani gue tinggal di rumah yang kosong itu untuk sementara waktu." titah Shakira kepada kedua anak buahnya itu.


"Hmm, kalau gue sih ok aja secara rumah lo yang satu lagi itu juga mewah kok." jawab Lulu.


"Iya, suatu saat rumah itu bakal jatuh ke tangan gue kalau udah sah diwariskan." sahut Shakira.


"Enak banget ya jadi anak tunggal, hanya jadi satu-satunya yang dimanja. Dapat warisan pun berlimpah ruah dan dinikmati seorang diri, indah banget hidup lo Ra. Lo gak perlu kerja keras buat dapetin harta yang berlimpah." tukas Wiwit merasa iri.


"Jangan sirik baby, hidup gue ya hidup gue, hidup lo pada ya hidup lo pada lah. Udah yuk sekarang kita go ke rumah gue dulu yang ada bokap dan nyokap gue!" ajak Shakira lalu Shakira masuk duluan kedalam mobil.


Shakira membuka pintu mobilnya tapi tiba-tiba, Razzan datang berlari memanggil Shakira.


"Shakira!" panggil Razzan sembari mengatur nafasnya.


Shakira menoleh kepada Razzan lalu memutar bola mata malas.


"Apa! Sumpah, sumpah, sumpah, gue jijik banget lihat wajah lo! Pergi aja sana daripada gue muntah lihat wajah cupu lo itu!" usir Shakira berkata keterlaluan.

__ADS_1


"Kamu dicari sama Nafiah. Nafiah menunggu kamu di belakang sekolah. Bentar aja?" tutur Razzan.


"Nafiah mencari gue? Ada hal apa ya? Ah! Tapi gue bisa bully dia lagi sekarang, senangnya!" cakap Shakira lantas Shakira berlari dengan gembira meninggalkan yang lain menuju area belakang sekolah.


Lulu dan Wiwit jelas langsung berlari mengikuti Shakira ke belakang sekolah dan disaat itu pula Razzan bersiap menjalankan aksinya.


Shakira, Lulu, dan Wiwit tiba di belakang sekolah. Mereka bertiga tidak menjumpai adanya Nafiah dibelakang sekolah.


"Nafiah! Dimana lo! Jangan ngumpet lo!" teriak Shakira.


"Woy cupu! Keluar lo! Tunjukkan batang hidung lo!" teriak Wiwit.


Mereka bertiga berpencar mencari Nafiah tapi mereka bertiga tak kunjung menemukan keberadaan Nafiah. Mereka bertiga pun kembali berkumpul di tengah halaman belakang sekolah yang sepi. Hanya ada satu orang saja, dia adalah tukang kebun di sekolah.


"Si cupu itu ada dimana sih? Kata si Razzan dia ada disini? Apa jangan-jangan si Razzan membohongi kita ya geng?" tanya Shakira bingung.


"Bisa jadi sih. Mending kita hajar aja si Razzan. Kita satukan kekuatan buat membully dia. Aku yakin dia gak akan bisa gerak kalau kita bersatu lawan dia!" ide Lulu yang langsung disambut dengan tatapan tidak suka dari Wiwit.


"Yaudah buruan kita balik aja ke mobil lu Shakira!" sahut Lulu lalu Lulu berlari duluan ke tempat mobil Shakira berada.


Shakira bergegas mengikuti Lulu yang berlari duluan ke mobilnya. Wiwit juga ikut berlari dan Wiwit jadi mencemaskan Razzan, murid baru yang ia sukai itu.


"Woy Razzan!" teriak Lulu disamping mobil Shakira.


Saat Lulu mengeceknya kedalam mobil ternyata Razzan sudah tidak ada.


"Gimana Lulu?" tanya Shakira.


"Razzan udah nggak ada, dia udah pergi. Gue makin yakin kalau si Razzan bohongin kita." ucap Lulu sembari mengepalkan tangan kanannya.

__ADS_1


"Belum tentu Razzan bohong sih. Mungkin aja Nafiah emang cari kita di belakang sekolah tapi dia langsung kabur gitu aja. Dia cuma mau bikin kita jadi repot aja nyariin dia! Gue yakin ini salahnya Nafiah!" tukas Wiwit.


"Gue gak tahu mana yang bener mana yang salah, tapi sekarang gue mau balik aja kerumah buat mengambil barang-barang gue sebelum gue pindah ke rumah yang ada di komplek lain itu. Soal Razzan sama Nafiah, lihat aja apa yang akan gue lakukan kepada mereka besok!" tutur Shakira kesal lantas Shakira masuk duluan kedalam mobilnya.


Shakira bersiap menyetir mobil, Lulu duduk disampingnya sedangkan Wiwit duduk di jok belakang. Setelah kedua temannya masuk, Shakira pun mulai mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.


Tanpa Shakira tahu kalau sebenarnya Razzan diam-diam tengah berada didalam bagasi mobilnya.


***


Beberapa saat berlalu akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Shakira tiba didepan rumah ayah dan ibu kandung Shakira. Shakira menghela nafasnya, Shakira merasa malas kalau harus masuk kedalam rumah dan berjumpa lagi dengan keributan yang selalu dilakukan oleh kedua orang tuanya. Hampir setiap hari ayah dan ibunya Shakira ribut gara-gara masalah perselingkuhan.


Mereka berdua selalu aja saling menuduh bahwa mereka sama-sama punya selingkuhan. Ribut dan selalu ribut!


"Males banget rasanya. Tapi gue harus masuk dan ambil baju-baju gue didalam. Kalian berdua tunggu sini ya?" titah Shakira.


"Siap baby." jawab Wiwit dan Lulu kompak.


Ketika Shakira mau berdiri rasanya ada yang aneh di jok mobil yang ia duduki. Rasanya seperti lengket, Shakira terlihat kesusahan saat mau bangkit berdiri. Roknya nempel di jok. Seperti ada lem perekat di jok mobil yang ia duduki.


"Sialan! Apa-apaan ini! Siapa yang udah naruh lem perekat di jok gue! Kurang ajar banget sih, berani ya cari perkara sama seorang Shakira!" pekik Shakira sembari berusaha buat berdiri.


"Shakira lo kenapa? Sini biar gue bantu." tanya Lulu panik lalu Lulu membuka pintu mobil kemudian berlari kedepan Shakira.


"Sini biar gue bantu narik baby?" ucap Lulu seraya mengulurkan tangannya.


Lulu berusaha buat menarik Shakira tapi Shakira tidak mau rok sekolahnya jadi robek jika dipaksa ditarik seperti itu.


"Jangan dipaksa! Wiwit mendingan lo sekarang masuk kedalam rumah gue, lo masuk kedalam kamar gue, lalu lo ambil rok ganti dan juga gunting, karena pasti bakalan sobek ini rok gue," titah Shakira kepada Wiwit.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2