
Leon mendorong Razzan sampai terjatuh lagi kemudian Leon lekas membawa Dylan untuk kabur saja daripada Razzan berhasil mengetahui kalau mereka berdua sebenarnya adalah Leon dan Dylan, bisa tercoreng nama mereka berdua kalau ketahuan menghajar Razzan seperti ini.
"Woy! Mau pergi kemana kalian berdua!" teriak Razzan marah.
Razzan ingin mengejar dua orang tersebut tapi Razzan teringat kepada Leon. Razzan pun memutuskan untuk kembali mencari keberadaan Leon saja didalam ladang jagung yang luas ini. Razzan melanjutkan pencariannya namun kali ini Razzan tidak berlari. Razzan melangkah biasa saja sembari berteriak memanggil nama Leon.
"Leon! Leon! Lu dimana!" teriak Razzan.
Tak berselang lama Leon datang menghampiri Razzan. Leon melangkah dengan tertatih-tatih.
"Leon? Lu gak apa-apa?"
"Barusan gua diserang sama dua orang bertopeng. Gua gak tahu mereka berdua siapa dan badan gua sakit Zan."
"Gua juga mengalami hal yang sama. Siapa ya kedua orang itu? Apa mungkin mereka berdua adalah begal yang melancarkan aksi jahatnya di tempat ini? Kalau gitu kita kembali saja ke mobil?"
"Ayo Razzan."
Mereka berdua pun sama-sama kembali ke mobil Razzan.
"Aah sial! Gagal bikin Razzan sekarat. Tapi tunggu aja dilain waktu Razzan!" batin Leon kesal.
Disisi lain Dylan sedang duduk dibawah pohon yang tinggi. Dylan tengah menahan rasa sakit ditubuhnya setelah Razzan melakukan perlawanan tadi.
"Aaah sial! Awas aja si Razzan! Kali ini lu menang tapi lihat saja nanti! Gua gak akan berhenti buat ganggu hidup lo sampai lo pergi dari sekolah!" batin Dylan berambisi.
***
Keesokan harinya, Razzan sedang duduk sendiri di kursi taman sekolah sembari membaca buku. Shakira datang menghampiri lalu duduk di sampingnya sembari membawa sebuah minuman manis.
"Ini untuk lo."
"Thanks ya Ra. Sekarang lo baik amat ke gua, gua jadi terharu."
"Gua ini sebenarnya orang yang baik kok. Eh sebentar deh, kok bibir lo rada lecet gitu sih? Itu kenapa?"
"Oh ini? Gua ceritain apa adanya aja ya kalau kemarin pas gue lagi mencari Leon yang tiba-tiba teriak di ladang jagung, gua diserang sama dua orang bertopeng Ra. Tapi gua berhasil melawan mereka berdua dan mereka berdua pun kabur. Gua ingin kejar mereka sampai dapat tapi gua mutusin buat cari Leon."
__ADS_1
"Apa? Ada dua orang yang nyerang lo disana? Lo curiga gak sih kalau sebenarnya dua orang yang nyerang lo itu salah satunya adalah Leon sendiri?"
"Kenapa lo berpikiran seperti itu Ra? Leon kan anak yang baik dan selama ini juga Leon baik kepada gua. Kemarin gua anterin dia pulang ke rumahnya karena motornya lagi diservice di bengkel. Gua gak menaruh curiga sampai kesana. Tapi suara salah satu dari mereka gua rasa mirip sama suara si Dylan deh."
"Mirip sama suara si Dylan? Nah itu dia, pasti salah satu dari mereka adalah Dylan dan bahkan, gue juga curiga juga sama Leon. Gua curiga mereka berdua sekongkol buat nyakitin diri lo."
"Shakira, gua sih gak mau nuduh orang tanpa bukti ya ntar jatuhnya fitnah."
"Kalau gua sih yakin kalau mereka berdua pelakunya. Lo tenang aja Razzan, sekarang gua akan cari si Dylan brengsek terus gue labrak dia! Berani banget ya dia, ganggu sahabatnya Shakira! Princes nomor satu di sekolah ini."
"Oh jadi sekarang gua sahabat lo nih? Mentang-mentang aslinya kita sama-sama orang yang berkecukupan? Kalau gak sama-sama orang kaya, lo gak sudi kan?"
"Tentu saja Razzan. Yang penting gua tulus mau temenan sama lo. Kalau gitu lo tunggu dulu disini ya? Gue mau cari Dylan dan mau bikin dia jadi rujak cingur."
Shakira berdiri tapi Razzan buru-buru memegang salah satu tangan Shakira.
"Ada apa Razzan?"
"Gak usah cari si Dylan ya? Lagian gua gak apa-apa kok. Gua cuma gak mau lo salah tuduh aja."
"Yaudah deh kalau lo maksa, mendingan sekarang kita jajan bareng di kantin yuk?"
"Razzan, izinkan gue buat traktir lo, kan waktu itu lo udah dua kali traktir gue?"
"Iya gapapa. Tapi lo jangan marah ya kalau gue pesen banyak nanti?"
"Why? Tentu saja gak akan marah. Duit gue kan segunung Razzan."
"Ciee anak sultan gituloh."
"Lo juga anak sultan kali Razzan. Buktinya kemarin lo mampu traktir makan satu kantin?"
"Udah yuk jangan banyak bicara, kita ke kantin aja sekarang."
Razzan merangkul bahu Shakira, itu terjadi diluar kesadaran Razzan yang sebenarnya merasa nyaman jika dekat dengan Shakira. Shakira melihat kearah tangan cowok ganteng yang memegang bahunya itu. Shakira merasa nyaman dengan Razzan tapi sebenarnya Shakira masih gengsi buat mengatakan hal itu.
"Excuse me? Tangan tangan? Nemplok di bahu gue nih Bang?" ucap Shakira menegur Razzan.
__ADS_1
"Eh, sorry! Sorry banget Ra, gua gak sopan banget jadi orang main rangkul bahu cewek aja."
Shakira tertawa kecil,
"Hahaha, udah lah gak usah merasa gak enak kaya gitu, kita ini kan teman? Yaudah kalau gitu kita ke kantin aja ya sekarang?"
Razzan mengangguk lantas mereka berdua melangkah bersama menuju kantin. Diam-diam Dylan tengah mengamati mereka berdua dari balik pohon.
"Sial sial sial! Shakira makin lengket aja sama si anak baru kurang ajar itu! Rasanya gua pengin melenyapkan si Razzan dari bumi ini. Awas aja lo ya, awas! Sekarang gue bakal kerjain lo di kantin!" batin Dylan berkata lalu Dylan melangkah mengikuti Razzan dan Shakira.
Razzan dan Shakira masuk kedalam kantin berdua. Beberapa murid tampak menatap kepada mereka berdua yang sekarang akrab, padahal sebelumnya mereka sempat tidak akrab.
"Shakira itu cewek paling matre ya? Giliran tahu kalau si Razzan itu anak orang kaya, eh sekarang dia ajak masuk ke gengnya."
"Namanya juga Shakira. Udah jangan gosipin dia lagi nanti dia denger jadi berabe ntar." bisik dua murid cewek yang sedang makan mie goreng di kursi kantin.
Shakira dan Razzan duduk di bagian meja yang sama. Mereka berdua saling berhadapan.
"Lo mau pesan makanan apa Ra?"
"Kalau lo apa?"
"Pagi ini gue lagi pengin makan bakso yang pedes. Karena bakso yang dijual di kantin ini, rasanya paling mantep deh."
"Kalau gitu gue juga mau pesan bakso sama kaya lo Razzan."
"Kenapa lo ikut-ikutan?"
"Emang gak boleh ya Zan?"
"Ya bolehlah. Sebentar ya gue yang pesan dulu?"
"Oke Razzan, cowok gentlemen idaman semua wanita."
"Ah bisa aja lu!"
Razzan bangkit lalu melangkah ke para penjual makanan di kantin. Sementara itu Dylan juga sudah masuk kedalam kantin sekolah ini.
__ADS_1
Bersambung...