MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Shakira Dikurung Didalam Gudang


__ADS_3

"Cuma dikasih martabak telor aja kamu udah bilang dia anak baik."


"Menurutku, Razzan jauh lebih baik daripada orang yang gak pernah mengerti sama perasaan anak kandungnya sendiri. Udah ya, aku mau masuk dulu kedalam, aku mau belajar lalu tidur. Semoga aja pas aku lagi belajar, gak ada suara orang ribut-ribut dirumah." ucap Shakira menyindir ayah dan ibunya.


Shakira langsung melangkah masuk kedalam rumah. Sedangkan mamanya terlihat kesal setelah mendengar sindiran Shakira barusan.


"Dia gak tahu aja gimana rasanya di posisi aku, mamanya sendiri! Berat banget lihat suamiku, papanya sendiri punya wanita lain! Anak satu itu benar-benar susah diatur. Nyindir aku terus padahal aku ini kan mamanya? Gini-gini aku yang mengandung dia selama 9 bulan. Aku juga memperjuangkan kelahirannya. Tapi aku harus sabar dalam menghadapi sikap anakku karena dia adalah asetku yang paling berharga. Aku bisa saja menjodohkan dia dengan laki-laki kaya raya suatu saat nanti." ucap ibunya Shakira seraya tersenyum.


***


Keesokan harinya saat jam pulang sekolah, Shakira berdiri sendirian didepan gedung sekolah. Shakira menatap ke langit yang berwarna coklat. Siang ini mendung terlihat gelap dan mencekam. Lulu hari ini tidak masuk sekolah karena sakit. Suasana di sekolah sudah mulai sepi. Razzan melangkah di belakang Shakira lalu menghampiri Shakira. Wiwit terlihat ada disekitar mereka, Wiwit sedang mengamati mereka secara diam-diam.


"Shakira kamu masih disini? Ayo aku antar kamu pulang ke rumah?" tawar Razzan.


"Sialan banget sih si Shakira! Sepertinya dia udah berhasil mencuri hati Razzan. Gue bener-bener harus berjuang ekstra buat menyingkirkan Shakira dari hati Razzan." batin Wiwit sangat berambisi.


"Kamu pulang duluan aja soalnya aku masih harus disini. Aku ada pertemuan penting dengan kepala sekolah karena kita mau membahas hal penting." jawab Shakira menolak.


"Yaudah kalau gitu aku tunggu kamu aja dimobil ya? Kamu gak lama kan berbincang dengan kepala sekolah?"


"Gak kok Razzan. Yaudah kalau gitu aku mau masuk ke dalam ruangan kepala sekolah dulu ya? Kamu gak usah nunggu aku gapapa kok, bye."


Shakira berlari cepat menuju ruangan kepala sekolah karena Shakira juga ingin cepat-cepat pulang. Sementara itu Razzan menatap ke langit.


"Mendung ya, kalau gitu aku tunggu Shakira saja di dalam mobil." ucap Razzan lalu Razzan berjalan masuk kedalam mobilnya.


Shakira masuk kedalam ruangan kepala sekolah. Menghabiskan waktu selama sepuluh menit dalam perbincangan mereka berdua.


Selesai berbicang Shakira pun keluar dari dalam ruangan tersebut. Shakira melangkah di dalam gedung sekolah, sudah tidak ada orang. Shakira melintasi kelas demi kelas dan Shakira melihat ada Poppy yang tengah berdiri di tengah jalan. Shakira memutar bola mata malas lalu Shakira melangkah menghampiri Poppy.

__ADS_1


"Lo ngapain sih disini? Lo masih mau cari ribut sama gue? Gue ini bukan cewek lemah. Gue jago berantem dan gue gak pernah takut buat melawan lo Pop!" ucap Shakira seraya bersedekap.


Poppy melirik ke tangan Shakira, Shakira tengah memegang HPnya. Poppy langsung merebut HP itu dan membawanya lari.


"Woy! Ngapain lo bawa kabur HP gue! Poppy!" teriak Shakira lalu Shakira berlari mengejar Poppy.


Poppy berlari kearah gudang belakang sekolah.


"Lagi-lagi ke gudang itu! Poppy! Balikin HP gue!"


Poppy berhenti berlari didepan gudang. Suasana di siang hari ini cukup gelap karena mendung.


"Balikin HP gue! Mau cari perkara ya lo!"


"Gue gak akan balikin HP lo! Gue mau buka isi HP lo siapa tahu gue bakalan nemu privasi yang lo sembunyikan."


"Sialan lo Pop! Lo gak bakal nemu apa-apa disitu! Balikin gak! Gak usah macem-macem deh, gue udah mau pulang nih!"


"Buruan Pop bantu bawa cunguk ini kedalam gudang mumpung belum ada orang lain yang melihat kita." titah Wiwit.


Lalu mereka berdua menyeret Shakira masuk kedalam gudang. Mereka membaringkan Shakira diatas lantai yang kotor dan berdebu. Usai membaringkan Shakira mereka berdua sama-sama dengan kompak menatap Shakira dengan ekspresi senang.


"Bisa dibayangkan kalau dia bangun terus dia melihat apa yang ada disekitarnya, gelap dan mencekam." ucap Wiwit senang.


"Eh Wit, obat bius ini kira-kira bertahan berapa lama ya? Mendingan kita lakban aja mulut Shakira abis itu kita ikat tangan dan kakinya biar dia gak bisa kabur kemana-mana." ide Poppy.


"Eh tapi tadi kan Shakira udah lihat wajah lo. Pastinya dia akan curiga kepada lo yang telah melakukan hal ini kepada Shakira. Siap-siap deh besok kita dihajar sama Shakira."


"Gak usah takut. Selama ini imej ini anak kan pembully. Kalau dia dibully seperti ini pasti kebanyakan orang akan menganggap itu sebagai karma yang pantas untuknya. Yaudah, buruan ikat sebelum ini anak sadar."

__ADS_1


Lantas Poppy dan Wiwit lekas mengikat Shakira juga menutup mulut Shakira menggunakan lakban. Setelah selesai melakukan apa yang mereka mau, mereka berdua pun bergegas keluar dari dalam gudang kemudian mengunci pintu gudang dari luar.


"Rasakan pembalasan kita Shakira! Kemarin lu udah ngunci kita berdua di dalam gudang ini, sekarang giliran lu yang kita kunci, hahaha. Anggap aja ini balasan dari kita." ucap Wiwit seraya menatap kearah pintu gudang.


"Udah yuk Wit kita harus segera pergi sekarang." ajak Poppy lalu Poppy menarik tangan Wiwit pergi.


Beberapa saat kemudian, Razzan masih setia menunggu Shakira di dalam mobil tapi Shakira tidak kunjung keluar dari dalam sekolah.


"Shakira lama amat ya?" ucap Razzan.


Tiba-tiba Razzan mendapat SMS dari Shakira.


"Razzan lu pulang aja sekarang gak usah nunggu gue. Gue mau mampir ke rumah kepala sekolah. Lo pulang aja ya." titah Shakira.


"Oh jadi Shakira mau mampir ke rumah kepala sekolah. Yaudahlah kalau gitu aku pulang aja." ucap Razzan lalu Razzan bergegas mengemudikan mobilnya pergi.


Setelah mobil Razzan pergi, Wiwit dan Poppy jingkrak-jingkrak bahagia didepan sekolah.


"Razzan percaya SMS ini dari Shakira." tukas Poppy yang sedang memegang HP Shakira yang tadi sebelum Shakira pingsan telah ia rebut.


"Bagus Poppy, terus HP si curut itu mau lo kemanain abis ini?"


"Ya gue bawa pulang ajalah. Gue penasaran gimana ekspresi Shakira besok setelah semalaman dikurung dalam gudang. Gue yakin penjaga sekolah gak akan tahu kalau Shakira kita kurung di dalam gudang karena mulutnya udah kita lakban." yakin Poppy.


"Intinya gue puas banget lihat Shakira menderita karena Shakira itu deket sama cowok yang gua suka."


"Siapa cowok yang lu suka Wit?"


"Razzan. Tapi sekarang mereka berdua makin dekat. Gue merasa benci sama Shakira karena Shakira selalu lebih beruntung daripada gue Pop."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2