
"Gue gak akan membully lo di sekolah, tapi gue akan membully lo setelah sepulang sekolah." jawab Shakira sembari berkacak pinggang.
"Cewek cantik seperti kamu sayang sekali kalau kerjaannya membully orang lain." sahut Razzan seraya tersenyum manis.
"Idih! Apa maksud perkataan lo? Ya emang sih wajah gue emang cantik tapi lo gak usah bilang gue cantik. Gue yakin lo cuma mau sok muji-muji gitu ke gue kan biar gue gak jadi membully lo? Lo salah besar! Gue akan tetap membully lo!" tukas Shakira seraya melirikkan mata ke samping.
"Siapa yang sok muji-muji sih? Kamu memang cantik, aku cuman bilang sayang kalau cewek secantik kamu tapi kerjaannya membully orang. Daripada membully orang, melakukan banyak hal yang bermanfaat itu jauh lebih bagus daripada membully orang. Membully orang ujung-ujungnya bisa berurusan dengan hukum loh."
"Berisik lo Razzan! Baru kali ini ada bocah yang berani nyerocos mulu ke gue! Asal lo tahu kalau gue dari dulu itu kebal sama hukum. Lo belum tahu seberapa kuat pengaruh orang tua gue?"
Wiwit berlari manja lalu berhenti tatkala melihat Razzan yang tengah berdebat dengan Shakira. Wiwit segera berlari menghampiri mereka berdua.
"Hai kalian? Sedang apa kalian disini? Shakira udah deh, ini masih pagi masa lo mau membully dia? Daripada bully dia mendingan kita sarapan saja yuk dikantin?" ajak Wiwit sembari memegang lembut lengan Shakira.
"Apaan sih lo Wit? Lo harusnya dukung gue bukan sok ikutan ngelarang gue buat membully dia. Atau jangan-jangan lo suka ya sama orang kayak dia?" tanya Shakira curiga.
Tatapan Wiwit sedikit melotot. Wiwit merasa risau dengan pertanyaan dari Shakira.
"Ah, lo ini bertanya apa sih beib? Mana mungkin gue suka sama orang kere kaya dia. Selera gue mah tinggi beib. Udah yuk masuk kedalam kelas aja? Bentar lagi jam pelajaran dimulai loh." ajak Wiwit seraya sedikit nyengir.
"Duh, Razzan sakit hati gak ya dengan perkataan gue? Maafin gue ya Razzan, tapi lo kan udah tahu kalau sebenarnya gue itu ada dipihak lo." batin Wiwit berkata sembari menatap kearah Razzan.
"Yaudah ayo kita masuk kedalam kelas, buat lo anak cupu yang sok jagoan! Tunggu saja apa yang mau gue lakukan setelah sepulang sekolah nanti!" ancam Shakira.
"Iya aku tunggu." sahut Razzan singkat.
"Gak usah sok berani lo cupu!" kesal Shakira sambil menunjuk wajah Razzan dengan kasar.
__ADS_1
Lantas Shakira dan Wiwit melangkah masuk kedalam kelas mereka. Razzan tersenyum, Razzan sama sekali gak takut dengan apa yang akan dilakukan oleh Shakira setelah sepulang sekolah nanti.
***
Singkat waktu jam istirahat pertama telah tiba. Razzan sedang duduk sendiri di area taman belakang sekolah tepat dibawah pohon mangga yang rindang. Razzan menyaksikan aktifitas yang sedang dilakukan oleh para siswa siswi di taman belakang sekolah. Terlihat seru dan menyenangkan. Razzan ingin berbaur bersama dengan mereka tapi Razzan masih sulit buat dapetin teman yang baru lagi.
Dari samping kiri terdengar suara seorang cowok, dia adalah Leon.
"Woi anak baru?" panggil Leon.
Razzan langsung menoleh kesamping lalu Razzan lekas berdiri buat menyambut kedatangan Leon.
"Eh Leon ada apa bro?" tanya Razzan seraya melangkah menghampiri cowok tampan itu.
Razzan melihat kearah tangan Leon, dia sedang memegang sebuah bola basket.
"Iya sebenarnya aku bisa sih main basket, tapi apa temen-temen kamu yang lain bisa menerima aku sebagai salah satu anggota yang tergabung dalam team basket kamu?"
"Tentu saja mereka mau lah. Mereka bukan tukang bully seperti Shakira dan gengnya. Mereka anak-anak yang waras kok. Lo masuk buat menggantikan salah satu anggota tim basket sebelumnya yang mundur karena dia mau pindah sekolah ke luar negeri. "
"Pindah ke luar negeri? Baiklah kalau begitu aku akan menerima ajakan kamu bro menjadi salah satu anggota dari tim basket kamu."
Leon menepuk bahu Razzan sembari tersenyum.
"Oke kalau begitu terimakasih ya Bro? Lusa kita langsung latihan bareng-bareng sama lo ya?"
Razzan mengangguk dengan gaya bersemangat dan setelah itu Leon mengajak Razzan untuk pergi ke kantin bersama-sama. Leon berjanji akan mentraktir Razzan sebagai bentuk rasa terimakasihnya kepada Razzan karena sudah mau bergabung menjadi salah satu anggota dari tim basketnya.
__ADS_1
Tapi di tengah jalan masuk menuju kantin, Leon dan Razzan berpas-pasan dengan si tukang bully Shakira and the geng.
"Huuh, kenapa sih gue harus ketemu lagi sama lo disini! Gue tuh jijik tahu nggak sih lihat muka lo!" pekik Shakira didepan Leon dan Razzan.
"Ini juga si bego, lo ngapain jalan berdua sama dia Leon? Lo itu gak selevel sama anak cupu ini tahu nggak!" geram Shakira memperingati Leon agar berhenti bergaul bersama dengan Razzan.
"Shakira, suka-suka gue mau bergaul dengan siapa. Lo gak berhak buat ngatur apa yang gue lakukan!" sahut Leon berani melawan Shakira.
Shakira langsung membalas perkataan Leon dengan tamparan yang cukup kencang. Lulu dan Wiwit sampai membuka mulutnya karena terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Shakira kepada Leon.
"Shakira kamu itu apa-apaan sih! Gak sopan kamu berani menampar Leon didepan umum!" marah Razzan sembari menatap tajam kepada Shakira.
Giliran Razzan yang mendapatkan tamparan kencang dari Shakira. Wiwit terlihat tidak terima melihat orang yang dia cintai ikutan terkena tamparan dari Shakira. Tapi seperti biasa, Wiwit hanya bisa diam, merasa takut untuk melawan Shakira.
Siswa siswi lain banyak yang berkerumun disekitar mereka menonton apa yang sedang terjadi didepan mata mereka. Bu Dara selaku kepala sekolah di sekolah ini kebetulan sedang melintas di dekat mereka. Bu Dara berlekas melerai keributan yang tengah terjadi. Bu Dara berlari menghampiri mereka berlima.
"Sudah cukup! Kalian jangan selalu membuat keributan di sekolah ini! Sekolah adalah tempat kalian untuk belajar bukan untuk membuat keributan seperti ini." marah Bu Dara kepada mereka berlima.
"Tapi Shakira tukang bully ini yang memulai duluan Bu!" sahut Leon kesal.
"Leon lo itu kenapa sih? Masa lo nyerang cewek kaya gue? Ya wajar aja gue gampar muka lo sama Razzan."
"Gak usah playing victim lo dasar ratu drama!" sahut Leon seraya memutar bola mata malas.
Shakira semakin melotot kepada Leon dan juga Razzan.
"Ibu gak peduli siapa yang memulai keributan ini terlebih dulu tapi kalian semua harus saling meminta maaf satu sama lain! Kalian harus segera berdamai. Cepat lakukan!" bentak Bu Dara.
__ADS_1
Bersambung...