Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Kegundahan hati


__ADS_3

maaf para readers akhir akhir ini bunda lagi banyak kegiatan.


soalnya selain nulis bunda jg kerja jadi mungkin untuk beberapa hari ini bunda cuma bisa update sekali sehari.


nanti kalau deadline udah teratasi insayaallah bakal lebih banyak lagi updatenya.


Sore ini bunda soraya berkunjung kerumah anin


"Assalamualikum"


"Wa'alaikum salam. Lho soraya tumben mampir sini masuk". Umi bersalaman dan mempersilahkan untuk duduk


"Tumben mampir ada apa?".


Umi bertanya sebab melihat raut wajah bunda soraya yang tak secerah biasanya


"Anin ada dirumah gak ai". Ai adalah panggilan umi aida


"Ada lagi dikamar. Sku panggilin dulu ya".


umi menuju ke kamar memanggil anin lantas turun dan membuatkan minum serta cemilan untuk tamununya.


"Bunda..."


bunda soraya yang mendengar panggilan dari anin lantas berdiri dan memeluk anin sambil menangis.


"Bunda kenapa ? bunda sakit apa gimana ?". Anin panik melihat bundaa soraya yang menangis


umi yang baru saja tiba langsung memberinya air putih agar bunda soraya lebih tenang.


"Bunda kenapa cerita sama anin"


"Sayang maafin bunda".


"Maaf kenapa ? emang bunda buat salah apa ama anin ?". Snin dibuat bingung dengan situasi ini


"Zayn akan menikah dengan gadis. Sedangkan bunda tak bisa berbuat apa apa untuk kamu. Bunda tau kalau kamu suka sama zayn. Maafin bunda sayang".


Bunda soraya kembali menangis


"Ya allah bunda anin pikir bunda kenapa napa".


"Bunda dengarkan anin baik baik. Cinta itu tak harus memiliki jika memang zayn bukan jodoh anin berarti Allah telah menakdirkan seperti itu dan anin pasti akan menemukan orang yang lebih tepat selain zayn".


"Tapi bunda ingin kamu. Bunda merasa gadis bukan wanita baik baik. Awalnya bunda merestui tapi setelah beberapa kali bertemu bunda kurang menyukai sifatnya".


"Jika gadis bukan wanita baik maka zayn ditakdirkan untuk menuntunnya menjadi lebih baik lagi. Bunda jangan menjadikan anin patokan untuk bisa menjadi pasangan zayn sejatinya anin pun hanya manusia biasa yang banyak kekurangan".


"Tapi nak apa kamu gak mau mencoba mengungkapkan perasaan kamu. Diapa tau zayn berubah pikiran setelah mengetahuinya".


"Bunda...anin mencintai zayn karna allah. Jika zayn tidak ditakdirkan untuk anin maka anin akan mengikhlaskan. Sejauh apapun kita dipisahkan jika memang sudah jodoh maka Allah pasti akan mempertemukan begitupun sebaliknya sekuat apapun kita berusaha jika bukan jodoh pasti akan berpisah juga. Anin tak ingin egois untuk semua itu".


"Sejatinya cinta itu tidak akan pernah memaksa. jika memaksa itu bukan cinta tapi obsesi". Imbuh anin


Umi yang mendengar perkataan anin pun menjadi bangga pada putrinya. Ia tak menyangka kini putrinya sudah bisa berfikir begitu dewasa.


"Doraya kita sebagai orang tua wajib mengingatkan anak anak kita jika melakukan kesalahan tapi sejauh ini bukankah zayn tak pernah berbuat yang tidak tidak".


Umi ama bunda gak tau aja kalau si curut zayn udah muai nakal. coba kalau tau auto dibantai tu si curut


"Gadis bukanlah wanita yang tidak baik hanya saja mungkin ia belum dewasa. Jadi berusahalah untuk menerima dan membimbingnya untuk menjadi lebih baik". Imbuh umi aida


"Entahlah ai aku tak tau tapi aku akan berusaha menerimanya mulai saat ini. Terimakasih hatiku sedikit lega dengan bercerita pada kalian".

__ADS_1


"Jangan sungkan datanglah jika kau butuh bantuan bukankah kita sahabat".


"Dekali lagi terimakasih ai. dan untuk anin bunda harap jangan ada yang berubah darimu".


"Iya bunda tak akan ada yang berubah diantara kita".


"Ngomong ngmong apa kalian besedia ikut saat acara lamaran zayn. Seluruh keluargaku berada jauh tak mungkin aku meminta mereka datang sedangkan tak lama dari acara lamaran itu pernikahan dilangsungkan. itu akan sangat merepotkan mereka".


"Baiklah bunda kami akan ikut mendampingi bunda". Anin menjawab dengan mantab dan mengangguk kearah umi tanda ia baik baik saja.


Bunda lantas memeluk anin dan umi aida bergantian setelah itu ia pamit untuk pulang.


Acara lamaran diadakan siang ini rombongan keluarga anin juga ikut.


Hari ini anin mengenakan atasan kebaya warna babypink dengan dipadukan rok plisket batik dan jilbab yang senada dengan warna bajunya.


Dederhana, tapi apapun yang ia kenakan maka pasti akan terlihat cantik.


Rombongan tiba dikediaman keuarga gadis dan disambut dengan baik oleh keluarganya meskipun ayah gadis harus duduk diatas kursi roda tapi itu tak mengurangi apapun.


Anin cukup bahagia melihat keluarga gadis meskipun hidup sederhana tapi mereka saling mengasihi.


Itulah kenapa ada yang mengatkan bahwa bahagia itu tak harus memiliki banyak uang cukup dengan hidup bersama orang yang kita sayangi dan saling mengasihi maka hidup kita akan terasa jauh lebih indah daripada hidup dengan bergelimang harta tapi tak pernah merasakan kasih sayang itu akan sangat menyedihkan.


Serangkaian telah acara dimulai dan dicapai kesepakatan bersama jika pernikahan diadakan satu bulan dari sekarang.


Terkesan terburu buru memang tapi itulah kemauan kedua calon pengantin dan orang tua menyetujui.


Scara ditutup dengan makan bersama untuk saling mengakrabkan banyak pembahasan mulai dari pekerjaan hingga hobi dan segala macam.


Tak terasa waktu sudah beranjak sore para rombongan berpamitan untuk pulang


"Pak tio terimakasih atas sambutannya yang luar biasa ini".


"Tidak pak kami sudah merasa ini lebih dari cukup".


Mereka saling bersalaman dan saat ayah tio bersalaman dengan ayah andi ia mengatakan


"Semoga apa yang menjadi tujuan kita bersama bisa terlaksana tanpa ada halangan apapun ya pak".


Semua orang mengaminkan dan rombongan bergerak meninggalkan pelataran rumah sederhana itu


Sedangkan dicafe nina datang untuk berkunjung akhir akhir ini dia dan dika semakin dekat.


Ia ingin mengantarkan makan siang hasil dari masakannya sendiri.


Seenak apapun makanan diluar kalau belum makan nasi rasanya gak akan kenyang perutnya bunda indonesia banget y


Sayur capcai, dan ayam goreng yang dibawa oleh nina. Meskipun dika bekerja dicafe yang notabennya makanannya lebih enak tapi ia menghargai usaha nina ia tak ingin orang yang berarti baginya merasakan kecewa.


"Asalamualaikum".


"Wa'alaikum salam, ehh nina masuk aja".


"Mau makan siang bersamaku ? aku membawa banyak bekal".


halah nina nina pakek alasan bawa bekal banyak bilang aja mau nganterin abang dika makan siang


Dika tersenyum alasan itu selalu digunakan nina saat gadis itu berkunjung


"Boleh kebetulan aku juga belum makan siang".


Mereka makan siang berasama dan nina dengan cekatan menyiapkan untuk dika. saat telah selesai dengan acara makan

__ADS_1


"Apa kau langsung akan pulang".


"Iya memang kenapa ?". Tanya nina penasaran


"Aku ingin bicara serius denganmu saat ini. Apa kau bisa?".


"Tentu saja. Katakan apa yang ingin kau bicarakan"


Dika lantas memegang tangan nina. Nina yang mendapat perlakuan seperti itu tentu saja terkejut


"Nina entah sejak kapan rasa ini hadir tapi aku ingin menjalin hubungan serius denganmu. Aku tak memintamu menjadi kekasih karna dalam agama pacaran itu tidak di perbolehkan jadi mau kah kau mendampingiku berjuang saat ini dalam segala hal"


"Kau serius". Tanya nina dengan berurai air mata


"Ya aku serius. Meskipun aku belum berani untuk menikahimu saat ini tapi aku ingin mengungkapkan perasaanku apakah kau merasakan hal yang sama denganku ?"


"Ya akupun merasakan hal sama dengamu. Aku mau mendampingimu setiap waktu".


"Apakah kau mau menungguku memantaskan diri untuk menjadi pendampingmu".


Nina mengangguk bahagia. Dika menghapus buliran bening yang membasahi pipi sang pujaan hati


"Sayang...mulai saat ini jika kau membutuhkan bantuan apapun katakan padaku aku akan selalu ada untukmu"


"Ya dan kau pasti akan sangat kerepotan untuk meladeni wanita cantik didepanmu ini".


"Tidak akan". Dika lantas mencubit hidung nina dengan sayang. Mereka berdua tersenyum bahagia dan berjanji untuk saling menjaga


"Saat ini aku harus memanggilmu apa. Tak mungkin memanggil nama karna itu tidak sopan". ujar nina


"Apa itu penting?". Tanya dika dengan muka polos


"Tentu saja. Apa kau merasa itu tak penting". Nina sedikit merajuk


dika lantas gelagapan "Bukan seperti itu. Baiklah maafkan aku. Sekarang apa kau memiliki ide untuk memanggilku apa?".


"Hubby, bolehkan". Nina tersenyum malu


"Bolehkah aku tau alasan kenapa kau ingin memanggilku hubby".


"Tak ada hanya aku rasa itu terdengar manis"


"Baiklah apapun untuku sayang. Boleh aku memanggilmu seperti itu?".


"Seperti apa aku tak mendengarnya". nina menggoda dika


"Sayangku". Kedua pipi nina merona mendengar panggilan sayang yang disematkan dika untuknya


kawal sampai halal ya readers.......


anin apa kabarnya ya....


eeitssss....tunggu nanti kejutan dari author


sekarang yang bahagia bahagia aja dulu


karna setelah ini badai bakalan datang menghampiri


yang akan menghacurkan hidup seseorang hingga kedasar yang paling dalam....😹😹😹💨💨💨💨💨💨


lope lope lope 💗💗💗💗💗


jangan lupa jempollllllnya 😁😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2