
Anin memekik, terkejut akibat ulah zayn tapi dengan cepat zayn membungkam bibir itu dengan kecupan
"Ssst diamlah atau nanti ar akan bangun" anin masih membeku dengan apa yang baru saja terjadi. Zayn mencium bibirnya, ciuman pertamanya diambil oleh orang yang begitu ia cintai.
Zayn menggendongnya menuju kamar dan meletakkan diranjang dengan hati hati. Entah apa yang sudah merasukinya zayn langsung mengungkungnya
"Kenapa kau malah tidur disana hem?". Anin tak mampu menjawab
"Bukankah tadi kita sudah bicara dan akan memulai semua dari awal"
"Maaf, aku ketiduran"
"Kau harus dihukum karna membuatku menunggu". Dengan perlahan zayn mencium bibirnya awalnya lembut tapi semakin lama semakin menuntut.
Anin yang tak memiliki pengalaman sampai kehabisan nafas, memukul mukul dada zayn agar menghentikan ciumannya
"Bernafas sayang" Pertama kalinya zayn memanggilnya dengan sebutan itu. Anin masih mencoba mengatur nafas tapi zayn sudah kembali mencu***nya. Perlahan lahan anin mulai bisa mengimbangi permainan zayn
Tangannya dengan lihai melucuti satu persatu yang menempel ditubuh anin hingga polos.
"Aku menginginkanmu. Apakah boleh?". Anin hanya mengangguk sebagai jawaban. Zayn melakukan dengan hati hati sebab ini yang pertama bagi anin. Ada kepuasan tersendiri dalam hati zayn kala mendapati ialah orang pertama yang menjamah sang istri.
Hingga lewat tengah malam zayn baru menyudahi permainannya. Anin dibuat kualahan, hingga azan subuh berkumandang zayn membangunkan anin untuk melaksanakan sholat berjama'ah pertama mereka
"Anin bangun sayang kita sholat dulu" zayn menggoyang pelan bahu anin
"ehmmm..jam berapa ini". Anin bertanya dengan suara serak, badannya terasa remuk membuatnya malas untuk bangun
"Jam 5 ayo bangun kita sholat"
Anin lantas berdiri, berjalan tertatih ke kamar mandi dan mereka pun melakukan sholat berjama'ah. Selepas sholat anin melanjutkan lagi tidurnya, zayn hanya tersenyum dan menggeleng.
Bunda mencari cari anin hingga keruang tamu. Tiba tiba zayn muncul
"Cari apa bund"
"Anin mana?"
"Masih tidur, emang ada apa?"
"Tumben, anin sakit?"
"e enggak bun cuma kelelahan" zayn berbicara sambil terkekeh pelan. Bunda yang mengerti arah pembicaraan putranya lantas tersenyum bahagia dan pergi menuju dapur untuk membuat sarapan
"Bunda..bunda dimana". Sejak tadi arletta memanggil manggil anin
"Bunda dikamar lagi istirahat. Ar main dulu ya sama mbak". Kata zayn
__ADS_1
"Emang bunda sakit ya pa"
"Enggak, bunda cuma kecapean sayang"
"Ya udah al mau pijitin bunda aja". Tiba tiba gadis kecil itu masuk kekamar papa dan bundanya. Ia mendapati bundanya yang sedang tidur dengan wajah lelah, bahkan saat ar naik keatas ranjangpun anin tetap tak membuka mata. Dengan telaten ar memijit bahu anin
"Ehh sayang kamu disini nak". Anin terkejut saat ada yang mengusik dirinya
"Al mau pijitin bunda. Kata papa bunda capek ya"
Wajah anin merona mengingat apa yang terjadi semalam ditambah zayn yang mengedipkan mata membuat anin tambah salah tingkah.
"Ehh emm bunda gak papa kok cuma ngantuk aja"
"Sekalang masih ngantuk gak bund"
"enggak sayang. Emang kenapa hem?"
"Al mau dibuatin nasi goleng bunda"
"Ya udah bunda cuci muka dulu"
Dengan lesup anin bangun mencuci muka dan menuju dapur dengan menggendong arletta sedang zayn memgekori mereka berdua. Sampai didapur
"Pagi sayang" sapa bunda soraya
"Ar duduk sini ya bunda buatin nasi gorengnya"
"Papa juga mau bund. Tapi tambahin sayuran ya sama jangan lupa telurnya". Anin mengacungkan jempol tangannya.
Bunda melihat perubahan interaksi keduanya, ia begitu bahagia akhirnya penantian anin tak sia sia, dan berdo'a semoga kebahagiaan selalu menyertai pernikahan mereka.
Setelah pagi dilewati dengan indah semua orang melakukan kegiatan masing masing. Anin juga memutuskan ke cafe. Ia membuat janji dengan sahabatnya untuk bertemu.
Banyak hal yang anin ceritakan pada sahabatnya terutama mengenai perubahan sikap zayn
"Jadi lo udah ehem gitu". Tanya nina kepo
"Apaan sih gak usah diperjelas juga kali. Intinya aku ama zayn sekarang udah sepakat untuk saling menerima"
"Cie cie.....gimana zayn kuat gak". Nina menggoda anin
"Ninaaa....iseng banget sih gak usah bahas kayak gitu malu tau"
"hahahahahhaha..."
Obrolan berlanjut sampai tak terasa waktu makan siang
__ADS_1
"Ya udah aku tinggal bentar mau nganterin makanan buat zayn dulu"
"Ehemm..percaya sekarang yang udah diakuin jadi istri makin perhatian. Sana buruan ntar keburu zayn makan diluar lagi". Nina mendorong pelan badan sang sahabat. Anin hanya tersenyum malu menanggapinya.
Segera ia menyiapkan makanan dan segera menuju kantor zayn, untung saja jarak antara kantor dan cafe tak terlalu jauh. Sampai dikantor
"Permisi mbak saya mau ketemu dengan zayn bisa". Sang sekretaris yang sudah tau siapa wanita dihadapannya langsung mempersilahkan
"Silahkan nona". Anin bergegas masuk
"Assalamualaikum mas"
"Wa'alaikum salam eh masuk sayang". Wajah anin merona
"Aku bawain makan siang mas".
"Kebetulan mas juga laper banget dari tadi belum sempet makan siang". Zayn beranjak menuju sofa dan anin menyiapkan semuanya.
"Buka aja cadar kamu sayang gak ada orang lain kok"
"Tapi nanti kalau ada karyawan mas yang laki laki masuk gimana?"
"Pintunya aku kunci". Akhirnya anin menuruti perintah zayn. Makan siang kali ini diiringi dengan obrolan ringan antara mereka berdua. Setelah selesai
"Kamu pulangnya nanti aja ya."
"Terus nanti ar gimana mas pasti dia nyariin"
"Biar bunda aku suruh jemput dicafe". Arletta tadi tak mau ikut sang bunda karna sedang asik bermain dengan yusuf anak dari nina
"Yaudah terserah mas aja". Segera zayn menelpon sang bunda. setelah itu tiba tiba zayn mendekat kearah anin
"Sayang mas pengen kamu". Zayn mengendus leher anin yang tertutup jilbab
"Nanti kalau ada orang gimana mas"
"Kan pintunya udah aku kunci. Itu juga ada kamar, ayo sayang mas udah pengen banget nih". Dengan malu malu anin menyetujui. Zayn segera menggendongnya menuju kamar yang ada diruangan itu. Kegiatan panas itu berlangsung hingga sore hari. Beberapa kali mendatangi ruangan atasannya itu tapi pintu masih terkunci.
Sekitar pukul setengah enam para karyawan sudah pulang hanya tinggal beberapa yang masih diruangannya karna lembur zayn keluar
"Maaf tuan saya mau minta tanda tangan" Sekretarisnya menunggu sejak tadi"
"Taruh dimejaku". Zayn berlalu menuju butik yang ada didepan gedung kantor untuk membelikan pakaian untuk istrinya.
Sang sekretaris hanya bisa membuang nafas kasar. Atasannya itu memang menyebalkan ia menunggu hingga sore berharap segera memdapat tanda tangan nyatanya masih harus menunggu lagi.
"Atasan mah bebas mau ehem ehem dikantor juga gak masalah". Gerutu sekretarisnya itu. Dia bukan tak tau apa yang sudah terjadi didalam tadi karna saat keluar rambut zayn masih basah
__ADS_1