Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Gadis gila


__ADS_3

Ayah bukannya terpancing naf**nya malah ia menjdi jijik dan murka, lantas ia menampar gadis


Plaakkkk.....


"Ingatlah satu hal. Aku bukan laki laki brengsek yang mau dengan banyak wanita bagiku istriku sudah cukup kau tak ada apa apanya jika dibandingkan istriku. Jangan pernah bermimpi terlalu jauh sekalipun kau melemparkan tubuhmu padaku secara cuma cuma akupun tetap tak akan sudi. ingat jangan pernah kau macam macam lagi dengan keluargaku atau kau akan tau akibatnya!!". Ayah lantas keluar kamar sambil membanting pintu dan menuju ruang kerjanya


Diruang kerja tokkk tokk tokk


"Siapa?" saut ayah dari dalam


Bunda lantas membuka pintu dan tersenyum tulus pada ayah


"Nunda sejak kapan bunda pulang". Ayah takut jika bunda salah paham


"Sejak tadi".


"Spa bunda mendengar semuanya". Yanya ayah


Bunda hanya mengangguk lantas mendekat ayah yang melihat itu langsung memeluk sang istri dengan erat


"Maafkan ayah bunda, ayah sudah berdosa"


"Syah tak salah. Bunda melihat semuanya terimakasih telah menjaga kepercayaan bunda. bunda sayang ayah" bunda membalas pelukan sang suami


"Maafkan ayah ya bund".


"Idah gak usah minta maaf perempuan itu aja yang udah gila"


Ayah andi mencium mesra pipi sang istri


"Gimana kalau sekarang kita buat adik untuk zayn". Ayah berkata sambil menaik turunkan alisnya


"Ayah" bunda memukul mesra dada sang suami sambil malu malu


Tanpa mendengar jawaban sang istri ayah menggendong bunda menuju sofa yang cukup luas dan melakukan adegan selanjutnya


skip ajalah ya. orang tua gak boleh dipublish ntar dosa.


Sedang gadis wanita itu saat ini tengah mengompres pipinya yang memar akibat tamparan dengan es batu


Sang suami yang baru pulang terkejut melihat kondisi sang istri


"Pipi kamu kenapa sayang kok memar gini". Tanya zayn dengan khawatir

__ADS_1


"Tadi gak sengaja kepleset dikamar mandi sayang gak apa apa kok". Alasan aja lu dasar kunti


"Beneran gak apa apa. Kita kedokter ya aku takut nanti kamu kenapa napa"


"Enggak usah sayang bentar lagi juga sembuh".


Zayn lantas menggantikanya untuk mengompres hingga memar tak terlalu terlihat lagi


Malam harinya saat sedang makan malam


"Lo gadis pipi kamu kenapa". Bunda bertanya memasang wajah sok polos


Gadis yang ditanya tentu terkejut sang ibu mertua menyadari memar dipipinya


"E enggak apa apa bunda" jawab gadis dengan gugup


"Tadi gadis kepleset dikamar mandi bunda"


"Oohh lain kali hati hati ya nanti bunda suruh bibik buat lebih bersih lagi nyikat lantainya biar gak bahaya". Bunda menekankan kata bahaya


"Iya bunda" jawab gadis dengan gugup sebab ia menyadari jika sang ibu mertua mulai menaruh curiga padanya


Scara makan dilanjutkan tak ada lagi obrolan...


Pagi ini anin melakukan sidang skripsinya dengan lancar ia mendapat nilai yang cukup memuaskan sebagai perayaan ia mentraktir nina makan siang dicafenya agar sekaligus bersama suami sahabatnya itu


Makanan sudah dipesan mereka bertiga bercerita banyak hal hingga anin berkata


"Dika makasih buat semua bantuan kamu. aku gak tau apa jadinya cafe ini tanpa kamu".


"Jangan gitu kamu udah banyak bantu aku bahkan ibuku sekarang tak perlu terjun sendiri membuat kerupuk itu semua berkat bantuan kamu".


Ibu dika dibantu anin mendirikan pabrik kerupuk kulit kecil kecilan. Saat ini ibu dika dibantu beberapa tetangga untuk melakukan produksinya bahkan untuk pemasaran anin juga yang membantu dibantu juga ibu dari nina jadi kehidupan keluarga dika berangsung mambaik.


"Itu bukan apa apa. nina aku juga mau ngucapin makasih buat kamu karna udah memotivasi aku buat sembuh dan menjadi yang lebih baik lagi. makasih kamu udah ada disaat aku berada dititik terendahku"


"Bukankah kita saudara. Jadi jangan pernah mengucapkan terimakasih. Dan kamu jangan pernah sungkan untuk bercerita apapun padaku janjiii". Nina mengacungkan jari kelingkingnya dan disambut anin


Gelak tawa terdengar dimeja lesehan yang mereka duduki. tiba tiba


"Hai kalian lagi pada ngumpul nih". Zayn tiba tiba datang dan duduk disebelah anin. Anin yang merasa tak nyaman langsung berdiri


"Lho kenapa nin". Tanya zayn

__ADS_1


"Maaf aku gak bisa duduk sebelah kamu kita bukan mukrim" jawab anin dengan menundukkan pandangannya


"Maaf ya dika nina aku duluan aku mau keruangan dulu ngecek laporan". Anin sengaja menghindari zayn sebab perasaannya masih saja belum berubah. hatinya masih saja bergetar saat berdekatan denga zayn


Dika dan nina menyadari ketidaknyamanan anin lantas mengiyakan. Scara makan siang itu terjadi dalam keheningan. stelah selesai


"Hubby aku duluan pulangnya ya sekalian mau ada yang aku beli di apotek". Nina lantas mencium tangan sang suami dengan takzim. Hal yang dilakukan nina menjadi pemandangan menyentuh bagi zayn sebab sang istri tak pernah melakukan hal itu


"Iya sayang. Kamu pulang naik apa" tanya dika sambil mengelus kepala sang istri yang tertutup hijab dengan sayang


"Naik taksi online ini taksinya udah didepan cafe"


"Ya udah hati hati setelah dari apotek langsung pulang"


"Diap hubby. Oh ya jangan pulang malam malam ya aku bakal masakin makanan kesukaan kamu" Nina lantas mencium pipi sang suami dengan kilas dan kabur meninggalkan dika yang sedang tersenyum


Pemandangan itu tak luput dari perhatian zayn. sang istri tak pernah melakukan hal hal seperti memasak, jangankan memasak menyiapkan baju zayn kekantor saja tak pernah. dalam hati zayn merasa sedikit iri pada dika


"Lo sering dimasakin ma istri lo"


"Iya. Nina tiap hari masak sendiri udah aku tawarin buat cari orang bantu bantu dirumah tapi dia gak mau"


"Kenapa gak mau. Kan enak dia gak perlu ngapa ngapain".


Dika tersenyum "Sejatinya tugas istri itu mengurus rumah tangga itu kata nina tiap aku nawarin asisten. Apalagi sekarang dia udah sidang tinggal nunggu wisuda jadi lebih banyak waktu dirumah dia pengen ngurus semua keperluan kami sendiri".


Zayn tersenyum tapi terselip rasa iri dalam hati sebab sang istri tak pernah melakukan hal hal itu


"Gimana kabar ayah andi ama bunda sehat semuakan"


"Slhamdulillah ayah ama bunda sehat". Zayn tak berani bercerita banyak hal sebab ia takut jika ia akan kebablasan dan bercerita tentang rumah tangganya


Nina menghampiri anin diruangannya untuk berpamitan untuk segera pulang.


Saat diperjalanan ia mampir keapotek membeli sesuatu jika dugaannya benar maka ini akan menjadi kejutan bagi sang suami.


Tiba dirumah ia langsung memasak sebab hari sudah beranjak sore, udang asam manis adalah makanan kesukaan sang suami


Masakan telah tersaji ia lantas mandi dan mencoba sambil menunggu hasil ia memutuskan memakai pakaian dan berdandan agar saat suaminya pulang ia sudah cantik.


Kira kira apa yang bakalan terjadi setelah ini ya...??


sabar yaaa bunda refresh otak dulu biar gak buntu

__ADS_1


lope lope


jangan lupa like 🖒🖒🖒🖒


__ADS_2