Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Eps 49


__ADS_3

Entah apa yang terjadi antara anin dan iqbal yang jelas iqbal turun dengan rambut yang masih setengah basah sedang anin, wanita itu terlihat dari gerak tubuhnya sedikit kesal. Ditangga pun iqbal masih menggodanya dan zayn melihat itu


"Udah bunda jangan marah lagian siapa suruh bunda yang mulai"


"Tapi gak sampek kayak gitu juga kali yah".


"Ya gimana lagi, bunda itu udah nakal sekarang ayah kan jadi ketagihan". Iqbal berbicara sambil berbisik


"Ayaaahhhh". Iqbal segera kabur menuju meja makan sambil tertawa jahil. Disana sudah ada zayn, rafka, umi dan indah


"Wihh bunda tau banget makanan kesukaan ayah Jadi makin sayang".


"Mulai tukang gombalnya bund". Indah menimpali


"Biarin aja. Gombal ama istri sendiri gak papa kali ya kan bund"


"Hemm...."


"Udah dong bund jangan marah. Lagian kan bunda juga yang menang banyak"


"Ayah udah cepetan makan". Anin mencubit pelan pinggang iqbal


"Aduuhh...Adek bunda nakal ayah dicubit"


"Bunda jangan cubit ayah rafka". Rafka berlari memeluk iqbal padahal tadi ia duduk disebelah zayn bersebrangan dengan iqbal. Hati zayn mecelos


"Iya bela aja ayahmu. Team bunda kak indah aja. Ya kan kak"


"Tentu dong". Mereka berdua bertos rai


"Ini jadi makan apa mau buat diskusi bikin geng arisan sih". Umi menimpali


"Kalau bisa boleh juga ide umi". Jawab iqbal


"Abang udah buruan". Anin melayani suami dan anak anaknya. Sudah menjadi kebiasaan satu persatu mengulurkan piringnya pada anin dan dengan cekatan anin mengisi piring dengan makanan.


Terakhir zayn ingin mengangkat piringnya untuk minta anin mengisinya tapi belum sempat hal itu terjadi anin sudah keburu duduk dan mengambil lauk untuk dirinya sendiri. Zayn pikir anin juga akan melayaninya.


"Ayo zayn jangan sungkan". Umi berusaha membuat zayn nyaman ditengah tengah kerusuhan iqbal dan anak anak.


"Iya umi". Sejak tadi anin sama sekali tak menoleh padanya padahal zayn sudah beberapa kali berdehem tapi anin seolah tak menganggapnya ada.


Setelah acara makan siang itu iqbal tak lagi kembali kekantor. Ia menemani rafka dan mengobrol dengan zayn. Dari obrolan itu juga zayn tau ternyata suami anin ini adalah pengusaha sukses. Pembicaraan berlanjut hingga mrnjelang sore zayn pamit untuk pulang


"Makasih ya bang udah diizinin datang kesini"


"Iya, bagaimanapun rafka tetap anak kamu jadi jangan sungkan kalau mau kesini hubungi saya"

__ADS_1


"Iya bang, titip salam buat yang lain ya bang.


"Iya nanti saya sampaikan". Mereka berdua berjabat tangan


"Rafka papa pulang dulu ya, jaga diri baik baik. Assalamualaikum"


"Iya pa hati hati dijalan wa'alaikum salam".


Selama dijalan ia berfikir akan seperti apa dirinya selanjutnya. Ia yang pusing meminta diantarkan kesalah satu club malam


Disana ia minum cukup banyak tapi masih belum sepenuhnya mabuk. Ia melihat seorang wanita yang duduk disebelahnya juga melakukan hal sama


"Apa kau juga sedang patah hati?"


"Apa urusannya denganmu, kita tak saling kenal jadi diamlah"


"Kau tau mantan istriku sudah menikah lagi padahal aku baru saja ingin mengajaknya kembali". Wanita itu diam


"Kalau kau sedang patah hati mari kita bersenang senang karna belum tentu kita bisa bertemu lagi besok. Aku yakin tak ada orang yang menghiburmu nanti".


Entah apa yang terjadi setelah itu karna saat mereka berdua sadar sudah berada disebuah kamar hotel dengan tubuh tanpa busana


"Apa yang terjadi. Kenapa aku disini dan siapa kamu". Zayn kebingungan ini kali pertama ia melakukan hal ini pada yang bukan istrinya. Bisa ae lu buaya buntung pakai pura pura lupa dulu ama gadis juga udah main celup sebelum nikah. Cuma fersinya aja yang beda


"Uuhhh". Wanita itu melenguh kepalanya terasa mau pecah dan perutnya serasa diaduk aduk. Ia berlari kekamar mandi memuntahkan semua isi perutnya. Ia terbiasa minum tapi tak pernah sebanyak ini.


"Kau istirahatlah aku akan meminta petugas hotel untuk membuatkanmu air lemon". Wanita itu hanya mengangguk, sejak tadi matanya terpejam mungkin ia benar benar merasa tak nyaman pada tubuhnya.


Petugas hotel tiba dengan membawa pesanan zayn. Dengan telaten zayn membantunya minum, Setelah zayn perhatikan banyak sekali jejak kismark ditubuh wanita itu ia yakin jika itu adalah ulahnya.


Setelah merasa lebih baik zayn memutuskan untuk mandi dan setelah itu ia ingin berbicara pada wanita tadi.


Tapi sampai pukul 10 wanita itu tak juga bangun zayn ingin meninggalkannya dengan sejumlah uang tapi diurungkan sebab tiba tiba wanita itu membuka mata


"Kau sudah bangun, apa masih pusing"


"Sedikit. Terimakasih kau mau membantuku"


"Ya tak masalah". Zayn duduk tak jauh dari tempat wanita itu berbaring


"Untuk yang semalam maafkan aku". Ungkap zayn


"Soal apa?"


"Emm...tentang kita berdua yang sudah......". Wanita itu tertawa pelan


"Kau lucu sekali, bukankah *** itu hal wajar bagi kita orang dewasa. Kenapa kau begitu takut. Apa sebelumnya kau tak pernah melakukan ini"

__ADS_1


"Bukan begitu aku hanya tak enak padamu sebab kita melakukan saat mabuk, aku hanya takut jika kau tak terima dan menuduhku telah memperkosamu"


"Kau tenang saja, itu bukan masalah bagiku. Oh ya ngmong ngmong siapa namamu, sejak tadi kita bicara tapi tak saling kenal"


"Oh ya maaf, namaku zayn kau sendiri?"


"Aku riska". Nah lo ketemu sama uler keket kan


Obrolan panjang terjadi, mulai dari keluarga masing masing hingga hal yang membuat mereka berdua menghabiskan waktu diclub malam


"Jadi kau mantan suami dari istrinya iqbal ammani"


"Ya, kau mengenal mereka?"


"Hem dulu aku sempat berkencan dengan iqbal. Tapi aku tak mengenal istrinya"


"Namanya anindya dia mantan istriku"


"Apa kau masih mencintainya"


"Tentu, memangnya kenapa"


"Aku memiliki ide". Sebuah rencana muncul diotak licik wanita yang begitu tergila gila pada iqbal ini.


Setelah hari dimana zayn menyambangi rumah anin tak pernah lagi ada kabar dari pria itu, anin juga tak pernah perduli bahkan rafka juga tak pernah menanyakan papanya


Hingga pagi ini iqbal harus pergi keluar kota selama kurang lebih satu minggu sebab terjadi masalah pada lahan baru tambanga.


"Sering kabarin bunda ya yah"


"Iya sayang, nanti kalau pulang dari tambang ayah bakalan telpon bunda sampai bunda tidur"


"Ya gak gitu juga ayah, Ngmong ngmong bunda kok berat banget ya mau ngelepas ayah pergi. Lain kali aja ga yah perginya"


"Kalau bisa ayah juga berat ninggalin bunda dan anak anak tapi gimana lagi ini pekerjaan ayah, ini juga demi anak anak dan kamu sayang"


"Ayah hati hati ya disana"


"Pasti sayang. Kamu percaya kan sama abang"


"Percaya bang"


"Jadi ingat jangan pernah berfikir yang tidak tidak. Jika ada kabar buruk jangan langsung percaya. Ingat abang sayang banget sama kalian"


"Makanya abang hati hati terus jangan lama lama disana


"Pasti sayang. Ya udah abang berangkat ya jaga diri dan anak dirumah".

__ADS_1


Anin mengangguk entah mengapa ia begitu berat melepas kepergian iqbal kali ini. Seperti alan terjadi sesuatu pada suaminya itu.


__ADS_2