Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Permintaan arletta


__ADS_3

Hari ulang tahun tiba, keluarga zayn mengundang banyak anak anak dari panti asuhan dan seorang uztads. Meskipun hanya akan diadakan do'a bersama tapi zayn juga menyiapkan kue ulang tahun untuk arletta.


Setelah acara doa bersama para anak yatim menyanyikan lagu dan ar meniup lilin.


"Baca do'a dulu sayang". Kata anin


Arletta lantas menengadahkan tangannya sambil berdo'a lalu meniup lilin. Kue pertama ia berikan pada anin


"Makasih ya bunda udah sayang sama al"


"Iya sayang sama sama". Anin berkata sambil mencium kedua pipi gadis kecilnya itu


Suapan kedua untuk sang papa


"Makasih ya papa untuk semuanya"


"Iya sayang"


Dan kue selanjutnya untuk sang oma, dan opa serta kedua orang tua anin yang juga turut hadir diacara tersebut. Acara selanjutnya adalah membagi sebagian rezki untuk anak anak yatim tersebut yang dilakukan ar didampingi papa dan bunda anin.


Serangkaian acara telah selesai, para tamu sudah pulang kini tinggallah keluarga zayn dan keluarga anin yang berkumpul. Tiba tiba arletta berbicara


"Oma opa al mau punya bunda". Semua orang terkejut mendengar penuturan bocah yang baru saja genap berumur empat tahun itu.


"Maksudnya gimana sayang". Tanya sang oma


"Al pengen bunda tinggal dilumah ini, nemenin al main, bacain dongeng kalau al mau bobok, al pengen punya bunda oma"


"Kan ar udah punya bunda anin"


"Iya tapi bunda gak bobok dilumah al. Al pengen bunda disini telus". Ar merengek kepada sang oma dihadapan semua anggota keluarga


"Bunda, bunda mau kan nikah sama papa. Kata papa kalau mau jadi muhlim halus menikah. Ya bunda ya mau ya ??". Anin dibuat bingung dengan pertanyaan ar


"Sayang kamu kekamar ya sama mbak biar oma yang bujuk bunda"


"Beneran oma janji ya"


"Iya sayang". Ar menuju kamar bersama pengasuhnya


"huff..zayn, gadis pergi ninggalin kamu udah lama dan sampai sekarang tak ada tanda tanda akan kembali, keberadaanya pun kita tak tau. Sekarang bunda tanya kau mau atau tidak menikah dengan anin".


Semua orang dibuat tercengang dengan pertanyaan bunda soraya, pasalnya disitu masih ada keluarga anin serta benerapa tetangga

__ADS_1


"Bunda kenapa bilang gitu sih, gadis juga masih istriku bund kami belum bercerai bagaimana bisa aku menikahi anin"


"Kalau gitu ceraikan dia"


"Gak bisa gitu juga bunda". Zayn masih berusaha mengelak


"Apanya yang tidak bisa. Apa kau masih mau menunggu wanita murahan itu, apa kau tak mendengarkan keinginan putrimu?"


Zayn tak lagi bisa membantah


"Terserah bunda". Hanya itu jawaban zayn


"Gimana anin kamu mau nikah ama zayn? ini demi arletta"


"Anin gak bisa mutusin sekarang bunda anin minta waktu seminggu buat sholat istikharah".


Anin sebenarnya enggan menikah dengan zayn bukan karna tak lagi mencintai pria itu tapi lebih ke arah takut gagal sebab zayn yang tak pernah mencintainya.


Setelah dicecar dengan berbagai pertanyaan akhirnya keluarga anin pemit untuk pulang. Sampai dirumah


"Nak apa kamu mau menikah dengan zayn"


"Anin juga bingung umi, anin sebenarnya ingin menolak tapi anin tak sampai hati jika melukai perasaan bunda soraya apalagi jika ingat arletta hati anin bimbang umi"


"Umi sebenarnya juga kurang setuju karna sangat terlihat kalau zayn tidak menginginkan pernikahan itu. Menurut abah gimana?"


"Makanya anin bingung. Anin akan coba minta petunjuk dari Allah, apapun itu semoga yang terbaik buat anin. do'ain anin ya abah umi"


"Pasti sayang".


Setiap malam anin melakukan sholat istikharah berharap mendapat petunjuk dari sang maha kuasa tapi hingga hari keenam tak ada petunjuk apapun. Ini adalah malam terakhir, besok ia harus memberi jawaban pada bunda soraya mengenai lamaran itu. Setelah sholat anin bergegas untuk tidur dalam mimpi ia melihat seorang anak perempuan yang berada diatas perahu sendirian melambaikan tangan padanya, memanggil manggil dirinya dengan sebutan bunda.


Pagi hari ia memikirkan mimpi itu, apa mungkin ini petunjuk dari Allah untuk ia menerima lamaran itu demi arletta. Setelah sarapan ia membicarakan soal mimpi itu pada kedua orang tuanya


"Gimana menurut pendapat umi sama abah"


"Kok umi tetep gak rela ya. Umi punya firasat gak baik. Astaghfirullahal adzim umi kok jadi suuzon gini ya"


"Kalau abah terserah anin aja. Kalau anin yakin ya terima aja. Tapi jangan lupa pasti ada resiko kalau anin terima lamaran itu, bisa jadi zayn belum mau menganggap kamu istri nantinya atau bahkan kalau gadis datang lagi kamu juga harus siap antara berjuang atau melepas"


"Kalau anin menerima lamaran itu demi arletta apa salah bah? jujur anin takut"


"Enggak salah nak, nanti perlahan lahan juga lalian akan bisa saling menerima".

__ADS_1


Anin memantapkan hati "Umi ridhoi pilihan anin ya",


"Iya sayang umi akan selalu berdoa yang terbaik untuk anak kesayangan umi"


Dengan segala keyakinan hati anin menyetujui pernikahan itu demi arletta. Setelah pembicaraan serius itu bunda dan ayah meninggalkan zayn dan anin berdua diruang tamu


"Kenapa kau menyetujui"


"Karna Allah dan juga karna arletta"


"Kau yakin ?" zayn seolah olah meremehkan dirinya


"Zayn kuberi tahu sesuatu. Aku menerima pinangan bunda setelah aku melakukan sholat istikharah. Bukan semata mata karna aku menyukaimu. Jadi tolong jangan salah paham, mari kita akhiri perselisihan ini aku lelah zayn"


"Terserah aku tak perduli mau kau menerimanya karna arletta atau hal lain. Tapi ingat satu hal jangan berharap lebih dari pernikahan ini". Zayn pergi meninggalkan anin seorang diri


POV ANIN


Dimana kau yang dulu zayn, aku juga tak ingin berada disituasi ini, aku tak ingin selalu kau salahkan. Tapi setiap kali aku berusaha menjelaskan tak sedikitpun kau percaya.


Apa sebegitu buruknya aku dimatamu, tak bisa kah kau melihat kebenarannya, Apa persahabatam kita sejak kecil tidak bisa membuatmu yakin padaku. Aku kecewa padamu zayn ternyata kedekatan kita selama ini belum bisa membuatmu mengenal diriku yang sesungguhnya.


Rumah tangga seperti apa yang akan kita jalani nanti zayn?. Tak bisakah sedikit saja kau melihatku?. Akankah rumah tangga kita nanti bisa bertahan ?.


POV End


Anin terdiam diruang tamu sendirian sampai seseorang membuatnya terkejut


"Bunda, bunda kapan datang kenapa gak nyali al"


"Bunda tadi lagi ngobrol ama papa dan oma opa sayang"


"Bunda al kangen". Gadis cantik itu bergelayut manja dipangkuan anin


"Bunda juga kangen banget sama ar"


"Bunda amang benel kalau bunda mau nikah sama papa?"


"Insyaallah sayang. Ar suka gak"


"Suka banget bunda holleee akhilnya al punya bunda"


Gadis kecil itu bersorak gembira hal itu meyakinkan anin untuk menikah dengan zayn. Meskipun zayn tak menganggapnya nanti, setidaknya dia mempunyai arletta sumber kekuatan serta keyakinannya akan pernikahan yang akan terjadi. Semoga tak ada badai yang menerpa rumah tangganya nanti

__ADS_1


Happy weekend readers


Semoga selalu diberi kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa. 😗


__ADS_2