
Minalaidzin walfaidzin buat seluruh keluarga besar noveltoon Mohon maaf lahir dan batin.
Terimakasih buat para pembaca yang masih setia sama cerita recehan author
Benaran yah ini juga rumah rafka"
"Iya sayang". Mereka berdua menuju kekamar yang berada dilantai tiga rumah itu. Iqbal membuka pintu, kamar dengan nuansa spiderman. Spiderman adalah tokoh fiksi kegemaran rafka
"Makasih ayah, rafka suka kamarnya ayah tau aja kalau rafka suka spiderman"
"Iya dong. Ya udah kamu istirahat ayah mau ngambil koper dibawah sekalian nunjukin kamar buat bunda"
"Emang kamar ayah sama bunda mana"
"Itu yang diujung. Kalau sebelah kamar rafka ini ruang kerja ayah nah yang itu kamar kak indah"
"Rafka berani kan?"
"Berani dong ayah, rafka kan cowok". Iqbal mengusap rambutnya dan segera turun untuk mengajak anin kekamar. Sedang dibawah anin sedang duduk dikursi pijat yang ada diruang keluarga. Iqbal memeluknya dari belakang dan meremas pelan bukit kembarnya
"Abang jangan gitu nanti dilihat orang"
"Kekamar yuk bund, nanti ayah pijitin"
"Ayo bunda juga pengen istirahat". Sampai dikamar anin melepas pakaian yang menempel ditubuhnya dan menggantinya dengan daster rumahan berbahan satin sebatas lutut yang nyaman untuk digunakan tidur
Iqbal dibuat kelimpungan, karna ini kali pertama anin memakai baju seperti ini. Dapat iqbal lihat kulit putih mulus itu begitu menggoda iman. Hari ini ia melihat istrinya begitu sexy, apa mungkin efek dari puasa beberapa hari entahlah iqbal sendiri tak tau
"Sayang". Anin yang semula ingin tidur kembali membuka mata
"Apa abang?"
"Kamu cantik banget". Iqbal mengelus pelan pahanya
"Abang udah gak usah jail". Kecupan kecupan mesra dipunggung polos itu membuat sensasi luar biasa
Iqbal mel*** pelan bibir manis yang selalu membuatnya candu itu, semakin lama ciuman itu semakin menuntut. Satu ******* lolos kala bibir itu menyesap lehernya dan meninggalkan jejak merah disana. Tangan iqbal dengan perlahan membuka tubuh bagian atasnya. Menyusuri pelan pelan turun dan bertemu dengan bukit indah nan menggoda. Iqbal menurunkan tali b** dan membuka penutupnya. Sensasi luar biasa anin rasakan seperti ribuan kupu kupu menggelitik perutnya bagian bawah.
"Anin diatas bang". Iqbal dengan semangat menerima servis memuaskan itu. Kini giliran anin yang menggodanya,meninggalkan jejak merah dileher dan dada iqbal
Pelan pelan benda pusaka itu diarahkan kedalam guanya. Mereka berdua sama sama mendesah. Anin menggoyang pelan pinggulnya, entah sudah berapa kali ia mendapatkan pelepasan yang pasti anin dibuat tak berdaya lagi oleh iqbal. Siang hari yang seharusnya digunakan untuk istirahat justru mereka gunakan untuk berkeringat. Sungguh sadis kalian berdua.
Setelah kejadian itu semuanya mulai berangsur membaik, kondisi iqbal sudah pulih ia sudah bisa kembali kekantor meski hanya sekedar mengecek laporan karna anin belum mengizinkannya untuk terlalu memporsir tubuhnya
__ADS_1
"Nanti siang ayah gak usah pulang bunda aja yang ngantar makan siangnya soalnya sekalian mau ngecek keadaan cafe". Pembicaraan terjadi dimeja makan saat sarapan
"Iya bunda tapi nanti rafka gak dijemput bunda gak papa?"
"Gak papa ayah nanti rafka pulang sama om ican aja". Ican adalah salah satu bodyguard yang menjaga rafka. Iqbal sengaja memberikan pengawalan pada anak dan istrinya. Iqbal meerintahkan masing masing satu orang untuk pengawal pribadi dan belum termasuk pengawal bayangan yang mengintai dari jauh.
"Ya udah berarti bunda sama ujang ya, kakak sama ayah aja nanti berangkatnya sekalian ayah kekantor"
"Oke ayah".
Sedang ditempat lain orang tua riska menjemput putrinya untuk dibawa pulang. Sebab kondisi mentalnya yang memprihatinkan, riska sama sekali tak bisa diajak bicara.
Ia sering berteriak teriak meminta ampun dan hanya bisa tenang saat dipeluk oleh ibunya atau disuntik dengan obat penenang. Miris melihat kondisinya hanya saja itu semua berawal dari kesalahannya sendiri.
Siang ini setelah hampir dua minggu dirumah riska mengalami demam, ia meringkuk sambil memegangi perutnya. Karna saat ditanya ia tak menjawab akhirnya orang tuanya memanggil dokter karna takut terjadi hal hal yang tak diinginkan
"Bagaimana kondisi anak saya dok"
"Kalau dari gejalanya sepertinya nona riska tengah hamil nyonya". Orang tuanya jelas syok, sang ayah tak terima jika putrinya hancur
"Anda jangan main main saya bisa saja menuntut anda". Ayah riska menarik kerah kemeja dokter paruh baya itu
"Tenang pak ini baru pekiraan saya, untuk lebih jelasnya silahkan anda bawa kespesialis kandungan".
"Selamat siang pak iqbal"
"Iya selamat siang pak jo". Jonathan adalah ayah riska salah satu rekan bisnis iqbal. Iqbal menanam saham cukup besar diperusahaan jonathan dibidang periklanan
"Maaf mengganggu anda apa kita bisa bertemu siang ini"
"Tentu saja pak"
"Baiklah, dimana kita bisa bertemu"
"Dikantor saya bagaimana, kebetulan ada yang ingin saya bahas dengan anda mengenai pekerjaan"
"Baik pak iqbal saya akan kekantor anda setelah jam makan siang"
"Iya pak jo". Panggilan berakhir bertepatan dengan pintu ruangan yang dibuka
"Assalamualaikum abang"
"Wa'alaikumsalam masuk sayang"
__ADS_1
"Abang lagi sibuk ya". Anin bertanya sebab iqbal hanya menoleh padanya dan kembali fokus pada laptopnya
"Enggak kok ini abang cuma lagi ngecek laporan karna nanti setelah jam makan siang ada rekan bisnis abang mau kesini"
"Oohh..udah selesai belum"
"Udah nih. Tumben datangnya cepet banget"
"Iya bang anin lagi bosen dirumah, rafka pulang sekolah dijemput umi, kalau indah pulangnya sore anin kan jadi bingung mau ngapain dirumah kalau anak anak gak ada"
"Emm jadi bingung, gimana kalau kita buat satu lagi aja biar bunda ada temennya". Iqbal menghampiri anin dan menarik pinggangnya mesra
"Malu bang nanti ada yang liat"
"Biarin aja lagian sama istri sendiri siapa juga yang berani ngelarang". Iqbal lagi lagi menggodanya
"Kita makan siang dulu ya bang"
"Bunda mah ngerusak suasana, baru aja ayah pengen mesra mesraan"
"Tenang nanti bunda yang diatas". Mendengar kata kata sang istri iqbal langsung semangat
"Beneran ya bund sampai keluar ya". Entah apa yang dimaksud keluar oleh kedua manusia itu yang jelas hanya mereka berdua yang tau
"Beres ayah sekarang makan dulu". Anin menata makanan dimeja
"Suapin ya bund"
"Iya bayi besar......". Iqbal yang gemas mengecup pipi anin yang masih tertutup niqab
"Bund buka aja cadarnya ayah udah kunci kok pintunya". Anin menuruti perintah sang suami, dengan cekatan ia mengambil makanan dipiring dan menyuapi iqbal. Setelah makan siang tentu saja iqbal menagih janji anin tadi
"Ayo bunda katanya mau diatas"
"Emang ayah gak malu kita disini mainnya"
"Kata siapa disini, ayah punya kamar". Iqbal menarik tangan sang istri menuju kamar yang berada diruangan itu dengan pintu yang disamar seperti etalase buku sehingga orang tak menyadari jika sebenarnya itu adalah sebuah kamar.
Happy readding readers
maaf baru bisa up soalnya lagi sibuk persiapan lebaran
Happy ied mubarrakh
__ADS_1