Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Bunda soraya


__ADS_3

Hari hari bunda soraya lalui dengan berat. Putranya tak kunjung sadar padahal dokter mengatakn jika tak ada luka dalam yang serius meski tubuh bagian luarnya penuh luka.


Cucu perempuannya pun tak kunjung sembuh. kondisi tubuh kecilnya masih belum setabil terkadang tiba tiba panas hingga mengalami kejang kejang.


Sebenarnya saat bunda menelpon zayn sebelum kecelakaan itu terjadi ia mengatakan bahwa baby arletta mengalami kejang kejang hal itu menyebabkan zayn menjadi panik dan akhirnya kecelakaan itu terjadi.


Terbersit rasa menyesal dalam diri bunda soraya mengapa ia langsung mengatakan kondisi baby arletta pada zayn, tapi semua itu sudah terlanjur terjadi.


Bunda soraya tak pernah pulang kerumah segala keperluannya akan diantar oleh sang supir. Sedangkan gadis, wanita itu masih saja santai bahkan sesekali ia pergi meninggalkan sang putri cukup lama dan hanya bersama perawat.


Bunda tak tau ada keperluan apa gadis pergi dalam waktu yang cukup lama ataupun pergi dengan siapa dan kemana. sebab tak ada waktu untuk menyelidiki itu semua.


Hari harinya dihabiskan mengurus zayn dan cucu tersayang sedangkan ayah andi menggantikan zayn sementara di perusahaan.


Orang tua gadis tak bisa menggantikan sebab kondisi ayahnya yang juga sakit sakitan serta sang adik yang masih duduk dibangku SMA.


Kabar kecelakaan zayn dan sakitnya baby arletta sampai ditelinga anin, karna saat ia lewat didepan ruangan dika ia tak sengaja mendengar percakapan dika dan yang ia perkirakan adalah bunda soraya ditelpon.


Ia lantas mencari tau dimana baby arletta dan zayn dirawat. saat sudah mengetahui ia langsung menuju rumah sakit.


Saat dijalan menuju rumah sakit ia mampir ke supermarket membeli banyak keperluan seperti susu formula, diapers dan beberapa pakaian yang nyaman untuk anak sahabatnya itu. Tak lupa ia juga membeli buah buahan serta membawa makanan untuk bunda soraya.


Sekitar 30 menit ia sampai dirumah sakit.


"Permisi mbak saya mau tanya ruangan atas nama arletta putri abraham dimana ya". Anin bertanya pada resepsionis rumah sakit


"Maaf dengan ibu siapa?". Perawat itu bertanya sebab melihat penampilan anin yang memakai cadar ia tak ingin terjadi apapun pada salah satu pasien VIPnya


Anin yang tak mau ambil pusing lantas mengeluarkan KTPnya "Saya masih saudara dari bunda soraya nenek dari arletta".


Perawat yang melihat tak ada yang mencurigakan dari gelagat anin lantas memanggil salah satu temannya untuk mengantar anin keruangan baby arletta


"Silahkan, perawat ini akan mengantar anda sampai ruangan". lantas anin mengikuti dan sampai diruangan


tok tok tokkk


"Assalamualaikum". Anin masuk dan melihat bunda soraya sedang tertidur sambil duduk disamping baby ar yang sudah bangun sejak tadi.


Anin yang melihat wajah lelah bunda soraya akhirnya mendekat kearah ranjang

__ADS_1


"Assalamualikum cantik udah bangun dari tadi ya ?. Ohh udah penuh popoknya ya udah kita ganti dulu ya tapi cantik gak boleh nangis nanti tante kasih susu oke". Anin mengajak baby ar bicara sedangkan sang baby hanya diam sambil bergerak gerak tak nyaman.


Anin membuatkan susu dan diberikan pada baby ar setelah itu dengan cekatan ia menggantikan popok tanpa sedikitpun merasa jijik. ia juga membalur tubuh baby ar dengan minyak telon agar merasa hangat.


Bunda soraya yang sedang tertidur terkejut merasakan ada pergerakan diatas ranjang baby ar


"Anin". Bunda terkejut


"Iya bunda. Kalau bunda capek istirahat aja dulu ar biar anin yang jaga". Anin tak tega melihat bunda yang kurang tidur


"Bunda udah gak ngantuk kok".


"Udah bunda tidur aja mumpung anin disini".


Bunda soraya tersenyum "Makasih sayang. Bunda mau lihat kondisi zayn dulu".


Lantas bunda menuju kamar sang putra, masih belum ada tanda tanda zayn untuk sadar padahal seluruh organ fitalnya berjalan normal.


Ia lantas membersihkan diri, berganti pakaian dan kembali kekamar baby ar. bunda melihat anin yang mengajak bicara baby ar sesekali ia menoel noel pipi gembulnya.


"Kamu udah dari tadi datangnya kok bunda sama sekali gak denger ya".


Anin lantas berdiri dan membuka kotak makan yang ia bawa dari cafenya


"Bunda makan dulu ini anin bawain makanan. Bunda harus jaga pola makan supaya gak ikut sakit". Snin meletakkan kotak makanan beserta sendok serta air putih hangat


"Makasih sayang". Bunda soraya terharu melihat ketulusan anin. Andaikan yang jadi menantunya adalah anin ia tak akan serepot ini.


laju mikir yang dak jelaskan. Emang dasar anak kau bae yang buyan


Anin mengangguk dan tersenyum. Bunda makan dengan lahap. Biasanya ia akan menunggu baby ar tertidur baru bisa makan, tapi saat ini ia bisa makan dengan tenang tak terburu buru.


Anin berada dirumah sakit hampir seharian tak sekalipun ia melihat gadis


"Bunda apa tak ada yang menggantikan bunda untuk menjaga zayn dan arletta".


"Tak ada sayang". Bunda membuang nafas kasar


"Ayah menggantika zayn diperusahaan, sedangkan gadis entah kemana dia seharian ini sampai sekarang belum datang. Biasanya dia yang menjaga arletta dan bunda yang menjaga zayn. tapi tadi pagi ia menelpon katanya ada urusan sebentar tapi sampai sekarang belum juga sampai sini".

__ADS_1


Anin hanya manggut manggut sebagai jawaban. ia tak berani banyak bertanya sebab itu bukan ranah dia.


Sebelum pulang ia juga menyempatkan diri melihat kondisi zayn barang sebentar.


Dan dimana gadis, wanita itu saat ini sedang bersenang senang dengan teman temannya diapartemen yang dibelikan zayn saat mereka masih pacaran dulu.


Mereka mengadakan pesta se*xs dan miras bahkan narkobapun ada. tak perduli apapun yang terjadi.


Hingga esok hari saat mereka semua sadar satu persatu meninggalkan apartemen hingga tersisa gadis dan dua orang temannya


"Gimana lo masih mau bertahan ama laki lo yang sampai sekarang gak sadar sadar itu". Tanya salah satu temannya


"Santai aja dulu. sekarang masih bisa gua manfaatin duitnya tar kalau udah gak guna bakal gua tinggalin kok". Jawab gadis enteng dan disambut gelak tawa oleh teman temannya.


Pagi ini anin datang kerumah sakit membawakan keperluan bunda dan baby ar. Ia juga memasak makanan sehat untuk bunda soraya toast selai alpukat dan telur untuk sarapan.


Ia menjaga baby ar saat bunda mandi hingga sarapan selesai


"Makasih sayang udah bawain bunda sarapan dan bantu jaga arletta".


"Iya bunda sama sama nanti setiap hari anin bakal bawain bunda sarapan supaya bunda gak ikutan sakit".


"Gak perlu repot repot nak bunda bisa minta tolong orang rumah untuk bawain makanan atau beli dikantin juga bisa".


"Gak apa apa bunda biar sekalian anin bisa jaga arletta kalau bunda lagi sarapan. Pokoknya bunda harus nurut apa kata anin".


"Iya iya sayang makasih ya".


"Jangan bilang makasih bunda, anin kan anak bunda juga".


Obrolan terus berlanjut sampai tiba tiba ada seseorang membuka pintu dengan cukup kasar hingga membuat baby ar terkejut dan menangis


"Kau !tidak bisakah kau tidak membuat masalah". untuk pertama kalinya bunda membentak seseorang.


hemmm kira kira siapa ya yang datang


ada yang bisa tebak ?


jawab dicoment ya

__ADS_1


lope lope all 😗


__ADS_2