
Wanita yang baru saja datang ternyata adalah gadis. Ia datang dengan penampilan acak acakan, serta tubuh yang bau alkohol.
"Wahh..ternyata ada calon maduku". Bau alkohol menguar
"Gadis apa yang kau perbuat, kenapa kau seperti ini nak ya Allah"
"Halo bunda, aku tidak melakukan apa apa, aku hanya bersenang senang, karna disini sangat membosankan".
"Tapi seharusnya kau menjaga putrimu dan suamimu tapi kenapa kau malah seperti ini". Bunda masih saja sabar
"Mereka sangat merepotkan bunda. Aku malas mengurusnya, dia itu suami seharusnya dia memanjakanku bukannya malah merepotkanku dan menjadikan aku pembantu. Lebih baik aku pergi bersenang senang"
"Kau ! Dasar perempuan tak tau diuntung!. Sekarang pergilah, sebelum aku memanggil keamanan untuk mengusirmu. Kau sungguh menjijikkan !. Hardik bunda
"Ya ya ya bunda sayang..aku pasti akan pergi. Tapi apa imbalannya untukku".
"Kau !. Dasar tidak tau diri"
"hei jaga ucapanmu wanita tua!. Aku menikahi putramu juga karna dia kaya kalau tidak mana mungkin aku mau dengan pria payah sepertinya. Sekarang berikan aku uang kalau tidak maka aku akan membawa cucu tersayangmu ini dan menjualnya pada orang!".
"Jangan pernah kau macam macam dengan cucuku atau kau akan tau akibatnya!".
"Kau itu seorang ibu, dan arletta adalah putrimu bagaimana bisa kau berfikir untuk menjualnya. apa tak ada sedikitpun rasa sayang dihatimu untuknya". Imbuh anin
"Diamlah wanita bodoh aku sedang bernegoisasi bukan ingin mendengar ceramahmu!. Bagaimana bunda apa kau punya penawaran lain ?",
"Baiklah tunggu sebentar".
Bunda yang tak ingin lebih lama berdebat lantas menelfon ayah andi meminta izin untuk mencairkan sejumlah uang. satu milyar nominal yang dikirim bunda ke nomor rekening gadis
"Apa kau puas sekarang"
"Lumayan juga. Baiklah aku pergi by by". Gadis pergi meninggalkan sang putri serta suaminya yang belum sadar.
Bunda menangis tersedu bukan karna kehilangan uang melainkan sedih memikirkan nasib cucunya yang tak merasakan kasih sayang seorang ibu serta apa yang akan ia kataka pada putranya jika sadar nanti, akankah zayn percaya dengan apa yang ia katakan.
Hari demi hari terus berganti, sudah seminggu anin tak pernah absen untuk menjenguk baby arletta serta membawakan makanan untuk bunda, sesekali ia akan menjenguk zayn sekedar membacakan ayat ayat Al-Qur'an serta mengajaknya bicara.
Anin tak tega pada bayi kecil itu. Ia mencurahka segala kasih sayang layaknya seorang ibu. Bayi kecil itu dapat merasakan ketulusan hati anin, saat anin tak ada ia sering menangis. Tapi saat berada dalam dekapan anin ia akan dengan mudah diam dan tertidur dengan lelap.
Abah dan umi datang untuk menjenguk zayn dan juga arletta yang hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Gimana keadaan zayn"
__ADS_1
"Entah lah ai, dokter bilang semua organ vitalnya berjalan normal tapi entah kenapa hingga kini ia tak kunjung sadar"
"Yang sabar berdo'a saja semoga zayn baik baik saja dan segera sadar".
Semua orang mengaminkannya.
"Bagaimana dengan arletta apa kau akan meninggalkannya dirumah hanya dengan pengasuh"
"Aku juga bingung ai. Ayahnya zayn harus kekantor dan aku harus menjaga zayn dirumah sakit. Pengasuh, apa ia bisa dipercaya. Bukan aku suuzon tapi jika tanpa pengawasan dariku itu juga berbahaya, sebab aku takut jika sewaktu waktu wanita gila itu datang".
"Kalau bunda izinin gimana kalau arletta anin yang jaga. Supaya bunda bisa sedikit tenang"
"Tapi mengasuh bayi itu sungguh repot sayang, apa kau tak keberatan ataupun merasa risih nantinya".
"Insyaallah enggak bunda. Pengasuhnya juga sekalian supaya kalau anin repot ada yang menggantikan tapi tetap dalam pengawasan anin".
"iya soraya lagian dirumah aku juga gak ngapa ngpain jadi bisa bantu buat jagain arletta. Boleh kan bah ?"
"Boleh dong, abah juga seneng nanti rumah kita jadi rame".
Abah sedari tadi sudah sibuk mengajak arletta bermain, meskipun bayi itu hanya memberikan respon senyum saat abah menunjukkan mainannya
Akhirnya anin membawa arletta pulang dan membawa serta pengasuhnya. Banyak hal hal baru yang dirasakan anin, terutama waktu tidurnya yang menjadi sedikit bahkan kadang malampun ia tak tidur. Tapi baginya tak masalah karna ia begitu menyayangi gadis kecil itu.
"Tuan anda bisa mendengar saya"
Perlahan lahan mata zayn terbuka
"Haus". Itu kalimat pertama yang keluar dari mulutnya meski hanya berupa gerakan bibir. Dokter membantunya untuk minum
"Anda bisa melihat saya denga jelas?" Tanya dokter dijawab anggukan zayn
"Apa anda merasakan sesuatu ?"
"kepala saya pusing dok" jawab zayn lemah
"Itu hal wajar karna anda sudah seminggu tak sadarkan diri. sekarang anda jangan terlalu banyak bergerak dan berbicara".
Lantas dokter beralih kebunda
"Kami akan melakukan pemantauan kondisi pasien dulu saat ini bu. Setela ini suruh pasien untuk makan dan meminum obat secara teratur. Kami permisi dulu".
"Silahkan dokter"
__ADS_1
Setelah kepergian dokter bunda memeluk dan mencium sang putra
"Alhamdulillah ya Allah akhirnya kamu sadar nak bunda takut terjadi sesuatu sama kamu"
"Bunda jangan khawatir zayn gak papa kok. Gimana kondisi arletta bund"
"Putrimu sudah sembuh, dia sudah pulang sejak kemarin. Kau juga harus segera sembuh agar bisa segera pulang".
"iya bunda"
Bunda dengan telaten menyuapi zayn membasuh tubuhnya dan mengganti pakaiannya. Bunda sedikit bersyukur sebab zayn tak menanyakan gadis, setidaknya ia bisa menceritakan semuanya nanti setelah zayn benar benar sembuh dan diperbolehkan pulang.
Sekitar pukul empat sore seorang dokter saraf dan dokter yang merawat zayn melakukan periksaan.
Saat kecelakaan terjadi kondisi kaki zayn terjepit itu menyebabkan saraf sarafnya bermasalah dan mengakibatkan ia mengalami lumpuh meski tak bersifat permanen. Syok sudah pasti tapi bunda berusaha menguatkan
"Bapak tak perlu khawatir kita hanya perlu melakukan therapy untuk melatih otot otot kaki agar bisa berjalan lagi. Tak akan lama mungkin sekitar satu bulan jika rutin melakukan therapy kaki bapak bisa segera sembuh".
"Dokter tidak bercanda kan, saya bisa jalan lagi kan dok ?"
"Iya pak pasti".
"Makanya nak kamu harus rutin therapy supaya bisa cepet sembuh"
"Iya bunda. Bunda temenin zayn ya zayn gak mau sendiri"
"Pasti sayang bunda akan temenin kamu sampai sembuh".
Sudah seminggu ini zayn melakukan therapy banyak perkembangan pada syarafnya sebab semangat serta kemauannya untuk sembuh sangat tinggi. Ia optimis untuk segera sembuh demi putri dan istrinya. Zayn belum juga tau jika sang istri pergi meninggalkannya dan putrinya.
Hari ini zayn diperbolehkan pulang tapi masih harus terus melakukan therapy kerumah sakit seminggu sekali. Sampai dirumah ia disambut sang putri yang berada dalam gendongan anin. Zayn sempat terkejut tapi ia masih diam.
Setelah semua masuk zayn memberanikan bertanya
"Bunda mana gadis kenapa dari tadi gak keliatan"
"Zayn bunda mau kasih tau kamu sesuatu tapi bunda mohon sama kamu jangan pernah mencari wanita itu setelah kamu dengar cerita bunda".
"Ada apa bunda"
"Huhhhh..bunda membuang nafas kasar kemudian bercerita dimana saat itu gadis datang pagi hari setelah kemarin seharian ia tak menunjukkan batang hidungnya, ia datang dengan tubuh yang berbau alkohol, bunda juga menceritakan dimana gadis meminta sejumlah uang kalau bunda tak memberinya maka arletta akan ia jual pada orang. Bunda tak mungkin membiarkan hal itu lantas memberinya uang satu milyar sebagai gantinya.
Happy readding readers 😗
__ADS_1