
Anin sudah berjanji dalam hati ia tak akan lagi menoleh kebelakang apapun yang terjadi.
Ia hanya ingin fokus membesarkan rafka dan mengelola usahanya untuk masa depan putranya. Ia tak mau mengharapkan apapun dari zayn. Karna bagaimanapun pernikahannya dengan zayn hanya siri. Secara hukum apabila ia menuntut hak juga ia tak akan memiliki bukti yang kuat sebagai landasan.
Rafka tumbuh dalam bimbingan ilmu agama yang baik. Sikapnya sopan meski pada anak yang umurnya lebih muda darinya.
Anin selalu mengajarkan untuk saling menghargai dan mengayomi dengan yang lebih kecil. Tidak salah jika diusianya yang baru 2 tahun rafka begitu dewasa.
Setiap akhir pekan zayn kerap menjemputnya hanya untuk sekedar jalan jalan berdua.
Sedangkan kehidupan pribadinya kini berantakan. Pria itu kini sedang berusaha menata istri dan anak pertamanya.
Dulu ia sempat tak percaya jika gadis memiliki tabiat yang buruk, tapi kini perlahan ia mulai merasakan jika apa yang dulu dikatakan bunda benar adanya tentang gadis yang tak baik.
Gadis kerap kali keluar malam, tak memikirkan putrinya. Gadis telah melahirkan anak keduanya berjenis kelamin perempuan dan diberi nama Anggika putri abraham.
Ia bahkan sering tak pulang kerumah. Entah kemana ia pergi, alhasil anggika selalu diasuh oleh baby sitter.
Sedang arletta gadis yang beranjak remaja itu begitu bebas seperti mamanya. Kerap kali pulang malam dengan alasan kerja kelompok padahal ia hanya nongkrong tak jelas dengan anak anak jalanan padahal usianya baru 9 tahun.
Setiap hari zayn dipusingkan dengan urusan kantor, kedua anaknya dan juga istrinya.
Malam ini arletta kembali berulah. Ia tertangkap polisi yang sedang patroli karna sedang duduk dengan beberapa anak jalanan yang suka melakukan balap liar.
Alhasil zayn harus mengurus dan menjaminkan dirinya agar arletta bisa bebas
"Papa gak mau tau mulai besok kamu gak boleh keluar lagi. Semua fasilitas akan papa cabut dan kamu harus pergi kepondok pesantren. Papa udah gak sanggup ngatur kamu"
"Aku gak mau pa disana itu orangnya norak norak"
"Terserah papa gak perduli dan papa juga gak menerima penawaran".
Saat sampai rumah ia kembali dibuat emosi kala istrinya pergi keluar tanpa izin padanya
"Pergi dengan siapa dia tini?"
"Dijemput tuan. Tapi orangnya gak keluar dari mobil"
"Ya udah kamu istirahat aja sekarang". Anggika setiap malam akan tidur dengan pegasuhnya.
Sampai pukul 3 gadis belum juga pulang zayn lelah menunggu akhirnya memutuskan untuk tidur.
Esok harinya gadis pulang sekitar pukul sembilan. Ia terkejut mendapati zayn masih berada dirumah
"Dari mana kamu". Tak ada jawaban
"Punya mulut gak buat jawab".
"Dari rumah temen"
"Sampai pulang pagi begini. Apa kamu pikir kamu itu masih single. Anak kamu udah dua, suami kamu juga perlu di urus. Gini cara kamu.
__ADS_1
"Udah deh mas gak usah berlebihan gitu. Yang penting kan aku masih pulang"
"Bagus ya berani jawab gitu". Plakkk satu tamparan zayn layangkan untuk istrinya
"Nyesel aku lebih milih kamu daripada anin"
"Iya bandingin aja terus sama perempuan itu"
Zayn yang malas menanggapi pergi membawa arletta untuk diserahkan dipondok pesantren. Perdebatan juga sempat terjadi antara zayn dan arletta tapi bagaimanapun ar harus tetap menuruti kehendak papanya.
Hari demi hari zayn lalui dengan berat. Sekuat tenaga ia berusaha merubah istrinya untuk menjadi lebih baik agar pernikahannya tak lagi gagal.
Tapi yang ada semakin zayn mengekang sejuta cara juga gadis lakukan agar terbebas. Suatu ketika gadis tiba tiba berubah, ia menjadi istri penurut tak pernah keluar tapi nyatanya itu hanya untuk mengelabuhi zayn.
Hingga puncaknya din tahun ini. Pada malam pergantian tahun bunda soraya dengan sengaja mengundang keluarga anin untuk acara makan makan dirumah.
Banyak sekali hidangan lezat tersaji. Zayn begitu antusias ini kali pertama ia akan duduk satu meja lagi dengan mantan istrinya itu.
Ia mempersiapkan diri sebaik mungkin. begitupun dengan gadis, sejak sore hari dia sudah sibuk memadukan dress, tas dan high hilss yang cocok dengan tema tahun baru
"Kau ini seperti akan pergi kemana saja. Berpakaianlah yang sopan tak perlu berlebihan seperti itu". Tapi gadis tak menanggapi.
Selepas waktu maghrib keluarga anin tiba
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam ya Allah ini cucu oma yang paling ganteng". Bunda soraya memciumi pipi hembul rafka. Dan rafka kini sudah berumur 4 tahun.
Mereka mengobrol dihalaman belakang rumah yang sudah dihias cantik. Rafka mengajak anggika bermain meski gadis kecil itu tak mau.
Tapi saat semua orang hendak makan malam tiba tiba gadis bertingkah
"Mas maaf aku gak ikut makan ya soalnya perut aku gak enak"
"Kamu kenapa? lagi dapet?". Jawab zayn sambil berbisik dan gadis hanya mengangguk
"Ya udah kamu kekamar aja". Gadis segera meninggalkan taman
"Lo zayn kemana istri kamu"
"Perutnya sakit bund biasa perempuan".
Bunda hanya berohria. Sejak tiba tadi anin tak pernah menganggapnya. Wanita itu hanya sibuk dengan rafka dan sesekali memainkan gawainya
"Sayang mau makan pakai ayam?"
"Boleh bunda tapi pakai sayur juga ya bund". jawab rafka
"Iya sayang". Anin mengurus rafka dengan cekatan, semua itu tak lepas dari pandangan zayn
Bunda dan umi aida melayani suaminya masing masing sedang zayn harus mengurus dirinya sendiri.
__ADS_1
Rafka tak begitu dekat dengan zayn sebab gadis yang melarangnya. Acara makan selesai
"Oh iya semuanya saya dan keluaga sebenarnya sekalian mau pamit"
"Pamit gimana maksudnya syur?"
"Jadi gini. Saya sekeluarga udah mutusin buat pulang kepalembang besok. Kami pindah kesana, pengen ngabisin sisa umur disana". Jawab abah sambil tersenyum
"Anin juga ikut".
"Iya. Anin ikut tapi dia masih bakalan sering kesini soalnya masih ada cafe yang perlu dipantau, yayasan juga perlu diperhatikan. Jadi semuanya biar anin yang ngelola kami cuma mau duduk manis sambil ngemong cucu". Timpal umi
"Yahhhh...oma bakalan susah dong ketemu rafka. Nanti kalau oma kangen gimana, rafka sini aja ya sama oma kan ada adik anggika juga".
"Rafka ikut bunda aja oma. Oma kalau kangen bisa telpon bunda, nanti juga kalau rafka liburan janji bakal main kesini". Kini rafka sudah bersekolah di paud
"Janji ya sama oma kalau libur sekolahnya main ke sini"
"Iya oma. Papa juga kalau kangen rafka boleh kok telpon bunda. Iya kan bund, papa boleh telpon rafka dihp bunda"
"Boleh sayang".
Semuanya terharu, bocah kecil itu secara tak langsung menyatukan kedua orang tuanya. Obrolan panjang terjadi hingga pukul 9 malam keluarga anin pamit pulang karna besok mereka akan berangkat pukul 7 pagi.
Pukul 5 pagi semua sudah sibuk dengan urusan masing masing tiba tiba anin mendapat telpon dari salah satu cabang cafenya yang berada didaerah lembang, jika acara pengangkatan manager baru dilakukan siang ini
"Lho bukannya acaranya masih seminggu lagi". Anin berbicara dengan salah satu karyawannya ditelpon
"Maaf bu, kan ibu sendiri yang minta acaranya dipercepat jadi hari ini"
"Masayallah saya lupa maaf ya, ya udah nanti saya datang. Jam berapa acaranya"
"Jam 1 siang bu"
"Iya, ya udah makasih ya udah ngingatin saya"
"Iya bu sama sama".Obrolan ditutup anin bingung harus bagaimana
"Bunda kenapa".
"Kalau rafka pergi dulu sama eyang kepalembangnya mau gak soalnya bunda lupa kalau siang ini ada acara dicafe"
"Lama gak bunda disini"
"Enggak sayang, kalau acaranya cepat nanti malam bunda langsung cari penerbangan. Tapi kalau lama besok pagi bunda janji udah berangkat nyusul rafka"
"Ya udah gak papa rafka berangkat sama eyang uti aja. Bunda hati hati ya"
"Iya sayang"
Anin bergegas menemui orang tuanya untuk mengatakan hal ini.
__ADS_1