Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Kejutan nina


__ADS_3

Hari ini nina mengunjungi dika di cafe milik anin


tok tok tok


"Masuk", terdengar jawaban dari dalam


"Assalamualaikum calon imam".


"Wa'alaikum salam calon makmum".


Nina lantas menghampiri dika dan mencium tangannya layaknya seorang istri.


Dika sempat dibuat terkejut dengan tingkah nina tapi sesaat kemudian ia tersenyum bahagia


"Tumben masih pagi udah kesini emang gak kuliah".


"Emang gak boleh kalau pagi pagi aku kesini". Nina pura pura merajuk


"Bukan gitu sayang aku cuma gak mau kalau sampai kamu bolos cuma demi aku. Lagian bentar lagi juga kamu wisuda jadi harus lebih giat belajar supaya cepet selesai kuliahnya".


"Iya hubby sayang makasih udah diingetin. Lagian hari ini aku gak ada jadwal bimbingan jadi aman terkendali. Hari ini aku pengen ngajak kamu kesuatu tempat".


"Kemana sayang. Aku mau aja tapi kerjaan aku gimana gak enak ama anin belum apa apa udah izin".


"Tenang hubby soal anin itu urusan aku".


"Ya udahlah kalau ibu negara sudah berkata hamba bisa apa". Padahal dalam hati dika begitu bahagia


Nina lantas menghubungi anin


"Assalamualaikum cantik lagi dimana".


(Wa'alaikum salam ini lagi otw ke cafe. Ada apa tumben)


"Aku boleh culik manager kamu gak".


(Boleh bawa aja kalau orangnya mau)


"Tentu saja dia mau"


(Ya ya terserah kau saja. Ya udah hati hati ingat belum halal)


"Beres ibu bos"


Selesai urusan dengan anin lantas nina menyerahkan kunci mobilnya


"Pak supir ku tersayang kita ke mall dulu ya tapi yang paling dekat aja"


"Baik laksanakan calon istri" nina hanya tersenyum menanggapi.


Sampai di mall ia menuju salah satu store penjual pakaian syar'i ia lantas mengambil satu gamis berwarna putih yang sangat cantik beserta jilbab


Lalu menuju kesalah satu store penjual kemeja dan jas ia langsung memilih kemeja putih dan jas hitam.


Dika yang kebingungan hanya mampu mengikuti nina

__ADS_1


"Sayang buat apa beli jas ama kemeja".


"Aku mau ajak kamu kesuatu tempat dan kamu cukup diam dan ikuti oke". Dika mengangguk patuh


Selesai dengan memilih baju ia langsung menuju salon yang masih berada di area mall. Ia meminta make up natural untuk acara formal


Begitupun dengan dika ia melakukan hair staylish sesuai keinginan nina. disalon menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 2 jam dan mereka segera menuju ke lokasi yang ditunjukkan nina.


Sebuah rumah minimalis dua lantai tapi cukup mewah dihias dengan sederhana didepan pintu ibu dika sudah menanti kedatangan putranya. Dika semakin dibuat bingung dengan keberadaan sang ibu.


"Buk ini ada apa".


"Sudah kamu masuk dulu nanti ibu jelaskan didalam"


Dika nina dan ibu lantas masuk didalam rumah terdapat banyak orang yang sebagian besar tidak ia kenal.


Ia terkejut karna melihat ada anin dan keluarganya, ayah andi dan bunda soraya, serta dua orang yang diyakininya adalah orang tua nina sebab melihat adanya kemiripan hanya zayn yang tak nampak


"Dika ini ayah bagas dan ibu fatimah mereka orang tua nina. dan hari ini kamu akan menikah dengan nina".


Dika tentu saja terkejut. Bukan ia tak mau segera menikahi nina tapi ia belum merasa mampu secara finansial. Ia takut tak bisa membuat nina bahagia karna itu.


"Buk tapi dika belum siap. Ibu tau bahkan dika baru saja bekerja sekitar 3 minggu".


Ayah bagas menyela


"Dika apa kamu tidak benar benar mencintai anak ayah"


"Bukan begitu om tapi dika tidak punya apa apa dika takut belum bisa membahagiakan nina secara finansial".


"Tapi apa nina mau menerimaku yang hanya orang bisa"


"Hubby dengarkan aku. Kita akan berjuang bersama mengarungi mahligai rumah tangga baik suka maupun duka. Sku menerimamu dengan segala kekuranganmu dan begitupun sebaliknya ku harap kau bisa menerima segala kekuranganku".


"Apa kau sudah yakin. Aku pasti tidak bisa memberimu kemewahan".


"Sungguh bukan itu yang aku harapkan. kau mencintaiku saja itu sudah cukup".


"Terimakasih sayang. Baiklah aku siap menikahimu".


semua orang tersenyum lega mendegarnya. acara ijab qobul sederhana itu berjalan dengan hikmat saat terdengar kata SAH maka berpindahlah tanggung jawab seorang ayah terhadap putri tercintanya.


kini laki laki yang semula hanya orang asing akan menggantikan tanggung jawab itu.


acara selanjutnya adalah sungkeman meminta doa restu kepada kedua orang tua dan dilanjutkan dengan berkenalan kepada anggota keluarga nina.


paman dan bibi nina begitu baik tak pernah sekalipun mereka memandang kasta.


"Ph iya ngmong ngmong siapa yang merencanakan ini semua". Dika sebenarnya sudah ingin bertanya sejak tadi


"Ibu dan orang tua nina, anin serta nina sendiri".


"Bagaimana bisa?"


"Tentu saja bisa hubby itu karna kau jarang ada waktu luang jadi kami merencanakan ini

__ADS_1


FLASH BACK


Nina sedang berkunjung kerumah dika sekedar ingin berjumpa dengan ibu dari sang kekasih meskipun kekasihnya sedang tak ada


Obrolan seru antara nina dan ibu dika terhenti kala mendengar ada orang mengucap salam.


Siapa sangka jika orang itu adalah ibu nina sendiri yang merupakan langganan kerupuk kulit milik ibu dika.


Nina lantas diinterogasi oleh sang ibu dan ia menceritakan tentang hubungannya dan dika.


Ibu fatimah yang sudah lama menjadi langganan kerupuk kulit milik ibu dika tentu sudah hafal dengan tingkah laku bocah laki laki itu


Ia begitu menyukai dika yang pendiam dan apa adanya tak pernah sekalipun memaksa sang ibu membelikan sesuatu hanya untuk mengikuti gaya seperti eman temannya


Dari situlah muncul ide untuk segera menikahkan dika dan nina.


Awalnya ibu dika sempat ragu sebab perbedaan kasta tapi ibu fatimah meyakinkannya untuk tak perlu mengkhawatirkan apapun, dan anin tanpa sungkan membantu dari segi tenaga bahkan materi. bahkan ayah nina langsung setuju setelah mendengar siapa calon suami anaknya


Akhirnya ibu didampingi beberapa orang seperti RT dan sebagainya berkunjung kerumah nina bahkan keluarga anin pun ikut hadir sebagai rombongan dari pihak laki laki untuk melamar sekaligus menentukan tanggal pernikahan.


Kesepakatan tercapai bahwa pernikahan akan dilaksanakan setelah surat surat pendaftaran nikah selesai.


Meskipun lamaran itu sangat sederhana tapi orang tua nina tak mempermasalahkan. Nagi mereka harta bukanlah patokan.


Mas kawinpun nina hanya meminta seperangkat alat sholat dan surah Ar-Rahman


sisanya adalah rencana nina dan anin untuk memberikan kejutan ini untuk dika


dan untuk tadi yang anin katakan bahwa ia sedang dijalan menuju cafe hanyalah bagian dari rencana agar dika tidak menyadari semuanya


FLASH BACK END


"Jadi kalian semua bersekongkol menipuku". Dika pura pura merajul


"Meskipun kami menipumu bukankah juga kau yang diuntungkan". Jawab anin


"Ya tentu saja. Sku ucapkan terimakasih untuk semua. dan khusus untuk ibu bos aku ucapkan teimakasih atas semuanya mulai dari memberiku tanggung jawab yang luar biasa soal cafe padahal kau tau aku belum memiliki pengalaman apapun sekarang bahkan kau membantuku dalam urusan cinta aku berhutang jasa padamu".


"Jangan seperti itu aku ikhlas membantumu. Jika ibumu tidak bertindak maka sampai saat inipun kau pasti masih menyadang setatus jomblo mengenaskan".


"Aku serius mengatakan terimakasih tapi kau masih saja meledekku. Tapi sekarang giliran aku yang mengataimu jomblo". Dika berkata sambil memeluk dan memgecup pipi sang istri hal itu tentu saja menjadi bahan tertawaan para keluarga


"Ya ya terserah kau saja". jawab anin pura pura kesal.


dalam hati ia begitu bahagia melihat dua sahabatnya bersatu dalam ikatan halal dan berdo'a dalam hati semoga bahagia selalu menyertai mereka berdua


udahan dulu ya kisah bahagianya sekarang segera siapkan tisu dan dan air putih


atau kopi juga boleh supaya asupan kafein terpenuhi jadi strong


biar kalau nangis bisa langsung dilap


kalau emosi jangan lupa langsung minum air putih


lope lope

__ADS_1


next up insyaallah besok pagi ya gengs kalau sempat


__ADS_2