
Mohon do'a dan dukungannya ya readers semoga novel author bisa lulus revew kontrak noveltoon 😗
"Al mau bunda". Hati anin menghangat, dunianya seakan beralih pada gadis kecil dihadapannya ini
"Oke anak bunda yang pintar sekarang kita sarapan yuk".
"Al mau makan masakan bunda"
"Boleh, ar mau bunda masakin apa?"
"Apa aja semua masakan bunda al suka". Anin tersenyum lantas menuntun gadis kecil itu menuju dapur. Semua orang menyaksikan interaksi keduanya, tak ada yang tidak terharu melihat ketulusan hati anin, kecuali zayn pria itu malah merasa muak. Ia menganggap jika anin hanya berpura pura agar mendapat simpati dari keluarganya.
Bubur quinoa dicampur labu. Quinoa adalah jenis biji bijian yang mengandung karbohidrat bebas gluten. Saat membuat bubur bisa dicampur labu kuning dan gula aren. Sangat sehat untuk menu sarapan anak.
Arletta memakan sarapannya dengan lahap
"Pelan pelan sayang nanti kesedak" anin mengusap ujung bibir arletta dan setelah selesai
"Sayang bunda pamit kerja dulu ya. Ar dirumah sama oma opa dan mbak tini"
"Al mau ikut bunda"
"Boleh aja, tapi coba tanya papa boleh gak"
"Al gak mau, al malah sama papa, papa suka bohong"
"Ar gak boleh gitu nak". Anin menegur arletta
"Tapi bunda..."
"Udah sana coba pamit ama papa boleh gak"
"Pa, al boleh ikut bunda gak?"
"Boleh sayang tapi disana jangan nakal ya, ganti dulu bajunya sama mbak"
"Siap papa". Arletta berlari kearah kamar diikuti pengasuhnya. Diruang tamu tinggallah anin, bunda dan zayn
"Ini semua karnamu, andai kau bisa memcegah istriku pergi maka putriku tak akan pernah kehilangan sosok mamanya dan tak perlu mencari perhatian dari orang lain sepertimu".
__ADS_1
"Zayn, anin tak salah tapi gadis yang memang berniat pergi meninggalkan kamu"
"Bunda gak perlu membela wanita ini. Aku muak melihatmu, percuma kau memakai penutup wajah jika sikapmu menjijikkan".
Plakkkk
Satu tamparan dilayangkan anin
"Selama ini aku diam, tapi bukan berarti kau boleh menghinaku sesuka hatimu. Aku diam saat kau menyalahkanku karna tak mencegah istrimu pergi, tapi pernahkah kau bertanya kenapa aku tak mencegahnya, pernahkah kau mencari tau kebenarannya. Tidak, kau tetap pada pendirianmu seolah olah istrimu yang paling benar. Sekarang aku tanya jika ibumu dihina oleh orang lain apa kau terima? apa kau akan diam saja?. Aku biarkan gadis pergi itu juga karna aku merasa sakit hati dia menghina bunda soraya, tapi jika kau masih menganggapku salah terserah padamu, Aku capek zayn. Tapi ingatlah satu hal, jangan pernah kau menghina keyakinanku karna kau belum tentu lebih baik dariku.!"
Zayn terdiam cukup lama
"Apa kau pikir aku memanfaatkan situasi ini agar bisa dekat denganmu. Kau salah, benar jika aku memang menyukaimu aku akui itu tapi aku tak akan berbuat serendah itu hanya untuk bersamamu. Setidaknya aku masih mempunyai harga diri".
Setelah perkataan panjang lebar anin tiba tiba arletta sudah siap dengan berbagai perlengkapan
"Ayo bunda". Anin yang terkejut menyeka setetes air matanya
"Ayo sayang". Anin lantas berpamitan pada bunda dan pergi begitu saja tanpa menganggap zayn. Setelah anin dan arletta pergi
"Zayn ingatlah satu hal, yang kau lihat baik itu belum tentu yang sebenarnya tapi yang kau anggap buruk itu juga belum tentu kebenarannya. Jangan sampai nanti kau menyesal". Setelah mengatakan itu bunda pergi meninggalkannya.
Tak ada kepastian soal siapa yang benar dan siapa yang salah semua informasi seolah ada yang menutupi bahkan keberadaan gadis hingga kini belum bisa dilacak.
Sedangkan arletta dan anin semakin hari semakin dekat bahkan arletta sudah seperti putrinya. Ar kerap ikut anin kecafe sebab ia memiliki teman disana yaitu yusuf anak dari nina yang sering diajak sang mama kecafe untuk sekedar mengantar makan siang papanya.
Nina sudah mendengar cerita tentang gadis yang pergi meninggalkan rumah serta sikap zayn pada anin. Nina tak habis fikir kenapa zayn bisa sebodoh ini, nina juga cukup terkejut ternyata selama ini zayn tak pernah sekalipun menyelidiki latar belakang gadis.
Begitulah hari hari yang dilalui anin. Arletta bahkan tak sekalipun menanyakan dimana keberadaan gadis, padahal anin kerap kali menginngatkan ar tentang ibu kandungnya, tapi bocah kecil itu seakan tak perduli.
Hari ulang tahun arletta yang keempat tahun tinggal beberapa hari lagi, anin menyarankan untuk mengadakan pengajian serta sedekah pada anak yatim piatu terlebih dulu setelah itu jika ingin diadakan pesta itu terserah keluarganya.
Mendengar usulan sang bunda, arletta langsung setuju. pengajian diadakan pada tanggal kelahirannya sedangkan acara ulang tahun ia tak mau. Ia hanya ingin berbagi dengan teman teman sebayanya.
"Papa, al boleh minta sesuatu gak"
"Apa sayang ar minta hadiah apa dari papa"
"Tapi papa jangan malah ya"
__ADS_1
"Iya sayang papa gak akan marah"
"Al pengen bunda tinggal sama kita. Jadi al bisa tiap hali ketemu bunda, bisa bobok baleng bunda Tapi kata bunda gak boleh kalna papa sama bunda bukan muh..muh..apa ya pa al lupa"
"Mukhrim sayang"
"Ahh..iya muhlim. Papa cepet buat bunda muhlim bial al bisa bobok sama bunda dong".
Secara tak langsung ar ingin zayn dan anin menikah. Semenjak hari dimana zayn memaki anin mereka berdua layaknya orang asing. Anin sudah lelah dengan zayn, niatnya ingin membantu justru disalah artikan oleh zayn. Sikap zayn juga terkesan dingin padanga meskipun mereka berdua kerap terlibat interaksi karna adanya arletta
"Emang ar gak mau nunggu mama gadis aja. mama gadis kan mama yang ngelahirin ar"
"Gak mau ah pa, mama gadis gak sayang sama al"
"Kata siapa mama gadis gak sayang ar, tentu mama sayang banget sama ar"
"Bunda seling bilang gitu ama al, tapi kalau mama sayang al kenapa pelginya lama"
Hati zayn mencelos dalam hati ia berkata "sayang lihatlah putri kita, ia bahkan tak menganggapmu ia lebih menyayangi orang lain daripada dirimu. Andai kau tak pergi pasti saat ini kita sudah sangat bahagia. Dimana kamu sayang"
"Pa papa jawab papa mau gak muhlimin bunda". Arletta membuyarkan lamuna zayn
"Coba ar tanya bunda mau gak nikah ama papa"
"Kok nikah pa? kan al nyuluh papa buat muhlimin bunda bukan nikah papa..."
Sejatinya arletta belum tau apa itu mukhrim dan apa hubungannya dengan menikah, meskipun zayn sudah menjelaskannya berulang ulang.
"Sayang kalau ar mau bunda jadi mukhrimnya papa, bunda sama papa harus menikah dulu"
"Telus kalau udah nikah muhlimnya kapan"
"Ya kalau udah nikah berarti udah mukhrim sayang"
"Ooo gitu...ya udah besok al tanya bunda mau gak nikah ama papa"
Dalam hati zayn "Waduh gawat ni anak kalau udah ada maunya. Kalau sampai dia ngomong ama anin mau taruh mana mukaku ini" . Zayn merutuki perkataanya
Happy readding gengs
__ADS_1
Jangan lupa like ya 🖒