Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Mencoba


__ADS_3

Tak ada yang dapat dilakukan anin saat ini untuk menyembuhkan luka hatinya ia hanya mampu berdo'a semoga tuhan senantiasa memberinya kekuatan.


Keesokan harinya kegiatan berjalan seperti biasa anin dan zayn datang ke kampus sendiri-sendiri.


Zayn disibukkan dengan mengantar sang kekasih ke kantor terlebih dahulu sedangkan zayn ia akan datang siang harinya.


Anin mencoba untuk menjauh dari zayn dan itu disadari oleh dika dan nina tapi tidak dengan zayn. dika dan nina pun tak berani bertanya.


Kegiatan kampus telah usai tetapi zayn tak sedikitpun mencari anin sekedar untuk menyapa dunianya seakan teralihkan dan hanya diisi oleh gadis.


Itu tak masalah bagi anin karna dengan begitu ia bisa menyembukan luka hatinya terlebih dahulu sebelum kembali berinteraksi dengan zayn karna bagaimanapun ia tak akan mungkin memutus tali silaturahmi antara ia dan keluarga zayn.


Singkat cerita, ruko yang dibeli anin untuk didirikan cafe telah direnovasi sesuai keinginannya.


Ruko dua lantai, lantai dasar didekorasi sesuai gaya masa kini yang instagramable, sedangkan lantai dua dijadikan area yang lebih friendly untuk keluarga yang ingin mengadakan acara makan bersama, terdapat juga area bermain anak yang tak terlallu luas agar anak-anak merasa nyaman.


Cafe itu diberi nama cafe kenangan. Kenapa kenangan entahlah hanya anin yang tau.


Opening cafe tersebut diadakan pada esok hari pukul 13.00, dengam dika sebagai manager cafe dan anin hanya akan memantau perkembangannya.


Siang ini sepulang dari kampus anin berencana berkunjung kerumah zayn untuk mengundang keluarga itu diacara opening cafenya.


Cukup dengan berjalan kaki untuk anin kerumah zayn saat tiba didepan rumah anin melihat mobil zayn terparkir dihalaman dan pintu utama terbuka. Ia menguatkan hati agar zayn tak mencurigai perasaannya.


"Assalamualaikum bunda".


"Wa'alaikum salam" degg jantung bunda soraya berdetak tak karuan.


Bunda soraya dapat melihat pancaran luka dimata gadis cantik ini tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa sebab putranya memilih wanita lain.


Dunia anin terasa runtuh melihat pemandangan didepannya.


Zayn dan sang kekasih duduk berdampingan dan saling menggenggam tangan, diwajah zayn terpancar rona bahagia dan dikursi depannya ada bunda soraya dan ayah andi.


"Ehh sayang sini masuk" ajak bunda sambil berdiri dan menarik lembut tangan anin.


Bunda hanya berusaha membuat anin nyaman dengan situasi ini.


Anin masuk mencium tangan bunda soraya, ayah andi


Zayn berdiri menyambut sang sahabat dan memperkenalkan sang kekasih.


"Anin kenalkan ini gadis, wanita yang aku ceritakan padamu".


Jangan tanyakan ekspresi bunda dan ayah mereka tentu saja terkejut dan saling memandang dalam hati masing-masing tak menyangka jika putranya telah bercerita pada anin mengenai gadis.

__ADS_1


"Benarkah, kenalkan aku anin". anin mengulurkan tangannya pada gadis. sebisa mungkin ia menutupi perasaannya bagaimanapun mereka sesama perempuan akan mudah bagi gadis memahami ekspresinya.


"Salam kenal aku gadis anggelica panggil saja gadis".


Sambutan yang cukup akrab tetapi gadis menyadari bahwa anin menyuakai zayn tp diapun tak perduli akan hal itu.


Anin duduk di kursi single dan tanpa basa basi menyerahkan sebuah undangan khusus keluarga.


"Bunda ayah, zayn dan juga gadis aku kesini ingin mengundang kalian di opening cafeku".


"Lo sayang sejak kapan. koq bunda gak tau apa-apa tentang kamu yang membuka cafe"


"Ini karna usulan teman-teman bunda, anin juga dibantu sama dika. Dika yang akan mengelola cafe agar anin masih bisa fokus kuliah".


"Zayn kenapa kamu tidak cerita sama bunda".


"Zayn juga baru tau bunda".


"Memangnya dika gak cerita ma kamu".


"Enggak bunda. Lagian zayn kan tinggal nunggu wisuda jadi jarang kekampus. Mana ada waktu buat ketemu dika". Elak zayn.


"Kamu gimana sih zayn gitu aja gak tau". Bunda soraya merajuk dan zayn hanya mampu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Semuanya terdiam cukup lama dan akhirnya bunda berkata.


"Sayang anin bantu bunda didapur yuk bikin cemilan, bunda kangen masak bareng kamu".


Snin hanya mengangguk dan tersenyum.


Bagaimana dengan gadis, wanita itu bahkan tak perduli sekelilingnya ia hanya selalu menempel pada zayn sejak tadi.


Setengah jam berlalu anin dan bunda soraya membuat cup cake resep baru hasil eksperime anin.


Semua menyukainya apalagi zayn. Pria itu bahkan sudah melahap hampir separuh jumlah cup cake itu.


Zayn makan sambil sesekali menyuapi gadis melihat hal itu anin sudah tak tahan lagi hatinya terasa ditusuk sembilu akhirnya memutuskan untuk pulang.


"Ayah bunda, anin pamit pulang dulu".


"Iya sayang"


Anin lantas berdiri mencium tangan bunda. bunda soraya langsung memeluk anin dan berbisik "Maafkan bunda nak", yang hanya mampu didengar oleh anin sendiri


Anin melerai pelukan lalu mengangguk dan segera mencium tangan ayah dan langsung pulang tanpa berpamitan pada zayn dan gadis

__ADS_1


Gadis pun tersenyum licik merasa menang telah membuat hati anin hancur dan zayn hanya melongo melihat tingkah anin.


Sampai dirumah anin segera masuk ke kamar mengunci pintu dan menangis


Umi dan abah yang sedang bersantai diruang keluarga dikejutkan dengan kedatangan anin yang langsung masuk ke kamar tanpa menyapa.


Mereka tau anin pasti sedih karna zayn sebab tadi sebelum pergi anin berkata akan kerumah bunda soraya untuk mengantarkan undangan.


"Abah, umi kasian sama anin"


"Abah juga sama umi tapi kita bisa apa, abah gak mau memaksa zayn. Abah gak mau kalau sampai anin tersakiti gara-gara kita memaksa zayn untuk menikahi anin sedangkan dia memcintai wanita lain".


"Tapi umi gak tega abah. Apa kita pulang aja tempat ibu dipalembang. Agar anin tidak bertemu zayn supaya dia gak sedih lagi".


"Itu bukan solusi umi. Biarkan dia memutuskan jalan hidupnya ingin seperti apa".


Umi lantas berdiri menghampiri kamar anin


"Anin sayang buka pintunya nak umi mau bicara"


Lama tak tersengar suara umi mengetuk pintu itu lagi


"Ayo sayang buka pintunya anin bisa cerita sama umi"


Akhirnya pintu dibuka anin tampaklah gadis itu mata yang sembab baju serta rambut yang berantakan akibat jilbab yang entah sudah terlepas kemana.


Umi memeluk anin dengan hati yang tersayat. Putri yang disayanginya kini hatinya hancur karna cinta yang tak terbalas.


Umi tak bicara ia hanya memeluk anin, memberikan kenyamanan agar putrinya bisa tenang kembali


POV ANIN


Kenapa masih terasa begitu sakit saat aku sudah berusaha mengikhlaskanmu.


Melihatmu dengannya hati ini terasa dihujam ribuan belati.


Aku sadar tak seharusnya aku begini, tapi logika dan hatikupun tak sejalan.


Logikaku mengatakan untuk aku sadar bahwa aku tak berarti apa apa bagimu.


Tapi hatiku....hatiku menolak jika kau bersamanya.


Aku sudah belajar mengiklaskan tapi semua itu tak semudah yang di ucapkan.


Nyesek........😭😭

__ADS_1


__ADS_2