
Setelah pembicaraan antara iqbal dan orang tua anin mereka berdua tak lagi diizinkan untuk bertemu hal ini untuk menghindari dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Keluarga iqbal tiba pagi ini menggunakan jet pribadinya rencananya mereka akan berkunjug kerumah anin setelah maghrib.
Segala persiapan dilakukan mulai dari membawa beberapa makanan dan juga barang barang untuk anin. Sebenarnya ini bukanlah acara seserahan hanya saja keluarga iqbal yang terlalu antusias.
Sedang dikediaman anin para kerabat juga datang. Paman anin juga kebetulan sedikit banyak mengenal iqbal, ia termasuk pria yang masuk kriteria paman anin.
Pertemuan pertama dua keluarga itu langsung bisa membuat mereka akrab. Banyak hal hal yang mereka bahas tapi anin wanita itu tak diizinkan keluar kamar ini adalah salah satu ulah para keponakannya.
Sejak tadi mata iqbal mengabsen satu persatu wanita yang menggunakan cadar tapi ia tak menemukan anin. Kebetulan keluarga anin memang banyak yang menggunakan cadar. Hal itu menjadi bahan ejekan para keluarga terutama para anak muda
"Sabar lah bang calonnya masih diamanin dulu takutnya keburu diculik sama abang". Iqbal merona kala digoda salah satu keponakan anin
Semua orang tertawa melihat tingkah iqbal, setelah berbagai pembicaraan santai itu
"Besan ngmong ngmong nih yang mana calon mantu saya". Mama bertanya dan itu memicu gelak tawa semua orang
"Ternyata ibu besan sudah gak sabar pengen liat. Ya udah mari ikut saya". Umi mengajak mama menuju kamar anin sang adik pun turut ikut untuk bertemu calon kakak iparnya, tapi lagi lagi iqbal digoda oleh para kerabat
"Bang iqbal liatnya diwakilin mamanya aja ya". Iqbal tersenyum menanggapi
Sedang didalam kamar mama dan melinda adik dari iqbal bertemu anin. Perlahan anin membuka cadarnya
"Masyaallah nak kamu cantik banget". Anin tersenyum malu. Perlahan lahan anin mulai bisa mengakrabkan diri apalagi adik dari iqbal begitu humble. Cukup lama mereka mengobrol sedang dibawah para laki laki membicarakan soal hari pernikahan
"Gimana iqbalnya aja, nak iqbal siapnya kapan". Tanya paman anin
"Kalau iqbal nurut aja om"
"Gimana kalau 2 bulan lagi"
"Maaf besan apa gak kelamaan, gimana kalau akadnya dilakukan secepatnya terus resepsinya nyusul satu bulan kemudian". Papa mencoba berunding
"Boleh juga. Kira kira kapan waktu yang tepat". Abah bertanya
"Iqbal bakal urus dulu surat suratnya biar langsung bisa nikah resmi. Mungkin cuma butuh waktu satu minggu"
"Ya udah berarti hari jum'at aja kalian nikah jadi 10 hari dari sekarang, bagaimana?"
"Itu lebih baik saya pribadi setuju. Bagaimana Iqbal?. Tanya papa
__ADS_1
"Iqbal setuju pa". Akhirnya kesepakatan dicapai. Setelah para wanita juga selesai mengobrol dengan anin mereka pamit untuk pulang.
Sampai dirumah iqbal langsung menuju kamar dan mengirim pesan pada calon istrinya
"Sayang tunggu abang ya 10 hari lagi" dengan diimbuhi emot love
anin tersipu mendapat pesan itu, tapi ia tak berani membalas.
Hari hari dilalui dengan berat terutama iqbal. Pria itu kerap uring uringan sendiri dan devin adalah sasarannya. Pagi ini lagi lagi moodnya harus berantakan kala mendapati riska berada diruangannya sepagi ini dengan pakaian minim akhlak.
"Sayang aku kangen tau".
"Riska berhentilah mengangguku atau kau akan tau akibatnya"
"Sayang kamu kok jahat sih"
"Pergi sekarang dari ruanganku"
"Gak mau". Iqbal yang sudah kesal pantas memanggil security untuk mengusir riska. Dan saat riska hendak dipaksa keluar dari ruangan iqbal anin tiba tiba muncul
"Bunda..". Iqbal takut jika anin salah paham
"sayang siapa dia". Riska mode manja
"Iqbal kamu jahat banget sih"
"Dia siapa bang". Suara lembut yang begitu dirindukan iqbal. Anin bertanya ia berusaha tenang dan tak terpancing emosi
"Bunda jangan salah paham ya dia bukan siapa siapa kok beneran. Cuma bunda dihati ayah"
Anin berbalik pada riska. Dan riska mencoba menelisik seperti apa rupa perempuan bercadar dihadapannya ini
"Kamu siapanya bang iqbal"
"Aku calon istrinya. Kamu siapa lagipun ngapain sih pakai tutup muka segala apa takut ketauan gak cantik, situ merasa kalah saing dengan saya"
Anin tersenyum "Meskipun kamu cantik nyatanya iqbal lebih milih saya gimana dong"
Riska kesal bukan main saat hendak mejawab lagi iqbal sudah lebih dulu menyela
"Udah pak bawa perempuan itu keluar kalau dia datang lagi jangan diizinkan masuk"
__ADS_1
Riska langsung diseret keluar. tinggalah anin dan iqbal, meski pintu ruangan dibuka tapi tak ada yang berani mengganggu. Kali ini anin dalam mode garang
"Awas aja ya kalau abang macem macem"
"Enggak bunda beneran deh. Cinta ayah itu udah mentok kebunda aja"
"Gak usah gombal, udah sekarang abang sarapan terus ikut anin". Anin menata sarapan dimeja
"Ahh bunda perhatian banget sih tau aja kalau ayah kangen ama masakan bunda"
"Gombalan abang itu udah gak mempan buat anin". Padahal dalam hati sebaliknya
"Berarti gagal dong, yaudah besok ayah cari materi baru dulu kalau gitu"
"Emang dikira sekolah apa. Buruan abang".
"Iya sayang sabar kenapa, ayah itu masih pengen berduaan ama bunda tau"
"Kita jadi nikah gak sih bang"
"Ya jadi lah emang kenapa?"
"Kalau jadi makanya buruan kita itu ada janji lo bang sama desainer"
"Iya abang inget kok. Sabar ya ini abang sarapan dulu". Kali ini iqbal serius
Setelah makan mereka segera menuju salah satu butik yang menyediakan pakaian untuk akad. Mereka hanya ingin membeli yang sudah jadi nanti saat resepsi barulah mereka merancang busananya, sebab waktu yang mepet membuat mereka memilih yang instan.
Berbagai persiapan juga dilakukan oleh keluarga iqbal, orang tua serta adiknya akan menetap disini sampai acara resepsi dilaksanakan.
Sebenarnya anin enggan mengadakan resepsi tapi mengingat iqbal yang memilki banyak rekan bisnis akhirnya ia menyetujui.
Bagaimana indah dan rafka, kedua bocah itu sudah begitu dekat layaknya saudara kandung. Orang tua iqbal juga menyayangi rafka layaknya cucu kandungnya sendiri.
Pagi ini hari yang dinanti nanti oleh semua keluarga apalagi kedua mempelai. Anin sudah dirias dengan cantik menggunakan gamis warna putih tulang lengkap dengan penutup wajahnya.
Akad nikah akan dilakukan dimasjid sekitar rumah mereka. Sejak tadi iqbal begitu gugup, dan justru menjadi bahan ledekan para anggota keluarga. Dulu ia tak segugup ini sebab ia menikah karna perjodohan.
Dulu ia dijodohkan dengan anak dari rekan bisnis papa, dia perempuan baik maka dari itu iqbal pun tak sulit untuk menerimanya meski cintanya tak sebesar ini.
Ada yang mau ikut kondangan online juga boleh
__ADS_1
jangan lupa amplopnya ya readers 😁