
"Tante udah pernah menikah sayang dan tante punya satu anak laki laki umur 4 tahun"
"Wah beneran tan, Boleh gak kalau indah ketemu ama anak tante"
"Boleh dong". Saat sedang asik bercerita datang seorang pria berbadan atletis dengan kulit putih dan jambang tipis. Wajahnya tampan khas keturunan chinesse.
"Alhamdulillah ya Allah nak kamu disini ternyata". Anin sempat terkejut kala pria ini tiba. Pria itu memeluk indah dengan erat
"Iya ayah. Oh iya kenalin yah ini tante anin yang tadi nolongin indah".
"Makasih ya mbak". Pria itu menangkupkan kedua tangannya didada
"Sama sama pak"
"Jangan panggil bapak saya belum setua itu"
"Maaf". Sejak bicara anin selalu menundukkan pandangannya
"Panggil aja abang. Biar lebih akrab".
"Baiklah abang. Kalau gitu saya permisi, indah tante duluan ya lain kali hati hati". Anin mengusap pelan rambut remaja itu. Anin memandang sebentar kearah iqbal dan mengangguk.
Iqbal terpesona dengan mata indah nan teduh yang ia lihat sekejap itu
"Cantik ya yah". Indah menggoda ayahnya
"Iya. tanpa sadar jawaban itu keluar karna masih terpesona dengan anin. Tapi setelah sadar
"Ehhh dasar kamu ya ngerjain orang tua". Indah tertawa
"Aslinya cantik banget tau yah. Tadi indah liat waktu tante itu buka cadarnya sedikit buat ngeyakinin indah kalau dia bukan orang jahat"
"Ohhh...". Iqbal sebenarnya penasaran dengan cerita tentang anin tapi ia berusaha untuk cuek
"Kalau ayah mau ngedeketin tante anin, indah testuin deh soalnya dia baik gak kaya pacar pacar ayah sebelumnya"
"Enak aja ngatain mereka pacar ayah. Mereka aja yang ngaku ngaku saking terpesonanya ama kegantengan ayah"
"Idih..narsis. Ganteng sih lumayan, tapi mereka itu lebih cinta ama dompet ayah"
"Udah ah gak usah bahas yang gak jelas. Ayo sebentar lagi kita berangkat". Iqbal mengacak gemas rambut anaknya itu.
"Ayaaah rambut aku jadi berantakan tau". Iqbal hanya tertawa menanggapi kekesalan putri semata wayangnya itu.
Sambil berjalan iqbal mencoba mencari informasi tentang anin dari putrinya
"Emang tujuan tante anin kemana"
"Sama kayak kita"
"Oohh..dia sendirian?"
"Iya, anaknya udah berangkat duluan ama eyangnya"
__ADS_1
"Orang udah punya anak masa kamu minta ayah ngambil istri orang sih"
"Ayah ketauan naksir duluan ama tante anin ya"
"Rese banget kamu". Iqbal jadi malu sendiri karna ketahuan
"Tenang yah tante anin itu jendes kalau bahasa kerennya mah. Udah punya anak satu, cowok umurnya 4 tahun".
"Beneran." Iqbal antusias
"Iya lah. Kan indah udah cari tau dengan detil tadi."
"Jadi diizinin nih kalau ayah ama tante anin"
"Tentu dong, tapi jangan lupa bayaran buat informasi tadi"
"iya iya dasar matre"
"Biarin. Punya ayah duitnya banyak buat apa gak dimanfaatin". Jawab indah sambil menjulurkan lidahnya.
Begitulah iqbal dan putrinya. Ia tak pernah memberi jarak sebab ia tak ingin indah merasa sendiri. Ia tau dibalik sosok indah yang ceria pasti ia merindukan ibunya maka dari itu ia selalu berusaha dekat dan mendengarkan isi hati indah agar indah tak merasa tertekan.
POV IQBAL
Perkanalkan namaku iqbal ammani. Aku duda dengan satu orang anak. Istriku meninggal saat hamil anak kedua kami karna komplikasi. Sejak saat itu aku memutuskan untuk tidak akan menikah jika bukan putriku sendiri yang memilih calon ibunya.
Aku seorang pengusaha batubara. Banyak wanita mendekati selain karna wajahku yang tampan aku juga termasuk dalam jajaran pengusaha yang sukes diusia muda.
Oh ya, aku ingin bercerita sedikit tentang pertemuanku dengan wanita bernam anindya. Meski ia menggunakan cadar aku tau jika ia memiliki wajah yang cantik itu terlihat dari sorot matanya. Aku juga pria normal tentu aku punya jiwa liar meski selalu aku kendalikan.
Dari awal bertemu aku tertarik dan kebetulan juga putriku menyukainya. Doakan aku ya gais semoga bisa halalin anin, biar bisa buka puasa capek tau si otong temenannya ama tante lux terus. Uupps ketauan deh
POV End.
Dipesawat sebenarnya anin dan iqbal sama sama berada dikelas bisnis hanya saja mereka tak saling menyadari.
Sampai dibandara Sultan Mahmud Badarrudin II anin sudah dijemput abah dan rafka
"Bundaaaa...". Rafka berteriak ditengah hiruk pikuk keadaan bandara. Anin segera menyambut putranya dengan pelukan hangat
"Rafka kangen banget ama bunda"
"Wahh...benarkah. Coba cium dulu dong kalau kangen". Kecupan bertubi tubi rafka berikan kepada orang yang paling ia sayangi itu
"Makasih sayang". Anin menuntun rafka menuju ketempat abah berdiri. Anin mencium takzim tangan pria yang menjadi cinta pertamanya itu
"Ayo kita pulang. Eyang pasti udah masak banyak"
"Iya bunda dari pagi eyang sibuk masak terus. Sampai rafka dicuekin". Anin tertawa menanggapinya.
Sampai dirumah umi langsung mengajaknya untuk makan siang. Segala macam makanan khas tersaji mulai dari rendang, pempek, burgo, tekwan dan masih banyak lagi
"Umi mau nganterin makanan ini dulu kebeberapa tetangga baru kita". Umi membawa tekwan untuk dibagikan. Dan Saat hendak memencet bel salah satu rumah yang paling terlihat mewah, tiba tiba sebuah mobil alphard putih tiba. Keluarlah gadis remaja
__ADS_1
"Maaf, nyai nak nyari siapo?". Tanya indah karna iqbal saat ini menerima telpon
"Ehh permisi, nyai orang baru disin. Ini mau nganterin makanan tadi nyai masak banyak sengaja bagi bagi buat para tetangga". Umi menyerahkan makanan yang berada dalam kotak.
Setelah itu muncul pria tampan yang diperkirakan umi adalah ayah dari gadis remaja ini
"Maaf bu, perkenalkan saya iqbal dan ini anak saya indah. Senang bisa kenal sama ibu. Makasih ya buk udah repot repot nganterin makanan dan maaf kami baru pulang dari bandung, jadi baru tau kalau rumah sebelah sudah ditempati makanya belum sempat berkunjung juga"
"Gak papa nak iqbal, kami juga baru datang kemarin. Ya udah ibu pamit dulu ya assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam".
"Yah, kok indah ngerasa nyai itu mirip sama tante anin ya"
"Itu perasaan kau bae. sudahlah ayah nak masuk dulu, lesu". Iqbal meninggalkan putrinya didepan gerbang
"Dasar ayah".
Setiap pagi iqbal akan selalu melakukan joging keliling komplek saat dirinya tak memiliki jadwal pekerjaan yang padat. itulah yang membuat tubuhnya selalu bugar diusia 37 tahun.
Saat baru saja keluar ia bertemu dengan abah masyur yang juga sedang jalan jalan pagi bersama rafka
"Pagi pak"
"Ehh pagi nak".
"Perkenalkan pak saya iqbal". Iqbal menyalami tangan pria tua itu
"Jangan panggil pak, panggil aja abah mansyur".
"Oh iya abah. Kalau jagoan kecil ini namanya siapa"
"Rafka om"
"Wah udah pinter ya. Umurnya berapa"
"Empat tahun om". Obrolan terus berlanjut menjadi panjang sambil berjalm menuju area taman komplek. Mereka berdua merasa cocok. Abah mengundang iqbal untuk makan malam dirumah
"insyaallah bah nanti iqbal berkunjung"
"Iya nak, ya udah abah duluan. ini pasti bundanya rafka juga udah nyari'in"
"Iya bah salam buat keluarga"
Abah pergi meninggalkan taman. Sampai dirumah rafka segera menghampiri bundanya
"Bunda tadi ditaman rafka ketemu ama om ganteng tau"
"Om ganteng siapa nak. Hati hati lo jangan mudah percaya sama orang"
"Enggak bunda, omnya juga kenalan sama eyang kakung, rumahnya disebelah yang paling guede. Orangnya baik banget bunda. Rafka jadi pengen punya ayah"
"Rafka kan juga punya, papa zayn itu papanya rafka kan"
__ADS_1