
Saat menjelang magrib dika sampai rumah dan disambut oleh sang istri didepan rumah
"Assalamualaikum hubby". nina mencium tangan dika dan menggadeng sang suami masuk kedalam rumah minimalis hadiah dari orang tua nina
"Wa'alaikum salam sayang". Dika mengikuti langkah sang istri menuju kamar untuk membersihkan diri dan sholat magrib berjama'ah dengan sang istri.
Selesai sholat dan mengaji nina mengajak dika untuk keruang makan. Nina melayani dika dengan cekatan setelah selesai mereka duduk santai diruang keluarga
"Hubby aku punya sesuatu buat kamu. Tapi tutup mata dulu"
Dika yang tak tau apa apa menuruti kemauan sang istri. setelah menyiapkn kejutan
"Buka mata kamu hubby".
Dika melihat 3 buah kotak dari ukuran terbesar hingga yang paling kecil. kotak pertama nina serahkan berisi topi bayi
"Topi anak anak untuk apa ini sayang". Dika yang dibuat bingung lantas menerima kotak kedua yang lebih kecil dan berisi gulungan kertas bertuliskan "HALLO PAPA" dika semakin bingung
"Maksudnya apa ini sayang".Dika lantas mengambil kotak yang paling kecil lalu membukanya. Didalam kotak ia melihat test pack dengan garis dua dan ia paham apa maksud dari garis itu
"Sayang kamu hamil. Beneran gak bohong kan?" Dika bertanya dan nina hanya mengangguk
pelukan hangat penuh kasih sayang disertai kecupan sayang bertubi tubi dika berikan pada nina
"Slhamdulillah ya Allah". Dika sampai meneteskan air mata. Baru satu bulan mereka menikah tapi Allah dengan begitu mudahnya memberikan mereka anugerah yang begitu luar biasa
"Assalamualaikum anak papa. Dehat sehat didlam perut mama ya sampai ketemu nanti sayang". Dika berbicara sambil mengelus perut rata sang istri. nina hanya mampu tersenyum geli mlihat tingkah sang suami.
Kabar kehamilan nina langsung didengar oleh kedua orang tua serta mertuanya semua menyambut dengan suka cita dan mendo'akan untuk kesehatan nina serta calon anaknya.
Pagi hari dikediaman zayn. Bunda sibuk membuat sarapan untuk semua penghuni rumah. Begitulah bunda ia lebih sering memasak sendiri daripada menyuruh sang asisten.
Sedangkan sang menantu masih bergumul dengan selimut, sudah sejak subuh zayn berusaha membangunkan gadis untuk sholat subuh tapi sang istri sama sekali tak bergerak.
Sejak menikah zayn memang sudah tak mengizinkan gadis untuk bekerja dengan tujuan agar sang istri tak kelelahan
__ADS_1
Hingga pukul 7 gadis masih juga belum bangun padahal sang suami sudah siap untuk berangkat kekantor
"Gadis apa kau tak ingin bangun juga aku ingin sarapan dan berangkat ke kantor". zayn mulai kesal
"Sebentar lagi". Gadis menjawab sambil mata masih terpejam
Zayn yang sudah menahan kesal sejak tadi langsung marah pada gadis
"Tidak bisakah kau bangun pagi dan membuatkan aku sarapan. Aku ini suamimu seharusnya kau melayaniku bukan malah bermalas malasan seperti ini".
"Kan udah ada asisten yang masak sayang mereka dibayar untuk itu". Jawab gadis dengan enteng
"Kau ! zayn membuang mafas kasar "Kau tau bahkan dika setiap hari merasakan masakan sang istri, dilayani segala keperluannya. Sedangkan kau jangankan menyiapkan keperluaku bangun lebih pagi darikupun kau tak pernah. Istri macam apa kau ini !".
pagi itu pertengkaran pertama zayn dengan sang istri dan didengar oleh para penghuni rumah padahal mereka menikah baru sekitar satu minggu.
Zayn yang sudah kesal meninggalkan gadis menuju ruang makan dengan marah, gadis hanya acuh melihat sang suami yang marah padanya.
Diruang makan sang bunda melayani dirinya dan sang ayah dengan cekatan tak ada satu patah kata yang keluar dari mulut orang orang yang ada dirumah, padahal ia yakin jika pertengkarannya dengan gadis tadi pasti terdengar hingga keluar kamar
Sempat terbersit rasa menyesal mengapa dulu ia tak mendengar nasehat sang bunda. tapi nasi sudah menjadi bubur lalu ia bisa apa selain pasrah menerima semuanya.
Sampai dikantor hampir semua karyawan mendapat amukan dari zayn padahal biasanya zayn termasuk atasan yang cukup baik pada bawahannya.
Seharian ini zayn uring uringan dia yang sudah kesal pada sang istri malas untuk segera pulang ia memutuskan untuk pergi ke cafe anin dengan tujuan bertemu dika dan sedikit berbagi cerita.
Sampai dicafe ia bertanya pada salah satu pelayan. Pelayan yang sudah tau siapa zayn langsung mengarahkanya menuju keruangan dika
"Apa kabar bro". Sapa dika dan mereka berpelukan
"Naik. Lo sendiri gimana ?"
"Seperti yang lo lihat, gua sehat. Sangat sehat malah". Jawab dika dengan jenaka
"Kayaknya lo lagi seneng banget". Zayn kepo
__ADS_1
"Pastinya. Sebentar lagi lo bakal punya keponakan dari gua. Hebat kan gua". Dika menjawab dengan sombong sambil menepuk dadanya
"Serius nina hamil ?!. wahhh selamat bro semoga sehat ya ibu dan calon anaknya"
"Sminnnn thanks bro".
Obrolan berlanjut hingga kemana mana. zayn yang semula ragu akhirnya bercerita tentang sang istri pada dika.
Dika yang dasarnya memang bukanlah manusia kompor tak banyak berkata ia hanya berusaha menjadi pendengar yang baik tanpa sekalipun menjadi hakim sebab ia sadar iapun belum pantas untuk itu.
Saat obrolan panjang itu berlangsung tiba tiba ada ketukan dipintu
"Assalamualaikum maaf ya ganggu bentar dika aku mau minta laporan keuangan". Anin datang dengan begitu sopan, kepala yang menunduk dengan wajah cantik yang tertutup niqab tak sekalipun ia berani menatap kedua pria dihadapannya.
Zayn terpaku melihat anin tak sekalipun ia mengalihkan pandangan dari wanita dihadapannya itu.
"Ehemmm ingat bukan mukhrim gak boleh lihat lama lama". Dika berusaha menyadarkan zay dan orang yang ditegur langsung gelagapan mendengarnya
Anin berusaha untuk biasa saja. padahal jantungnya sejak tadi sudah tidak bisa dikondisikan.
Hari berjalan seperti biasa dengan anin yang selalu menghabiskan waktu untuk memperdalam ilmu agamanya.
Zayn dan gadis seperti biasa banyak pertikaian yang terjadi akibat gadis yang semakin menunjukkan sifat aslinya
Setiap harinya gadis tetap tak mau menyiapkan keperluan zayn. Apalagi untuk membantu sang bunda memasak.
Setelah zayn berangkat kekantor gadis juga pasti pergi dengan alasan bertemu teman temannya. Padahal dia hanya bersenang senang diluar menghabiskan banyak uang hanya untuk kebutuhan yang sama sekali tak penting. Bahkan beberapa kali dia juga masih sempat melayani pria hidung belang.
Lingkungan pertemanannya memanglah bukan lingkungan yang baik. hampir semua teman temannya adalah wanita malam, dan gadis tak ingin kehilangan eksistensinya, ia tak ingin dikatakan penakut karna sudah memiliki suami.
Maka demi menjaga gengsinya dihadapan teman temannya ia masih rela dijamah laki laki lain.
hai hai hai para readers
mulai hari ini insyaallah bunda bisa up setiap hari meskipun cuma satu bab
__ADS_1
bantu like ya gengssss Lope you