
"Dimana dia sekarang?"
"Dia sudah diamankan anak buahku. Apa kau ingin menemuinya"
"Tentu saja aku ingin mencari informasi darinya". Abah dan temannya itu segera menuju tempat penahanan wanita itu. Membutuhkan waktu dua jam untuk sampai dilokasi itu.
Saat sampai sana wanita itu sudah sadar, tapi kondisinya sangat memprihatinkan. Ia tak menjawab saat ditanya dan jika ada orang menyentuhnya ia akan ketakutan. Akhirnya abah memanggilkan dokter untuk memeriksanya
"Wanita ini mengalmi trauma akibat kekerasan seksual. Saya harap keluarganya bisa membawanya kerumah sakit untuk selanjutnya dilakukan visum"
"Apa kondisi mentalnya bisa segera pulih dok". Abah bertanya karna ingin segera bisa mengorek informasi dari wanita ini
"Saya tidak bisa memastikan yang saya lihat kondisi mentalnya cukup parah. Tapi alangkah lebih baiknya kita membawanya ke psikiater agar semuanya menjadi jelas pak"
"Baiklah terimakasih"
"Sama sama pak, ini resep obatnya". Dokter tersebut menyerahkan resep pada abah untuk ditebus.
Kini tak ada pilihan lain mau tak mau satu satunya cara agar semuanya jelas adalah dengan mengintrogasi zayn. Karna lokasi yang lumayan jauh abah menghubungi anin
"Halo nak, abah lagi ada urusan kamu kalau butuh sesuatu bisa minta tolong orang yang sudah abah minta menjaga kalian disana. Jangan keluar sendirian"
"Iya abah". Abah telah meminta dua orang pengawal untuk menjaga anin dan iqbal selama dirumah sakit
Segera abah menuju lokasi penahanan zayn. Dari lokasi abah butuh waktu sekitar satu jam lagi untuk sampai ditempat zayn berada. Saat sampai sana abah seakan kehilangan akal, ia menghajar zayn secara membabi buta. Zayn tak lagi bisa melawan karna orang suruhan abah mengikat tangannya
"Kenapa kau merencanakan ini semua, apa salah anin padamu?"
"Maaf bah zayn khilaf"
"Apa maafmu bisa mengembalikan keadaan"
"Anin gak mau zayn ajak rujuk bah hati zayn sakit"
"Apa kau pikir rasa sakitmu sebanding dengan apa yang sudah kau lakukan pada anin dulu. Kau menyia nyiakannya saat dia masih istrimu apa kau belum puas"
"Zayn ingin memperbaiki semuanya bah"
__ADS_1
"Tidak perlu karna anin sudah bahagia sekarang"
"Kenapa abah dulu minta zayn menceraikan anin, kalau abah tidak ikut campur pasti sekarang anin masih istriku"
"Apa kau fikir aku akan diam saja saat putriku kau sakiti, apa kau fikir aku terima putriku kau duakan. Tidak, suatu saat kau akan merasakan apa yang aku rasakan saat putrimu disakiti oleh pria lain sedang kau sendiri tak pernah melakukan hal itu. Ingat semua ada balasannya zayn".
"Cari bukti bahwa dia dalang dibalik semua ini dan jebloskan kepenjara". Abah berbicar pada anak buahnya
"Bah jangan bah ampuni zayn, zayn janji gak akan lagi ganggu anin"
"Ingat jangan sampai dia lolos"
"Baik pak".
Anak buah abah mansyur menyebar keberbagai penjuru untuk mencari barang bukti yang bisa digunakan untuk menjebloskan zayn kepenjara. Bukanlah perkara sulit mencari bukti kejahatan zayn sebab abah mansyur termasuk orang yang disegani. Hanya dalam waktu tiga jam salah satu anak buah abah berhasil mendaptkan bukti percakapan antara zayn dan wanita yang tadi ditemui abah, ternyata wanita itu bernama riska, riska begitu terobsesi pada iqbal hal itulah yang membuatnya nekat menjebak iqbal agar rumah tangganya bersama anin hancur.
Bukti itu sudah cukup untuk menyeret zayn masuk kehotel prodeo ditambah dengan hasil pemeriksaan iqbal itu bisa lebih memperkuat tuntutannya. Sedangkan untuk riska wanita itu tak bisa ikut dituntut sebab kondisi mentalnya yang bermasalah.
Kembali pada anin dan iqbal, dua insan manusia yang dilanda cinta itu kini tengah berusaha untuk saling menguatkan. Iqbal memutuskan untuk memberikan pengawalan pada anak dan istrinya saat hendak keluar rumah, ia tak mau hal hal yang tak diinginkan terjadi kembali.
Iqbal dirawat dua hari dirumah sakit dan selanjutnya ia meminta untuk dirawat dirumah.
"Kondisi pak iqbal sudah lebih baik, jika memang ingin melakukan rawat jalan saya perbolehkan. Tapi selalu minum obat dan jangan lupa untuk mengoleskan salep pada lukanya"
"Baik dok terimakasih"
"Sama sama pak bu saya permisi".
Setelah dokter pergi anin menemui pengawal yang menjaganya
"Pak tolong tebus obat ini di apotek dan sekalian urus administrasinya". Anin menyerahkan lembaran kertas resep obat dan juga debit card
"Pinnya 150620 ya pak"
"Baik non". Salah satu dari mereka melaksanakan perintah anin. Begitulah anin ia tak pernah berfikiran buruk tentang orang lain selagi orang itu tak pernah menyakitinya. Bahkan pada para pegawainya sekalipun ia terkenal pribadi yang humble dan royal.
Setelah itu hari hari anin dilalui dengan normal. Mengurus suaminya yang sakit yang kini lebih manja dari rafka, dan juga anak anaknya yang selalu mencari perhatian darinya
__ADS_1
"Bunda ayo buruan suapin ayah laper". Iqbal selalu meminta untuk disuapi saat makan dengan alasan tangannya yang sakit
"Iya sabar ayah". Sedangkan wanita itu kini tengah memasangkan dasi pada putranya karna rafka sudah mulai bersekolah di paud.
"Bund adek dulu yang disuapin kan adek harus berangkat sekolah"
"Huffff....udah sini duduk samping bunda". Anin mengmbil piring berisi makanan dan menyuapi mereka berdua bergantian. Iqbal tersenyum kala anin begitu telaten meladeni kerusuhannya dan anak anak tanpa mengeluh.
Sedangkan dikantor polisi zayn sudah berada disel tahanan saat bunda soraya datang untuk melihat kondisinya
"Ya Allah nak kamu kenapa bisa masuk penjara, siapa yang udah bikin kamu kayak gini"
"Bund tolong keluarin zayn, zayn gak mau disini"
"Iya bunda akan usahain tapi bilang dulu ada masalah apa kamu sampai bisa masuk penjara"
"Abah mansyur bund. Dia tega ama zayn". Zayn memutar balikkan fakta ia berkata pada bunda soraya jika ia tak sengaja melukai iqbal yang merupakan suami anin hal itu memicu kekesalan abah mansyur dan zayn berakhir dipenjara
Bunda soraya mendengar itu tentu saja tak terima jika anaknya di dzolimi. Dengan berbagai cara ia lakukan untuk membebaskan zayn, akhirnya zayn bisa bebas dengan jaminan salah satu kerabatnya yang menjadi anggota kesatuan kebetulan bertugas dipalembang meski wilayahnya berbeda.
Zayn segera bertolak kejakarta, soal apa yang akan dilakukan selanjutnya demi merebut anin akan ia pikirkan nanti.
Sampai dirumah ia sudah disambut dengan betumpuk tumpuk dokumen kantor yang meminta untuk diperiksa. Alhasil ia sibuk dengan pekerjaan karna selama ia pergi pembangunan proyeknyapun tertunda. Untuk sementara ini ia ingin fokus menyelesaikan urusan kantor dan melupakan anin sejenak sembari menunggu situasi aman. Karna ia juga yakin pasti saat ini abah dan juga iqba melakukan pengawalan ketat pada anin dan juga anak anak.
Hari ini anin dan iqbal memutuskan untuk menempati rumahnya sendiri. meskipun berat tapi abah dan umi tetap mengizinkan karna bagaimanapun sekarang anin sudah memiliki suami jadi ia harus mengikuti kemanapun suaminya tinggal, lagipun jarak rumah yang dekat membuat abah tak perlu terlalu khawatir.
Sampai dirumah iqbal
"Adek kamarnya disebelah kamar kak indah ya"
"Wah adek punya kamar sendiri yah?"
"Iya dong adek kan udah besar, udah berani kan tidur sendiri?"
"Udah dong yah". Bocah kecil itu bersemangat membuat anggota keluarganya tersenyum
"Ya udah ayo ayah tunjukin kamarnya". Iqbal menekan tombol lift. Rafka dibuat takjub akan adanya lift didalam rumah iqbal
__ADS_1
"Wahh rumah ayah keren ada lift nya kayak dimall"
"Ini juga rumah kamu sayang".