Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Eps 58


__ADS_3

"Gantian kita dong yah". Tiba tiba kedua anaknya menyela dan berebut untuk memeluk sang bunda, mereka tertawa bersama merasakan kebahagiaan .


Setelah kejutan kecil itu masing masing bersiap untuk melakukan sarapan bersama hasil dari masakan iqbal.


"Sekarang ayah yang akan melayani, bunda duduk aja". Iqbal mengambilkan makanan untuk anin dan juga anak anak


"Wah..masakan ayah enak juga". Puji rafka


"Iya dong siapa dulu ayah gitu". Semuanya tertawa mendengar kenarsisan iqbal. Acara sarapan selesai dan para anak anak harus berangkat kesekolah. Iqbal yang mengantarnya sendiri karna memang hari ini ia sengaja tak berangkat kekantor sebab ingin menghabiskan waktu berdua dengan sang istri tercinta


Setelah pulang dari mengantar anak anak kesekolah iqbal sengaja mengajak anin untuk sekedar jalan jalan, merasakan rasanya pacaran halal. Pergi ketaman hanya untuk membeli es cream, berkeliling keliling mall, menonton bioskop dan masih banyak lagi, mereka berdua layaknya anak muda yang sedang jatuh cinta


Hingga petang menjelang mereka berdua baru sampai dirumah. Ternyata saat mengantar anak anak tadi iqbal sudah memberitahukan pada kedua anaknya soal kepergiannya dengan anin sehingga tak membuat anak anak terutama rafka rewel.


Sampai rumah anin langsung membersihkan diri dan melakukan sholat maghrib. Setelah sholat seperti biasa makan malam bersama anak anak dan menemaninya tidur terutama rafka


"Ayo sayang kita tidur ini sudah malam". Anin mengajak kedua anaknya


"Ayo bunda". Mereka berjalan menuju kamar anak anak yang bersebelahan. Masuk kekamar indah dan menyelimuti gadis remaja itu


"Selamat malam sayang semoga mimpi indah". Anin mengecup kening putri sambungnya itu


"Selamat malam bunda, rafka"


"Selamat malam kakak". Dan segera menuju kamar rafka untuk membacakan cerita agar bocah kecil itu segera tidur


Saat sudah berbaring


"Baca do'a dulu sayang"


"Bismika Allahummaahya wabismika ammut artinya Dengan nama engkau Ya Allah aku hidup dan aku mati".


"Pinter anak bunda". Anin mengecup kening rafka dan membacakan dongeng, anin hampir saja tertidur tapi kemudian tersadar karna dia ingin memberikan kejutan kecil untuk suaminya. Setalah melihat putranya tertidur ia bergegas menuju kamarnya, saat membuka pintu ternyata suaminya belum tidur


"Abang kenapa kok belum tidur"


"Nungguin kamu sayang. Abang pengen peluk". Iqbal menarik anin mendekat padanya dan memeluk perut rata istrinya itu


"Abang kangen tau pengen dimanja manja sama kamu"


"Iya tapi nanti ya bang, anin mau kekamar mandi dulu". Anin mengelus rambut lebat suaminya


"Jangan lama lama"

__ADS_1


"Iya abang.....". Sekitar setengah jam anin berada dikamar mandi


"Sayang lama banget kamu gak papa kan didalam?". Iqbal khawatir karna istrinya terlalu lama berada dikamar mandi


"Enggak bang bentar lagi anin selesai kok". Tak lama anin keluar dengan seulas senyum manis. Anin menarik lembut tangan suaminya menuju ranjang dan berbaring,


"Anin punya sesuatu buat abang". Anin menunjukkan taspack dengan garis dua. Iqbal meraihnya, berulang kali memandang taspack dan anin secara bergantian, anin tersenyum dan mengangguk.


"Alhamdulillah ya Allah". Iqbal memeluk anin dan menciumi wajahnya


"Beneran sayang kamu hamil, hamil anak aku ?"


"Iya abang, anak kita berdua". iqbal menyingkap pakaian anin dan menciumi perutnya yang masih rata anin merasa geli karna ulah iqbal


"Anak ayah sehat sehat ya nak"


"Iya ayah", anin meniru suara anak kecil


Iqbal beralih menatap anin dengan penuh cinta, ini adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupnya menikah dengan wanita yang sangat ia cintai dan memiliki anak darinya


"Makasih sayang sudah hadir dalam hidupku dan juga indah, terimaksih sudah menerimaku dengan segala kekurangan dalam diriku. Terimakasih atas kepercayaan dan juga cinta tulusmu untuk keluargaku. Berjanjilah untuk terus bersamaku hingga ajal menjemput"


"Iya abang, terimakasih juga sudah melengkapi kehidupan anin dan rafka, anin akan selalu disamping abang sampai nanti". Mereka berdua saling berpelukan


"Iya bang, anin juga udah buat janji sama dokter besok pagi jam 09. Abang bisa kan nemenin anin"


"Pasti sayang, sesibuk apapun abang akan luangin waktu buat temenin kamu periksa kandungan setiap bulan. Sekarang kita tidur, gak bagus ibu hamil begadang". iqbal mengecup kening anin dan beralih keperut


"Selamat malam anak ayah"


"Selamat malam ayah". Iqbal tidur sambil tangannya terus mengelus perut anin.


Keesokan paginya anin tak diizinkan iqbal untuk bangun terlalu pagi seperti biasanya


"Nanti bunda ini masih jam 4 pagi, gak baik juga bangun terlalu pagi nanti bunda anemia lho"


"Kata siapa bang". Anin mencoba bernegoisasi


"Kata dokter lah, orang hamil kan emang mudah anemia. Bunda gak usah coba cari alasan pura pura gak tau"


"Iya iya, tapi nanti jam 5 bunda harus bangun kasian anak anak nanti kesiangan. Bunda juga mau masak"


"Kalau urusan masak biar bibi aja bund, bunda urus anak anak aja biar gak terlalu capek"

__ADS_1


"Emang gak papa kalau bukan bunda yang masak?"


"Ya gak papa lah, kan emang dari dulu ayah gak nuntut bunda buat masak. Bunda aja yang maksa masak sendiri"


"Ya kan tanggung jawab ayah, lagian ayah kalau bukan bunda yang masak juga makannya gak banyak"


"Ya udah kita cari orang buat bantu bunda ngurus anak anak, jadi bunda tinggal mantau sama ngarahin, nah kalau gitu kan bunda gak terlalu capek jadi masih bisa masak tapi masih harus dibantu juga sama bibik"


"Iya bawel,


"Ya udah sekarang kita tidur lagi"


"Gak boleh sholat subuh dulu baru boleh lanjut tidur lagi"


"Ahhh bunda" dengan langkah gontai dan mata setengah terpejam iqbal menuju kamar mandi untuk wudhu dan melaksanakan sholat subuh.


Pagi hari seperti biasa keributan anak anak dan suaminya dimeja makan menjadi kebiasaan. Setelah sarapan selesai iqbal berbicara kepada kedua anaknya


"Kak indah sama rafka mulai sekarang jangan terlalu manja ya sama bunda, bukan gak boleh tapi kasian bunda soalnya sekarang didalam perut bunda ada adik bayi"


"Wah bunda hamil". Indah begitu antusias


"Iya kak bunda lagi hamil". Anin yang menjawab


"Hamil itu apa sih bund, terus kenapa adik bayinya ada diperut bunda ? kenapa rafka gak diajak masuk keperut bunda". Serentetan pertanyaan keluar dari mulut kecil rafka yang membuat ayah serta yang lain menggaruk kepala


"Sayang rafka bentar lagi bakalan jadi abang, nah kenapa adik bayinya dalam perut bunda karna adiknya masih kecil banget jadi harus diperut bunda dulu supaya besar terus kalau udah besar adiknya nanti bisa main sama rafka". Anin menjelaskan dengan sabar


"Rafka boleh masuk gak keperut bunda buat liat adik bayi yang masih kecil"


"Rafka kan udah besar jadi udah gak muat lagi kalau masuk keperut bunda. Kalau rafka mau lihat adik bayi nanti ikut bunda sama ayah kita lihat sama sama tempat ibu dokter, mau ?"


"Mau bund, kok ibu dokter bisa liat adik bayi kan ibu dokter udah besar gak muat masuk keperut bunda". Iqbal menepuk jidatnya, anak kecil memang selalu ingin tau


"Kalau ibu dokter punya robot canggih yang bisa buat lihat adik bayi dalam perut bunda. Makanya rafka ikut biar bisa lihat robotnya sekaligus adik"


"Oke deh bunda rafka ikut kalau gitu". Anin menoleh kearah anak gadisnya yang sejak tadi diam dengan wajah murung


"Kakak kenapa?"


"Gak papa bund, ya udah indah mau kekamar buat siap siap dulu"


Happy readding 😗

__ADS_1


__ADS_2