Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Eps 50


__ADS_3

Sejak hari dimana iqbal pergi tak pernah ada kabar dari pria itu, berulang kali anin memcoba memghubungi tapi nomor handpohonenya tak pernah aktif. Anin takut terjadi hal hal buruk pada suaminya. Sedang anak anak selalu menanyakan kabar ayahnya.


Pagi ini anin mengurus persiapan opening cafe yang akan diadakan nanti malam. Banyak pekerjaan yang menantinya sedang fikirannya sedang kacau.


Persiapan demi persiapan dilakukan. Hingga siang anin yang sudah tak tahan akhirnya memutuskan untuk menemui devin dikantor


"Maaf aku hanya ingin bertanya kenapa nomor bang iqbal sulit dihubungi". Anin bicara setelah berada dihadapan asisten sekaligus sahabat iqbal itu


"Aku juga tak tau, beberapa kali aku coba hubungi juga sulit, tapi iqbal pasti baik baik saja sebab masalah yang terjadi disana berangsur selesai."


"Tapi aku khawatir"


"Aku juga sama, bagaimanapun dia sudah seperti saudara bagiku. Kau tenang saja jika sampai besok tak ada kabar darinya aku akan menyusulnya kesana".


Setelah bertemu devin, anin memutuskan untuk pulang. Ia harus besiap siap untuk acara malam ini. Seharusnya ia hadir bersama iqbal dan anak anak, tapi karna iqbal tak ada anin memutuskan untuk datang sendiri.


Acara berjalan lancar namun tiba tiba lampu padam anin dibekap dan diseret entah kemana. Anin berusaha meronta tapi ia tak sanggup melawan tenaga dari orang itu. Tapi ia seperti mengenali aroma parfum ini.


Hingga sampai disebuah ruangan dengan sedikit pencahayaan anin diikat disebuah kursi dan lampu dihidupkan


"Hai sayang". Zayn pria itu muncul dihadapannya, ternyata benar dugaan anin


"Apa maumu zayn kenapa kau seperti ini". Anin menangis


"Ssst jangan menangis sayang aku hanya ingin menunjukkan sesuatu padamu". Zayn menunjukkan layar handphonenya


"Kau lihat, suamimu tak benar benar sedang pergi bekerja bahkan dia tidur dengan seorang wanita". Zayn menunjukkan beberapa fhoto iqbal sedang tertidur dengan selimut menutupi sampai dada.

__ADS_1


Dapat dilihat jika pria itu tak mengenakan baju sedang wanita disampingnya juga berada diselimut yang sama


"Tidak, suamiku tak seperti itu kau pasti menjebaknya"


"Hahaha untuk apa aku menjebaknya. Aku hanya ingin membuatmu sadar bahwa iqbal tak sebaik yang kau bayangkan. Sadarlah anin hanya aku yang bisa mengerti dirimu"


"Selamanya aku tidak akan pernah percaya pada siapapun selain suamiku".


Plaakkkkk...


Zayn menampar anin


"Kau itu bodoh atau gimana sih. Bukankah sudah kubilang iqbal itu pria brengsek kau harus percaya padaku". Diam, anin tak menjawab tangisnya pun seketika reda akibat tamparan zayn


"Maafkan aku sayang, aku tak berniat kasar padamu. Kumohon percaya padaku". Zayn sudah seperti orang tidak waras


Para preman itu membawanya ketengah hutan disebuah pondok. Ia diikat disebuah ranjang dengan bertelanjang dada, ia sadar saat ada seorang wanita tidur disebelahnya dan memeluk tubuhnya dari sini ia yakin jika ada seseorang yang menjebaknya untuk menghancurkan rumah tangganya. Iqbal berusaha untuk tetap sadar meski tubuhnya terasa begitu remuk.


Iqbal tak tau ini pukul berapa yang jelas hari masih gelap. Saat tak lagi mendengar suara orang bicara ia membuka mata ternyata ia berada disebuah rumah tua meski kamar itu ia yakin baru saja dicat karna masih tercium aromanya.


Ia memungut pakaiannya lalu memakainya. Saat hendak membuka pintu ia dapat mendegar samar samar suara orang diluar akhirnya ia mengurungkan niatnya. Iqbal berfikir bagaimana caranya untuk keluar dari kamar saat melihat dari jendela bangunan ini cukup tinggi karna ia perkirakan berada dilantai dua. Melirik kearah ranjang ia melihat selimut tapi itu cukup tebal tak mungkin kuat jika diikat.


Saat ia mulai putus asa ia melihat sebuah tali di kamar mandi. Meskipun tangannya nanti akan cidera karna hanya sebuah tali tambang baginya tak masalah demi keluarganya ia rela melakukan apapun. Setelah berusaha sekuat tenaga dengan telapak tangan berdarah serta kaki yang cidera ia bisa meloloskan diri.


Tak tau kemana arahnya samar samar ia bisa mendengar suara gemericik air. Ia yakin itu adalah sungai,iqbal berfikir jika ia mengikuti alur sungai itu ada kemungkinan ia bisa menemukan pemukiman meski harus berjalan yang iqbal sendiri tak tau seberapa jauh.


Perlahan dengan kaki cidera ia menuju sungai dan mengikuti alurnya. Cukup lama ia berjalan tak kunjung menemukan tanda tanda akan adanya pemukiman, justru ia merasa semakin jauh masuk kedalam hutan tapi iqbal tak menyerah terus berjalan dengan keyakinan dalam hati bahwa Allah pasti akan membantunya.

__ADS_1


Sedang ditempat penyekapan tadi seluruh preman mendapat amukan dari bosnya sebab tahanannya pergi dengab cidera cukup parah


"Cari iqbal sampai dapat, kalau kalian tak bisa menemukannya tanggung akibatnya. Aku sudah membayar mahal kalian jangan sampai aku menghabisi kalian".


Salah satu preman yang kesal akhirnya menampar wanita itu


"Kau hanya seorang wanita jika aku mau aku bisa membunuhmu sekarang juga. Meskipun kau memiliki banyak uang tak akan ada yang bisa menemukan jasadmu jika aku membuannya ditengah hutan. Jadi jaga bicaramu!"


"Kau berani mengancamku".


"Cuihhh...kau rupanya berani bermain main". Wanita itu justru diikat diranjang tempat iqbal disekap tadi dan diperkosa oleh delapan orang preman itu bergiliran


"Tubuhmu lumayan juga meskipun sisa orang".


Preman preman itu tertawa mendengar ucapan temannya. Setelah diperkosa dan pingsan, preman preman itu meninggalkannya sendirian hanya saja ikatan ditubuhnya sudah dilepas.


Kembali ke iqbal pria itu terus berjalan sampai fajar meyingsing. Sudah semalaman ia berjalan dengan kaki yang cidera. Iqbal memutuskan istirahat karna melihat batu besar dipinggir sungai dan air sungai juga terlihat tak terlalu dalam.


"Ia mengompres kakinya dengan batu yang terendam disungai. Air sungai yang dingin membuat batu batu itu juga terasa dingin jika ditempelkan dikakinya yang keseleo itu setidaknya bisa mengurangi sakitnya.


Rasa lapar mendera. ada sungai ia bisa saja mencari kerang untuk dibakar tapi jika ia membuat api itu bisa memicu harimau muncul. Akhirnya ia hanya meminum air sungai dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.


Belum terlalu jauh ia berjalan ia menemukan pohon jambu biji. Ia mengambil cukup banyak karna tak memiliki wadah iqbal membuka bajunya dan mengikat bagian bawahnya agar bisa menampung jambu jambu itu. Setidaknya ia bisa bertahan dengan memakan jambu dan meminum air sungai kalaupun sampai esok ia belum menemukan pemukiman warga


Sabar ya readers


Jangan lupa like and coment

__ADS_1


__ADS_2