Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Dilema


__ADS_3

Mendengar cerita dari bunda tentu saja zayn tak percaya, tapi tak mungkin juga bunda berbohong padanya. Berbagai dugaan muncul difikirannya, istrinnya selama ini tak pernah berbuat yang tidak tidak atau sampai mengonsumsi alkohol. Gadis selalu ada dirumah sebelum ia pulang kantor jadi sangat tak mungkin kalau gadis sampai berbuat seliar itu.


Zayn tak mampu berkomentar apa apa. Ia terdiam beberapa menit setelah itu ia mendorong kursi rodanya mendekat kearah anin


"Sini, berikan arletta padaku"


"Aku akan menggendongnya kau jalanlah dulu agar tidak kesusahan"


"Arletta putriku, terserah padaku mau ku apakan dia, jangan pernah sekali kali kau ikut campur"


"Aku hanya ingin membantumu"


"Aku tak butuh bantuanmu!".


Sekuat tenaga ia berdiri mengambil paksa arletta dari gendongan anin, baby ar terkejut dan menangis karna diambil paksa oleh ayahnya. Dengan susah payah zayn mendorong sendiri kursi rodanya kearah kamarnya yang baru. Untuk sementara ia tidur dikamar yang berada dilantai satu agar tak kesusahan karna harus menaiki tangga.


Sampai dikamar ia meletakkan arletta diranjang.


"Tini !"


Zayn memanggil pengasuh sang putri dengan lantang. Tini yang masih terkejut atas situasi yang baru saja terjadi kini kembali dikejutkan dengan panggilan zayn ia lantas berlari kearah kamar sang majikan. Belum sampai ia bertanya


"Bawakan semua perlengkapan arletta tapi sekarang buatkan dulu dia susu".


Sang pengasuh mengangguk dan menuruti perintah majikannya

__ADS_1


Setelah selesai membuat susu dan memberikannya, pengasuhnya segera membereskan barang barang milik baby arletta.


Semua orang terdiam diruang tamu. Zayn tiba tiba mendorong keluar kursi rodanya dan berkata


"Aku tak suka jika rumah tanggaku terlalu diatur oleh orang lain. Dan untukmu anin kau tak perlu susah payah mengasuh putriku aku bisa menjaganya sendiri lagian arletta juga masih mempunyai ibu meskipun mamanya tak ada disini sekarang, jadi jangan berlagak seolah olah kau berhak atas arletta!".


Untuk pertama kalinya zayn membentak anin. Sebenarnya ia masih begitu syok dengan situasi ini, ia bingung menentukan mana yang benar dan yang salah.


POV ZAYN


Aku bingung kenapa sampai gadis meninggalkanku dan putriku padahal sebelumnya kami baik baik saja. Hubungan kami memang renggang tapi itu sebelum kehadiran arletta, setelah kelahiran putri kecilku hubungan kami membaik aku berusaha memaklumi sifatnya yang malas untuk melayani kebutuhanku, selagi aku bisa aku akan mengerjakannya sendiri.


Selama kami berumah tangga tak sekalipun ia menunjukkan sikap yang mencurigakan tapi kenapa saat aku tak sadarkan diri bunda mengatakan yang buruk tentang istriku. Jelas saja aku tak terima tapi aku juga tak berani membantah.


Anin, wanita itu seharusnya bisa menjadi penengah antara bunda dan istriku. Setidaknya ia bisa menasehati bunda agar istriku tak sampai pergi dari rumah. Tapi apa, justru ia membiarkan semua terjadi hingga putriku harus kehilangan sosok ibunya.


Hari demi hari berganti, hampir seminggu setelah kejadian dimana zayn membentak anin wanita itu tak pernah lagi datang kerumah meskipun ia sangat merindukan arletta.


Pagi ini baby ar kembali demam mungkin karna ia merindukan sang mama. Bunda segera melarikannya kerumah sakit karna takut baby ar akan kembali mengalami kejang. Sedangkan zayn menunggu dirumah karna tak ingin merepotkan akibat ia yang belum bisa berjalan. Sampai dirumah sakit


"Dia tidak apa apa bu setelah meminum obat panasnya akan turun"


"Baiklah terimakasih dok"


Anin mendengar kabar jika baby ar masuk rumah sakit segera menyusul. Setelah sampai diruangan

__ADS_1


"Bunda gimana kondisi arletta"


"Gak apa apa nak cuma demam biasa"


Anin mendekat kearah ranjang ia melihat bayi kecil itu, sedih rasanya menyaksikan bayi yang baru berumur 1 bulan harus keluar masuk rumah sakit. Anin lantas memeluknya.


Seharian anin menemani arletta, panas pada tubuhnya pun sudah normal setelah anin tiba. Mungkin ia merindukan anin, karna saat bersama sang mama tak sekalipun ia dicurahi kasih sayang tapi saat bersama anin ia dapat merasakan kasih sayang seorang ibu. Tentu saja itu tanpa sepengathuan zayn.


Setelah dinyatakan benar benar sembuh baby arletta diperbolehkan pulang, anin hanya bisa mengikuti mobil bunda soraya dari belakang karna takut jika ia akan membuat zayn kesal lagi.


Hari hari zayn lalui dengan berat, ia mengasuh putrinya seorang diri dalam kondisi dirinya yang belum bisa berjalan, bunda soraya pun tak diperbolehkan menggendong meskipun arletta sedang menangis.


Ia memutuskan untuk melakukan therapy dirumah agar bisa sekaligus mengasuh sang putri. Ia optimis untuk sembuh demi putrinya dan juga demi kejelasan rumah tangganya. Hingga kurang lebih dua bulan ia rutin melakukan therapy dan hasilnya ia bisa kembali berjalan. Ia bertekad untuk mencari istrinya.


Diawali dengan mendatangi kediaman orang tua gadis, ia menceritakan soal kepergian sangi istri saat dirinya tak sadarkan diri pasca kecelakaan tapi orang tua gadis malah terkejut ia tak tau menahu soal itu sebab putrinya belum pernah berkunjung kerumah setelah menikah dengan zayn.


Pencarian terus ia lakukan mulai dari beberapa teman gadis yang ia kenal karna selama ini ia tak begitu tau siapa saja teman teman gadis hingga apartemen yang ia belikan semuanya nihil.


Zayn merasa frustasi dan tak berguna sebagai suami sebab tak bisa melindungi istrinya. Ia berfikir jika kepergian gadis akibat ulah anin yang menghasut sang bunda agar membenci istrinya, padahal kenyataannya istrinyalah yang memang berniat meninggalkan dirinya dan sang anak.


Gadis tak mau repot mengurus putrinya dan zayn yang menurut perkiraan dokter akan mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan itu ditambah zayn yang tak kunjung sadar serta hasutan dari teman temanya membuatnya nekat meninggalkan semuanya dan memilih hidup dengan bebas.


Lanjut besok ya readers.


Jangan lupa Like and Coment

__ADS_1


See you next eps


lope you 😍


__ADS_2