Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Usaha


__ADS_3

Sampai dikantor justru moodnya harus hancur karna kedatangan perempuan sinting yang mengaku ngaku sebagai calon istrinya.


"Sayang kenapa kamu datang lebih siang dari biasanya, aku lelah tau nungguin kamu dari tadi. Tapi karna aku cinta ya udah lah gak papa nunggu lama pun aku juga mau. Ngmong ngmong Aku masakin sarapan lho buat kamu"


"Kamu apa mama kamu yang masak"


"Hehehe kamu tau aja mama yang masak. Sayang nanti kalau kita nikah cari asisten buat masak ya kamu kan tau aku gak bisa masak"


"Emang siapa sih yang mau nikah ama kamu?. Aku heran udah berapa kali aku bilang aku gak mau nikah ama kamu kok masih aja ngeyel". Iqbal sudah pusing dengan tingkah wanita sinting ini


"Kamu kok gitu sih. Jahat banget hati aku sakit tau"


"Bodo amat. Sana sana pergi aku pusing jangan lupa bawa makanan kamu aku udah sarapan tadi dirumah"


"Bohong. Kata davin kamu gak pernah sarapan kalau pagi". Davin adalah asisten iqbal sekaligus sahabatnya.


"Aku udah sarapan tadi pagi riskaaa....calon istri aku yang masakin"


"Iqbal kamu kok jahat sih nyakitin hati aku mulu". Riska bertingkah seperti anak kecil


"Terserah aku pusing ada kamu disini. Sana pergi huss husss kerjaan aku banyak". Riska pergi meninggalkan ruangan iqbal dengan kesal. Tiba tiba muncullah davin


"Gimana lolos hari ini". Davin menahan tawa melihat muka kesal sahabat sekaligus atasannya itu


"Ini semua juga karna ide gila kamu. Kalau enggak aku gak mungkin kenal sama cewek sinting kayak gitu"


Dulu ia pernah melakukan kesalahan, yaitu kenapa ia menuruti perkataan sahabatnya untuk melakukan kencan dengan riska.


Sebenarny tak terjadi apa apa saat setelah kencan itu, hanya saja wanita itu selalu saja merecoki hari harinya. Riska terlalu agresif iqbal tak suka. Lagipun pakaiannya terlalu terbuka, putrinya pasti tak akan menyukainya.


Setelah lolos dari riska tumpukan dokumen pekerjaan sudah menantinya. Ia bersemangat kali ini karna teringat ia memiliki janji dengan rafka. Sebenarnya ia lebih bersemangat untuk bertemu ibunya rafka.


Karna hatinya bahagia entah mengapa pekerjaan itu bisa selesai sebelum jam 4 sore. Iqbal bergegas membereskan kertas kertas yang berserakan


"Tumben bos udah mau pulang. Ini aja belum ada jam 4". Davin tiba tiba muncul


"Iya aku lagi mau berjuang"


"Berjuang apa"


"Berjuang buat dapetin bidadari"


"Heh...bidadari dari hongkong. Mana ada bidadari mau sama kamu"

__ADS_1


"Adalah, liat aja nanti. Secepatnya kamu bakalan dapat undangan pernikahan dari bos lo yang ganteng ini". Iqbal itu adalah salah satu spesies manusia yang narsisnya gak ketulungan.


"Iya boss yang ganteng semoga aja bidadarinya lagi sakit mata jadi gak bisa liat dengan jelas biar mau sama kamu"


"Ohh mulai berani ya. Bulan ini gak ada bonus dan pekerjaan kamu bertambah. Mulai besok handle semua metting yang bisa diwakilkan dan urus masalah lahan baru kita kemarin. Satu lagi aku baru dapat info katanya ada lahan mau dijual beberapa orang bilang lahan itu mengandung batu bara tapi itu belum pasti tugas kamu cari informasi yang falid soal lahan itu. Saya tunggu secepatnya"


"Ya Allah bos banyak amat, Bonusnya juga jangan diilangin kali boss kejam amat".


"Yahhh. kita liata aja nanti. Selamat berlembur lembur ria. By by....boss mau nyari pengganti tante lux dulu buat manjain si otong. Hahahha..."


"Dasar bos sinting". Tapi iqbal sudah tak mendengar perkataan itu karna orangnya sudah pergi lebih dulu.


Mobil yang ditumpangi iqbal menuju arah pulang. Sampai dirumah ia bergegas mandi dan menuju rumah rafka ia penasaran apa keinginan bocah kecil itu hingga menyuruhnya pulang cepat


"Ayah mau kemana?". Indah muncul saat iqbal melangkah keluar kamar. Hidungnya mengendus endus wangi sang ayah


"Banyak amat yah pakai parfumnya. Ayah mau alih profesi jadi sales parfum?"


"Enak aja. Ayah gak banyak pakai parfumnya tau."


"Hehehe..."


"Do'ain usaha ayah berhasil ya buat deketin bunda anin"


"Emang siapa yang dzolimi kamu?"


"Ayah lah".


"Lho kok ayah, emang ayah ngapain kamu"


"Ayah dzolim karna belum kasih uang pajak buat indah hari ini"


"Astaghfirullah halazim indahh jadi anak matre amat sih. Kamu itu nurun siapa sih, ayah tentu bukan, ibu kamu apa lagi gak ada mirip miripnya ama kamu"


"Hidup itu realistis aja ayah. Bagi duit yah 50 rb aja indah pengen beli es boba ama cemilan".


Indah memang kerap kali meminta uang pada ayahnya, tapi itu tak akan lebih dari 50 rb. Sebab ia meminta uang juga hanya untuk membeli cemilan. Maka dari itu iqbal tak pernah melarang.


Setelah sedikit drama tadi iqbal bergegas menuju kediaman anin


"Assalamualaikum".


"Wa'alaikumsalam ayah, horee ayah datang". Abah dan umi hanya tersenyum, ia bahagia melihat cucunya kembali ceria. Abah dan umi sudah mengetahui kalau rafka memanggil iqbal ayah karna cerita dari bocah kecil itu sendiri.

__ADS_1


"Ayo yah masuk." Rafka menarik tangan pria dewasa itu.


"Ayah tau gak bunda masak banyak lo, ayah makan malam disini ya. Kak indah juga"


"Iya nanti kita jemput kak indah". Iqbal masuk dan menyalami abah serta umi tapi tak terlihat anin disitu. Abah sebagai seorang pria tentu tau jika laki laki muda dihadapannya ini tertarik dengan putrinya. Beliau lantas berbisik


"Orangnya lagi masak didapur. Makanya halalin dong masa gitu aja geraknya lama". Iqbal terkejut saat abah dengan mudah tau isi hatinya sesaat kemudian ia hanya tersenyum sungkan


"Nak iqbal makasih lo ya udah mau nurutin kemauan rafka"


"Gak papa buk jangan sungkan"


"Jangan panggil ibu panggil aja umi"


"Iya umi". Mereka mengobrol banyak hal terutama rafka yang tak ingin orang yang dianggapnya ayah itu mengabaikan dirinya. Hingga adzan magbrib berkumandang, mereka semua memutuskan untuk sholat berjama'ah dirumah


"Silahkan iqbal mengimami"


"Terimakasih abah. Permisi". Sholat dilaksanakan dengan iqbal sebagai imama. Suara itu begitu merdu kala melantunkan ayat ayat suci Al-Qur'an, hati anin bergetar mendegarnya


Selesai dengan sholat maghrib berjam'ah


"Ayo ayah kita jemput kak indah". Rafka mengajak iqbal


"Ayo sayang". Mereka berjalan bergandengan layaknya ayah dan anak kandung. Setelah menjemput indah mereka semua melakukan makan malam bersama dengan berbagai macam masakan anin.


Ada soup tom yum, ayam asa manis, hingga steak tempe. Mereka semua makan dengan lahap karna memang masakan anin yang lezat.


"Masakan bunda memang selalu terbaik". Puji rafka


"Kamu emang paling bisa ngerayu bunda


"Hem emang bener lo bund, masakan bunda paling enak. Kenapa gak buka cabang cafe bunda aja disini". Timpal indah


"Iya nanti bunda fikirkan lagi". Anin mengelus pelan rambut indah


"Ahh bunda indah boleh peluk gak sih". Indah terharu sudah sejak lama ia merindukan sosok seorang ibu


"Boleh aja". Anin memeluknya dengan sayang


Kalau boleh bilang iqbal juga pengen dipeluk tapi untuk sekarang itu hanya sebatas angan


"Nanti ayah carikan lokasinya mau gak bund". Iqbal berusaha mendekati anin pelan pelan

__ADS_1


__ADS_2