Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Persiapan


__ADS_3

Hari ini zayn dan gadis bertemu dengan pihak WO untuk melihat serangkaian persiapan pernikahan mereka. Mereka bedua ingin melihat gedung tempat resepsi.


Nuansa ungu dan putih memenuhi gedung acara dengan mengusung tema internasional dan mereka sangat puas melihat persiapan pernikahan yang sudah 80%.


Setelah meninjau gedung mereka mndatangi butik tempat mereka memesan gaun pengantin untuk melakukan fitting yang terakhir


Gaun indah yang sangat mewah bertabur berlian dengan ekor menjuntai hampir sepanjang 3 meter. Nayangkan saja betapa merepotkannya gaun itu.


Semua mulai dari konsep gedung dan gaun sesuai keinginan gadis bagi zayn gadis adalah yang utama.


Bunda soraya bahkan tak tau apapun ia hanya akan hadir saat pernikahan. sungguh miris, orang tua yang seharusnya memiliki peran penting dalam persiapan ini malah hanya seperti tamu undangan.


Itu semua keinginan gadis dengan dalih agar sang calon mertua tak merasa lelah padahl semua itu hanya agar ia bisa menentukan segalanya dan zayn hanya seperti kerbau dicokol hidungnya menurut tanpa protes.


Hari menunjukkan pukul 1 siang zayn dan gadis memutuskan makan siang di cafe anin karna lokasi yang tak terlalu jauh


Setelah sampai mereka memesan makanan. kebetulan dika yang tak sengaja lewat melihat zayn memutuskan untuk menyapa


"Apa kabar bro". Mereka bersalaman ala laki laki


"Baik kamu sendiri".


"Sangat baik".


dika lantas menyalami gadis. Gadis yang terbiasa saling menyapa dengan cipika cipiki hendak melakukan hal itu tapi dika segera menghindar dan memandang tajam kearah gadis membuat ia langsung terdiam.


"Sejak kapan lo suka pakai cincin". Zayn tak sengaja melihat cincin melingkar dijari manis dika


"I ni cincin nikahan gue" .


"Haa ! sejak kapan lo nikah. Kenapa lo gak ngabarin gua. Lo udah gak nganggap gua temen lagi!". Zayn kesal


"Sorry tapi ini mendadak gue pun gak tau kalau hari itu gue bakalan nikah".


"Kok bisa ?". Lalu dika menceritakan semuanya tentang kejutan pernikahan itu


"Kadi lo nikah ama musuh bebuyutan lo sendiri ?".


"Iya tapi kami udah lama kok deket. Oya tapi bunda ama ayah andi datang tuh emang lo gak dikasih tau".


"E Enggak. Gua mungkin pas lagi keluar kota". Zayn menjawab dengan gugup sebab ia ingat perkataan sang bunda jika tak akan pernah mengajak gadis ke acara apapun karna pakiannya yang terlalu terbuka.


"Ohh..ya udah gak apa apa".


Mereka berdua lantas mengobrol banyak hal dan mengabaikan gadis. gadis yang kesal pun tak bisa berbuat apa apa sebab ia merasa sedikit takut dengan sifat dika.


Dan secara kebetulan anin pun mengunjungi cafe hari ini


"Bu boss". Dika memanggil seperti itu sebab ingin menggoda anin


Anin yang melihat ada teman temannya pun menghampiri


"Udah dari tadi". Anin bicara sambil cipika cipiki dengan gadis dan hanya menangkupkan kedua tangannya pada zayn dan dika.


"Belum kok ini lagi nunggu pesanan ". Jawab zayn


"Ohh ya udah dilanjutin aja soalnya aku juga lagi ada yang mau dikerjakan sorry gak bisa gabung".


"Iya gak apa apa". jawab mereka kompak


"Mari mbak aku duluan", Dan hanya dijawab anggukan oleh gadis.

__ADS_1


Acara makan itu diselingi dengan obrolan dika dan zayn


Sedangkan anin diruangannya hanya bisa berusaha untuk tegar.


Hari ini undangan disebar kepada keluarga keliarga terdekat dulu karna acara masih 10 hari lagi. Zayn sendiri yang akan mengantar undangan itu ketempat orang orang terdekatnya.


Ia mengantar undangan kerumah anin terlebih dahulu. Tapi saat tiba rumah terlihat sepi tapi pintu utama terbuka terdengar orang sedang berbicara


"Bagaimana ini abah anin sampai sakit".


"Abah juga gak tau umi. Zayn mencintai wanita lain abah gak mau merusak segalanya sebentar lagi mereka juga akan menikah".


Deggg jantung zayn terasa berhenti berdetak. Sang sahabat ternyata mencintainya dan ia tak menyadari itu.


"Apa kita bawa anin pergi untuk sementara waktu agar ia tenang. Umi takut kalau ia akan semakin tertekan menyaksikan pernikahan itu"


"Coba mari kita tanyakan pada anin". Lantas umi dan abah menuju kamar anin, diam diam zayn pun mengikutinya


"Sayang kita pergi liburan yuk ke puncak".


Anin tak menjawab ia hanya menggeleng tanda tak setuju


"Jangan difikirkan sayang. Fokus pada kesehatanmu ingat ada abah dan umi yang akan selalu ada untuk kamu"


"Nak jangan seperti ini abah mohon".


"Umi rasanya sakit disini". Menunjuk dadanya sambil menangis pilu hidupnya terasa tak berarti. Entahlah ia pun tak bisa menggbarkan rasa sakit itu


Bagi orang yang pertama kali merasakan jatuh cinta patah hati itu akan terasa begitu menyakitkan


Zayn menyaksikan sang sahabat sakit akibat dirinya tak sanggup menyaksikan itu ia meneteskan air mata dan lantas meninggalkan rumah anin melupakan tujuan utamanya.


"Apa kalian juga tau tentang perasaan anin padaku" hening tak ada jawaban


"Jawab !". Zayn membentak dika dan nina


"Ya kami tau" Jawab dika dengan kesal


"Apa kau puas sekarang. Kau tega pada sahabatku kau menghacurkan impianya, kau bahkan mematahkan semangat hidupnya. Kau adalah pria paling jahat yang pernah aku kenal". Nina bicara dengan sesegukan


"Tapi aku sungguh tak tau perasaannya". Jawab zayn lirih


"Apa kau tak sadar atas semua tingkah semaumu itu. kau memberinya perhatian, bahkan memanggilnya calon istri. Secara tak langsung kau memberinya harapan. Anin gadis yang tak pernah dekat dengan pria manapun selain kau dan abah, maka setiap ucapan yang keluar dari mulut busukmu itu akan berpengaruh besar pada hatinya. Apa kau tak pernah berpikir sampai kesana. jika memang kau tak memiliki perasaan lebih setidaknya jangan kau berikan ia harapan". nina mengamuk pada zayn


"Maafkan aku". Hanya itu yang keluar dari muluynya


"Apa maafmu bisa mengembalikan keadaan anin, sekarang anin sakit. Sekarang aku tanya apa yang bisa kau lakukan untuk menyembuhkannya". jawab nina


Zayn hanya menggeleng


"Kau bahkan tak tau bukan !. Sekarang menjauhlah dari anin karna hadirmu hanya akan memperparah keadaan!". Imbuh nina lagi


"Sekarang kau pergilah pikirkan apa yang bisa kau lakukan untuk anin". Ujar dika


zayn melangkah dengan gontai meninggalkan cafe tujuannya saat ini adalah pulang menemui sang bunda. Ia memacu kendaraanya di atas rata rata. Pikirannya berkecamuk ia merasa bersalah pada sang sahabat. sampai di rumah


"Bunda..bunda dimana". Zayn berkeliling mencari sang bunda tapi tak juga ketemu


Salah satu asisten yang mengetahui keberadaan bunda soraya lantas berkata


"Nyonya ada ditaman belakang tuan muda"

__ADS_1


Zayn langsung menuju taman tanpa mengucap satu patah kata. Sampai ditaman ia melihat sang bunda sedang termenung sendirian


"Bunda" zayn langsung memeluk sang ibu


"Apa". jawb bunda datar.


"Apa bunda tau semuanya. Kenapa bunda gak bilang sama zayn soal anin".


"Apa kau akan merubah pilihanmu kalau bunda kasih tau soal anin". zayn terdiam


"Bukankah dari awal bunda sudah menyuruhmu untul mencoba dekat dengan anin tapi bukan sebagai sahabat. tapi apa kau merespon ucapan bunda. Tidak, kau mengabaikannya. Kecewa tentu tapi bunda lebih sedih karna melihat kondisi anin saat ini. Ia tertekan bahkan sampai sakit".


"Bunda zayn minta maaf". Zayn berlutut dihadapan sang bunda


"Untuk apa".


"Untuk semuanya. Maafkan zayn yang tidak peka dengan sekeliling zayn".


"Apa maafmu bisa mengembalikan keadaan". Zayn terdiam mendengar jawaban sang bunda


"Kau tak perlu minta maaf. Ini hidupmu, pilihanmu kau yang tentukan sendiri. Jadi sekarang terserah padamu. Bunda hanya berdo'a semoga pilihanmu yang terbaik".


Bunda lantas berdiri meninggalkan zayn sendirian ditaman.


Sudah 2 hari anin sakit kondisinya semakin lemah akibat tak ada asupan makanan. semua makanan yang ia makan akan langsung ditolak oleh lambungnya.


"Assalamualaikum". Zayn datang untuk melihat kondisi anin


"Wa'alaikum salam ehh ada zayn ada apa nak tumben kesini". Sambutan umi masih begitu ramah padanya padahal ia telah mengecewakan hati banyak orang terutama anin


"Zayn mau ketemu anin umi apa boleh". Pinta zayn ia sengaja datang membawa boneka kelinci kecil. Kelinci adalah hewan kesukaan anin.


"Aninnya lagi istirahat jadi gak bisa diganggu besok aja ya". Umi mencegah agar zayn tak mengetahui kondisi anin


"Sebentar aja umi zayn mohon".


"Jangan nak besok aja ya. Biarkan anin istirahat dulu sejak sakit ia sulit untuk tidur".


"Baiklah umi besok zayn kesini lagi".


Zayn pulang dengan langkah gontai. Sampai rumah ia berpapasan dengan bunda dan ayah yang hendak keluar rumah


"Bunda ama ayah mau kemana".


"Sda urusan". Hanya itu yang keluar dari mulut sang bunda sedangkan ayahnya hanya diam. Zayn tak berani bertanya lagi tapi ia melihat jika orang tuanya menuju rumah anin.


Keesokan harinya zayn datang lagi kerumah anin dengan membawa boneka yang sama


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam, zayn mari masuk tumben ada apa?". Pertanyaan itu keluar dari mulut abah mansyur


"Zayn mau ketemu anin bah".


Sbah membuang nafas pelan "Sbah izinkan tapi abah mohon jangan banyak bertanya".


"Terimakasih abah". Zayn menuju kamar anin dengan ditemani abah.


hhuuaaaaaaaaaa


author ikut nangis pas nulis part ini 😭

__ADS_1


__ADS_2