
"B boleh aja sih". Anin menjawab dengan gugup
"Deket kantor ayah ada ruko lumayan besar, lokasinya juga strategis soalnya dekat dengan kantor". Iqbal mulai gencar melakukan serangan maut
"Nanti coba anin pikirkan lagi ya bang tawarannya"
"Oke, tapi jangan lama lama ya takut keburu disewa orang lain".
"Iya bang". Padahal tau kah kalian ruko itu sebenarnya adalah salah satu aset propertinya. Ia sengaja tak memberi anin waktu lama untuk berfikir adalah salah satu triknya untuk mendekati anin.
Waktu terus berjalan iqbal dan indah pamit untuk pulang. Saat bersalaman dengan abah lagi lagi abah menggodanya
"Pepet terus jangan kasih kendor". Iqbal tertawa pelan
"Do'ain ya bah". Abah hanya mengangguk.
Kedekatan antara iqbal, indah dan rafka sudah selayaknya keluarga hanya anin yang memberi jarak. Siang ini rafka merengek pada anin untuk mengunjungi iqbal dikantornya dengan alasan ingin makan siang bersama ayah. Alhasil demi menghemat waktu kerja iqbal, anin membawa makanan dari rumah hasil masakannya. Ia mencoba menu baru untuk dicicipi iqbal
Sampai didepan bangunan kantor ia langsung menuju kearah resepsionis dan bertanya
"Permisi mbak saya mau bertemu pak iqbal ammani bisa"
"Maaf ibu siapa ya". Ia memandang kearah anin dan rafka betgantian
"Saya anindiya temannya pak iqbal"
"Tunggu sebentar saya akan menghubungi sekretaris beliau terlebih dulu. Ibu silahkan tunggu disana". Sekretaris itu menunjuk kursi yang ada diloby kantor tersebut.
Setelah menunggu tiba tiba iqbal sendiri yang menghampiri
"Hai sayang kenapa gak telpon ayah dulu kalau mau kesini kan jadi gak perlu nunggu disini". Iqbal menghampiri keduanya beberapa karyawan yang lewat terkejut melihat interaksi bossnya itu dengan seorang anak kecil dan wanita bercadar
"Maaf ya bang jadi ganggu waktu kerja abang"
"Gak papa lagian juga bentar lagi waktu istirahat. Ya udah ayo keruangan ayah"
"let's go". Rafka berada digendongan iqbal dan anin mengikuti dari belakang. Udah kayak keluarga berencana aja
Sampai diruangan iqbal, anin dibuat takjub, bagaimana tidak ruangan itu didesain dengan interior nuansa clasik. Kesan rapi dan elegant sangat terasa, ruanga itu terlihat begitu luas karna penataan barangnya yang tepat.
"Nyaman banget bang ruangannya"
"Heheh sengaja kan abang sering lembur jadi biar lebih enak aja gitu kalau kerja meskipun samapek malem"
"Jangan terlalu diporsir bang tenaganya ntar kalau sakit kasian indah"
"Iya bunda apa kata bunda bakal ayah turutin deh". Belum sempat anin menjawab rafka sudah menyela
"Ayo bunda rafka udah laper"
__ADS_1
"Oh iya ayo, bunda sampai meleng liat ruangan ayah. Sini bang kita makan anin tadi masak resep baru, abang coba ya nanti kalau ada yang kurang abang kasih tau anin".
"Oke". Terhidang makanan khas turki yaitu kofte yang sengaja anin buat dari daging ayam agar lebih rendah kolesterol, Nasi merah serta salad sayur sebagai pendamping
"Wih..ayah bisa gendut bund kalau tiap hari masakannya enak gini"
"Abang bisa aja. Tenang anin kontrol kok asupan kalorinya jadi meskipun berlemak tapi tetep sehat"
"Bunda emang yang terbaik ya dek". Iqbal mencolek pipi bocah gembul disebelahnya yang sejak tadi sudah asik mengunyah salad sayur. Meski masih kecil anin sudah membiasakan rafka untuk mengonsumsi sayuran
"Iya dong bunda kan emang jagonya masak yah".
Acara makan siang itu berjalan lancar dengan banyak obrolan hingga rafka tertidur karna sudah kekenyangan
"Gimana bunda jadi gak buka cabang cafe di ruko yang ayah kasih tau kemaren"
"Boleh deh bang. Anin juga bosen dirumah, lagian cafe yang dijakarta udah ada yang ngurus jadi daripada anin gak ada kegiatan". Cefe yang ada dijakarta dan bandung sepenuhnya ia serahkan pada dika
"Ya udah besok ayah urus semuanya, bunda terima beres aja. Nanti ayah ajak bunda ketemu orang yang bakal desain cafenya biar sesuai sama keinginan bunda".
"Iya makasih ya bang"
"Sama sama. Ya udah ayo pulang biar abang antar kasian rafka tidur kalau naik taksi"
"Emang abang gak sibuk"
"Enggak. Udah ayo pulang". Iqbal menggendong rafka namun saat membuka pintu davin muncul
"Iya, kenapa?"
"Jutek amat boss. Ehh ada calon ibu boss. Assalamualaikum ibu boss kenalin saya davin asistennya pak iqbal". Anin bingung kenapa pria dihadapannya ini memanggilnya calon ibu bos tapi sebelum bertanya iqbal sudah lebih dulu menyela
"Udah gak usah banyak omong, bilang aja ada apa"
"Biasa bos cuma mau laporan hasil kemaren. Tapi kalau bos mau pulang ya gak papa nanti aku kirim lewat email aja"
"Ya udah sana minggir saya mau lewat"
"Lagi PMS ya bos dari tadi ketus amat. Bu boss hati hati ya dijalan". Iqbal yang cemburu sejak tadi langsung menonyor kepala davin
"Jahat amat boss sama bawahan. Kualat lo ntar"
"Gak mungkin, yang ada bonus kamu yang gak bakalan nongol lagi"
"Yahh yahhh jangan dong boss,"
"Bodo amat. Ayo bund pulang jangan dengerin makhluk jadi jadian ini". Davin terkejut mendegar interaksi keduanya, Ini kali pertama ia melihat sahabatnya itu menjadi bucin
Davin bergumam "Tragedi langka".
__ADS_1
Setelah kepergian iqbal dan anin, Riska tiba tiba datang
"Davin kok kata orang dibawah iqbal pergi. Pergi kemana". Tanya riska dengan logat anak manja
"Ohh iqbal lagi nganterin calon istrinya pulang"
"Ha..! Kok iqbal jahat sih terus selama ini riska dianggap apa. Iqbal jahat"
"Dasar nenek lampir emang selama ini iqbal itu mau sama kamu? enggak kan, jadi jangan kayak orang stres gitu deh"
"Isss..kamu juga nyebeli. Awas ya aku bakalan datengin perempuan itu".
"Silahkan aja kalau mau usaha papamu kelar ditangan iqbal".
"Huaaa...kenapa sih kalian kok pada jahat semua". Riska pergi dengan perasaan kesal
Kembali ke iqbal dan anin
"bunda bisa bawa mobil gak"
"Bisa bang, rencananya dalam waktu dekat anin pengen beli mobil biar kalau pergi gak ribet". Tak butuh waktu lama mereka sampai dirumah. Iqbal menggendong rafka ke kamar.
"Bunda kalau mau cari mobil ayah telpon temen dealer aja ya biar orangnya kesini"
"Emang gak ngerepotin abang"
"Enggak lah"
"Gak usah lah bang nanti anin aja yang kesana biar bisa milih langsung"
"Ya udah kalau gitu. Ayah pulang dulu ya bund assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam". Iqbal begitu bahagia.
Hari hari berlalu kedekatan itu semakin terjalin. Hari ini ia menghubungi anin untuk menitipkan indah karna ia harus pergi meninjau lokasi tambang baru yang ada diluar kota.
"Ayah titip indah ya bund maaf udah ngerepotin bunda"
"Enggak papa bang, anin senang kok kalau ada indah jadi ada temen cerita"
"Indah jangan nakal kalau sama bunda". Indah itu fotocopyan iqbal yang isengnya gak ketulungan.
"Beres ayah"
"Ayah berangkat ya bund." Ia memandang penuh cinta kearah anin.
"Iya hati hati ya bang".
"Iya bunda, oh ya ayah lupa". Ia membuka dompet dan menyerahka satu debit card pada anin
__ADS_1
"Buat apa bang"
"Udah pakai aja buat kebutuhan kalian bertiga oke. Ayah gak menerima penolakan". Iqbal lantas menaruh debit card itu diatas meja. Jaelah sicurut udah sok sok'an kasih nafkah lagi modusnya pinter banget pakai duit tau aja kalau emak emak itu paling silau ama kertas yang gambar pahlawan 😂