Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Perjuangan


__ADS_3

Malam pertama yang seharusnya terjadi justru harus tertunda karna rafka. Bahkan rafka merengek ingin tidur ditengah tengah ayah dan bundanya.


Tak butuh waktu lama rafka sudah tertidur dengan memeluk erat ayahnya menandakan anak itu begitu merindukan kehadiran figur seorang ayah, sedang yang dipeluk sejak tadi tak bisa memejamkan mata


"Bund udah tidur".


Anin membuka mata dan tersenyum


"Belum bang emang kenapa". Perlahan lahan iqbal memindahkan tangan rafka dan menggantinya dengan bantal guling lalu mendekati anin. Ia mengangkat dan memindahkan sang istri kesofa


"Abang ngapain sih"


"Ssstt jangan keras keras nanti rafka bangun, ayah cuma pengen ngobrol sama bunda aja". Diletakkannya sang istri pelan pelan dengan posisi berbaring dan ia juga ikut berbaring disebelahnya


"Sempit ya bund"


"Itu ayah tau. Tunggu sebentar", Anin berdiri lantas mengambil sesuatu dilemari ternyata sebuah bed cover yang dibentang anin diatas permadani yang baru saja ia ganti


"Sini aja yah lebih nyaman". Iqbal tersenyum istrinya ternyata orang yang simpel dan sederhana meski lahir dari orang tua yang barada


Iqbal memeluk anin dengan erat berulang kali mencium pucuk kepala istrinya


"Bund kok ayah masih gak nyangka ya kalau sekarang kita udah nikah, tadi aja ayah kaget pas liat bunda keluar kamar mandi gak pakai hijab baru inget kalau udah halal"


"Sama bunda juga, tadi agak kaget pas ayah tiba tiba muncul makanya bunda balik lagi kekamar mandi tadi"


"Bund boleh gak kalau ayah mau buka puasa"


"Buka puasa gimana maksudnya yah?"


"Ituuu lo bund". Matanya melirik kearah bawah


"Udah lama tau bund puasanya kan kasian". Anin tersipu malu


"Nanti kalau rafka bangun gimana"


"Enggak akan kita disini aja pelan pelan ya"


"Iya boleh. Sekarang bunda udah jadi milik ayah jadi bunda akan penuhi semua kebutuhan ayah. Tapi gak papa dibawah gini yah"


"Gak papa bundaaa"

__ADS_1


Kegiatan panas itu berlangsung cukup lama, iqbal selalu memperlakukannya dengan begitu romantis. Sentuhan pelan nan memabukkan mampu membuat anin melayang.


Pagi hari seperti biasa anin membuat sarapan untuk keluarganya, apalagi kini ia sudah menikah tanggung jawabnyapun bertambah. Meski tubuhnya terasa lelah tapi tak menyurutka niat anin memasak untuk anak dan suaminya.


Sedangkan iqbal pria itu kembali tidur setelah sholat subuh tadi.


"Bunda...kakak mau pulang kerumah ayah dulu ya soalnya semua perlengkapan sekolah kakak kan disana semua"


"Ya udah sana buruan, nanti kesini lagi ya sarapan dulu"


"Beres bunda". Indah mencium pipi bundanya. Belum juga selesai acara memasak tapi bayi besarnya sudah mengganggu. Iqbal yang baru saja bangun sudah merecokinya didapur. Entah itu hanya sekedar mengambil makanan yang sedang ditata anin atau mencuri curi ciuman dipipi sang istri.


"Bang jangan gitu ih jorok tau". Anin memukul punggung tangan iqbal kala pria itu mengambil potongan ikan menggunakan tangan tanpa mencucinya lebih dulu


"Abis masakan bunda enak sih"


"Udah sana abang bangunin rafka biar bisa sarapan sama sama". Iqbal menuruti kemauan istrinya dikamar setelah putranya bangun bukannya segera turun justru mereka berdua asik bercanda


"Masyaallah bunda tunggu dari tadi bukannya cepetan turun malah pada asik disini. Ayo buruan ayah juga kan harus ngenterin kakak sekolah"


"Iya bunda". Mereka berdua turun dan seperti kemarin acara makan selalu saja rusuh. Tapi justru itu terkesan romantis bagi yang memandang.


Sedang dikota lain zayn tengah berjuang sendirian. Ini adalah titik terendah dalam hidupnya. Kini ia sedang dalam proses perceraian sedang sang istri berada di dalam bui karna kasus narkoba


Ayah andi menceritakan kelakuan bejat gadis berikut bukti rekaman cctv dimana saat itu ayah andi terlihat baru pulang dari kantor meminta untuk dibuatkan minuman pada mbok nah tapi justru gadis dengan alasan mengantakarkan minuman berujung menggoda mertuanya sendiri


Yang zayn tak habis pikir adalah, gadis bahkan tak punya malu membuka pakaiannya dihadapan mertuanya, Terdengar juga gadis menghina zayn soal hubungan diranjang. Itu sudah sangat keterlaluan ia tak lagi bisa mentolerir. Ia tak menyangka jika wanita yang ia nikahi sampai dua kali itu adalah wanita berhati iblis.


Sedangkan putrinya arletta kini berangsur mulai berubah, ia tak terlalu membantah jika diberitahu meski masih terkesan egois. Sedang anggika, gadis kecil itu kini di didik keras oleh bunda soraya karna sudah mulai berani membantah bahkan berbohong, beberapa kali ia juga terkena masalah karna ketahuan mencuri.


Hidup zayn benar benar berantakan. Disaat saat seperti ini mengingat anin dan juga rafka. Begitu banyak dosa yang ia lakukan. Dulu, saat anin masih menjadi istrinya ia selalu mengabaikan, bahkan dengan tega ia menyakiti hatinya saat perempuan itu tengah mengandung benihnya.


FLASH BACK END


Kini urusannya dengan gadis telah usai, ia sekarang resmi nenyandang status duda. Ia berniat menemui anin dan rafka untuk meminta maaf dan berharap semoga ada kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya. Siang ini bunda soraya menghubungi anin untuk menanyakan kabarnya terutama rafka.


"Gimana kabar kamu sayang". Tanya bunda soraya melalui sambungan telpon


"Baik oma, oma sendiri apa kabar"


"Oma juga baik sayang". Obrolan terus berlanjut antara rafka dan omanya, hanya saja bocah kecil itu sama sekali tak menyinggung soal ayah sambungnya.

__ADS_1


Zayn yang baru saja pulang dari kantor begitu semangat kala mendengar bunda menghubungi anin.


"Assalamualakum sayang ini papa nak"


"Wa'alaikumsalam papa". Obrolan berlanjut hingga saat rafka ingin mengakhiri panggilan


"Sayang kasih ke bunda handphone nya papa mau bicara"


"Sebentar ya pa"


"Bunda bunda papa mau ngmong". Sedangkan anin wanita itu kini tengah memijit kepal iqbal yang sedang sakit


"Iya mas ada apa"


"Mas mau minta maaf sama kamu"


"Gak usah minta maaf anin udah ngelupain semuanya"


"Makasih ya dek". Iqbal yang mendengar tentu saja cemburu


"Sama sama mas". Iqbal mengikuti gerak bibir anin


"Oh iya kalau aku sering menghubungi kamu boleh gak. Cuma pengen ngobrol ama rafka". Bisa ae lu buaya buntung mau modus tapi kasian yang dimodusin udah ada yang punya


"Silahkan saja kalau mau ngbrol sama rafka. Ya udah mas, anin lagi banyak kerjaan"


"Oh iya iya, jangan terlalu lelah nanti kamu sakit. kalau soal rafka itu kamu jangan khawatir dia tanggung jawab mas"


"Mas fikir aku gak mampu buat nafkahin anak aku". Anin kesal bukan main. Ia sadar jika zayn kini berusaha mendekatinya lagi


"B bukan gitu maksua aku"


"Sekaranng gini ya mas, rafka anak aku jadi itu sudah kewajiban aku buat nafkahin dia mas gak perlu susah payah".


"Tapi rafka anak aku anin kamu gak bisa mengelak"


"Iya aku tau tapi nyatanya dulu kamu gak mengharapkan dia ada kan?. Aku mohon stop bertingkah seolah olah kamu papa yang begitu perhatian sedangkan yang ada saat dia lahir justru bukan kamu. Bahkan yang menhadzaninya juga justru orang lain. Jadi bersikaplah seperti biasa ketahuilan batasanmu karna luka hatiku masih belum kering sampai saat ini. Assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam". Kena mental gak tuh, rasain makanya kalau gak bisa adil gak usah sok sok'an punya dua istri .


Zayn terdiam dan berfikir sepertinya usahanya kali ini akan sangat susah mengingat anin yang masih begitu sakit hati padanya.

__ADS_1


Lanjut besok lagi ya readers


__ADS_2