Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Lagi


__ADS_3

Bunda segera menyusul anin masuk kekamar


"Sayang diatas itu kamar kamu. Kalau butuh apa apa kamu panggil bunda atau mbok nah. Tapi jangan pindah kebawah nak"


"Gak papa bunda anin gak mau ngerepotin orang dirumah ini. Bunda maaf ya anin mau istirahat dulu"


Bunda terpaksa keluar kamar. Saat mbok nah hendak membawa koper masuk zayn menahannya


"mbok pergi aja ini biar jadi urusan zayn". mbok nah mengangguk patuh dan zayn segera masuk kekamar yang ditempati istri sirinya itu


"Sayang kita pindah keatas ya. Kan sekarang itu udah jadi kamar kamu. Nanti biar gadis tidur dikamar sebelah yang dulu pernah kamu tempatin"


"Enggak mas aku disini aja biar gak kecapean"


"Ayolah..nanti mas gendong kekamar biar kamu gak capek"


"Sekarang gak masalah kalau mas gendong anin tapi nanti kalau gadis disini aku yang gak enak takut dikira manja. Udah mas tempatin aja kamar itu anin disini aja".


Hati zayn tersentil secara tak langsung anin mengatakan jika ia harus benar benar bisa adil.


Zayn memutuskan untuk mandi dan tidur dikamar yang sama dengan anin. Untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan zayn mengabaikan anin, ini kali pertama ia tidur dengan memeluk wanita yang begitu sabar padanya tak perduli sejauh mana zay menyakitinya.


Dipeluknya tubuh itu dari belakang


"Dek kamu kok kurusan." Zayn memeluk sambil mengusap pelan perut buncit anin


"Itu perasaan mas aja". Anin masih saja merindukan pelukan ini setiap saat


"Apa dia membuatmu kesusahan".


"Tidak ada anak yang menyusahkan orang tuanya mas. Aku menikmati saat saat seperti ini"


Zayn terdiam. Ia merasa begitu bersalah tak seharusnya ia mengabaikan anin hingga wanita itu begitu kurus hanya perutnya yang terlihat membuncit


"Dek lepas aja jilbabnya, mas kengen kamu". Zayn begitu merindukan wangi rambut anin yang menenangkan jiwanya


Perlahan anin bangkit dan melepas hijabnya, berbaring lagi tapi masih tetap memunggungi zayn


"Hadap sini dek".


Anin menggeleng "Anin lebih nyaman tidur menghadap kekiri mas". Padahal ia sedang menahan tangis sejak tadi. Zayn hanya bisa pasrah.


Pagi hari ar sibuk mengetuk pintu kamar anin yang dilantai 2

__ADS_1


"Bunda bukak pintu, ar pengen masuk"


"Sayang bunda tidur dikamar tamu nak". Oma soraya


"Lo kenapa ? kan kamar bunda disini"


"Bunda kan perutnya udah besar kasian kalau tiap hari harus naik turun tangga. Jadi bunda tidur dibawah"


"Ooo ya udah ar ketempat bunda dulu ya oma". Gadis kecil itu berlari menuju kamar bundanya. Tapi saat ia masuk


"Bunda, Bunda kok belum bangun", ar memcoba membangunkan anin tapi ternyata badan anin demam panasnya cukup tinggi. Tadi pagi zayn tak sempat membangunkan anin karna buru buru menuju kantor untuk memimpin rapat.


"Oma bunda badannya panas". Oma yang mendengar teriakan arletta segera menuju kekamar anin, dilihatnya menantunya itu wajah pucat dengan bibir bergetar.


Tak menunggu lama ayah langsung menggendong anin menuju mobil dan membawanya kerumah sakit


"Bagaimana kondisi menantu saya dok"


"Untuk sementara kita pantau dulu ya bu bagaimana perkembangannya kedepan".


Ketiga manusia itu hanya bisa pasrah dan berdo'a semoga semuanya baik baik saja,


Hingga sore hari zayn pulang dengan membawa serta gadis


"Lo mbok kemana orang orang kok rumah sepi"


"Siapa yang sakit bik"


"Non anin tuan tadi pagi badannya panas". zayn sebenarny khawatir tapi ia tak mungkin meninggalkan gadis sendirian dirumah


"Udah lah mas lagian cuma demam paling besok pagi juga udah pulang"


"Tapi anin lagi hamil"


"Tapi aku juga lagi hamil mas." Gadis mengaku tengah hamil muda hasil hubungannya dengan zayn dua bulan terakhir.


Zayn hanya bisa pasrah. Ia akan menunggu anin pulang dan menanyakan keadaannya.


Pagi ini gadis merengek tak ingin ditinggal akhirnya zayn mengalah dan memutuskan bekerja dari rumah, sekitar pukul 10 pagi mobil yang dikendarai ayah andi memasuki pelataran rumah.


Bunda mendorong anin menggunakan kursi roda, kandungannya begitu lemah sedang arletta mengikuti dari belakang. Zayn menyambut didepan pintu ia berjongkok dihadapan anin


"Kamu kenapa sayang. Kenapa gak bilang kalau sakit, kan mas bisa langsung bawa kamu kedokter"

__ADS_1


"Aku gak papa mas"


"Papa gimana sih bunda lagi sakit bukannya nyusul kerumah sakit kok malah dirumah aja"


Tiba tiba gadis muncul


"Mas aku mau mangga muda, anak kamu lo yang minta nanti kalau gak diturutin emang mas mau punya anak ileran"


Hati bunda mendidih melihat wanita ular ini kembali lagi kerumah


"Kamu ngapain balik lagi kesini, bukannya uang yang aku kasih udah lebih dari cukup."


"Sayang liat bunda gak mau aku disini"


"Dasar wanita ular. Awas saja kamu macam macam terutama dengan anin. Kamu zayn awasi wanita ini dan tepati janji kamu untuk adil".


Bunda mendorong kursi roda menuju kamar tamu


"Ini mama kan?" Arletta bertanya


"iya sayang ini mama. Peluk dong mamanya". Arletta tetaplah hanya anak polos yang ingin tau sosok ibu kandungnya. Ar lantas memeluk gadis


Sedang dikamar anin hanya mampu terdiam merasakan sakit, Sakit kala suami yang kita sayangi berbagi cinta dengan wanita lain, sakit kala suami lebih menyayangi madunya. Ternyata semua tak semudah yang ia fikir.


Makan malam tiba kala semua anggota keluarga makan anin sama sekali tak keluar kamar. Zayn berniat mengantarkan makan malam anin berupa bubur tapi saat hendak membuka pintu kamar gadis menghalangi


"Mas antar aku dulu kekamar kepala aku tiba tiba pusing". Zayn lantas mengantarnya kekamar dengan begitu ia segera bisa mengantar makanan anin yang tadi ditaruhnya dimeja ruang tengah. Tapi ternyata ia salah gadis masih saja menahannya dengan berbagai alasan hingga zayn lupa mengantar makanan anin.


Sekitar pukul 11 malam anin tertatih berjalan menuju dapur karna perutnya meronta ingin diisi. Didapur ia hanya menemukan roti dan selai, ia memutuskan untuk membuat susu.


Memanaskan air dikompor dengan pelan berpegangan pada ujung meja dapur.


"Ya allah anin kamu ngapain nak". Tiba tiba ayah muncul untung saja tadi anin tak melepas cadarnya


"Anin mau bikin susu yah". Terlihat dimeja makan roti yang sudah dioles selai kacang


"Lo kamu lapar lagi. Ya udah duduk aja ayah buatin susunya"


"Gak usah yah anin bisa kok"


"Tempat naruh susunya tinggi nanti kamu jatuh. Jaga baik kandungan kamu. Emang makan bubur tadi gak kenyang kok jam segini udah laper lagi". Ayah berbicara sambil sibuk menuang susu kegelas


"Hehe enggak yah". Anin berbohong padahal ia sama sekali tak menerima makanan

__ADS_1


"Ya udah ayah buatin sandwich ya biar kenyang"


"Gak usah yah". Tapi ayah sudah dengan cekatan meracik sandwich dan memberikannya pada anin


__ADS_2