
Sampai didealer kali ini iqbal yang dibuat kesal, bagaimana tidak manager dari showroom itu sendiri yang melayani sebab iqbal adalah salah satu crazy rich tapi semua itu disalah artikan oleh duda beranak satu itu hanya karna si manager yang masih terlihat muda.
"Bund mau pilih yang mana buruan ihh"
"Sabar bang anin lagi liat liat dulu".
"Udah ayah aja yang milih bunda tunggu didalem aja sana".
"Kan ini mobil buat anin jadi harus anin dong yang milih".
"Enggak boleh, sana buruan masuk". Karna melihat wajah kesal iqbal akhirnya anin menuruti kemauan pria itu. Setelah kepergian anin iqbal memandang kesal kearah manager muda yang bername tag ragil itu
"Saya mau mobil keluaran terbaru dengan fitur kemanan yang terbaik".
"Baik mari pak silahkan ikut saya". Manager tersebut menunjukkan beberapa koleksi mobil yang sesuai dengan keinginan iqbal, setelah menimbang nimbang pilihannya jatuh pada mobil berwarna estoril blue ini adalah salah satu warna eksklusif milik salah satu brand mobil mewah.
Anin tak tau menau soal mobil pilihan iqbal bahkan setelah memilih iqbal langsung mengajak anin pulang
"Lho bang kok langsung pulang"
"Iya mobilnya cuma dikasih aja jadi gak usah bayar". Manager showroom tersebut hanya tersenyum
"Serius bang".
"Dua rius malah, ayo pulang. Makasih ya bro mobilnya"
"Sama sama pak". Manager tersebut membungkukkan badanya sedikit sebagai tanda hormat. Anin pasrah mengikuti iqbal.
"Abang seriusan ih berapa harga mobilnya"
"Emang kenapa sih nanyain harga mulu dari tadi"
"Kan anin mau bayar abaaang....."
"Udah abang bayar"
"Ya udah anin ganti uang abang berapa bilang aja"
"Gak usah itu cuma dp buat nanti supaya kamu gak nolak ajakan abang"
"Abang mah pamrih, buruan cepet bilang berapa anin ganti uangnya"
"Gak usah sayang beneran deh. Tapi janji ya jangan tolak abang"
"Nah kan masih pamrih. Gak mau ah kalau abang kayak gini. Mending sama mas mas manager tadi aja"
"mending abang kemana mana lah. Abang lebih ganteng, badan abang lebih bagus, apalagi soal duit manager tadi mah jelas kalah jauh dari abang"
"Sombong banget bang"
"Biarin, siapa suruh manager tdi liatin bunda terus. Bunda kan cuma punya abang seorang gak boleh ada yang ngelirik."
__ADS_1
"Astghfirullah abang...istigfar bang"
"Astagfirullahalazim....lagian ya bund kalau bunda mau sama dia berarti selera bunda menurun. Habis sama abang yang gantengnya gak ketulungan terus sama yang pas pasan". Iqbal masih saja mengoceh tak jelas
"Idih..narsis amat sih bang"
"Lho emang kenyataan bunda"
"Iyain aja lah. Daripada nanti ada yang ngambek"
"Nah gitu dari tadi kan cepet selesai urusannya"
"Lagian yang dari tadi ngajakin debat kan abang, giliran lama kok jadi anin yang salah".
"Eh enggak gitu bunda iya iya maaf". Tak ada jawaban dari anin, mungkin pusing juga mau jawab apa. Mobil terus bergerak menuju rumah anin sampai dirumah semua menyambut seperti ada sesuatu yang anin tidak tahu.
Setelah tiga hari dari pertemuan itu iqbal meminta jawaban anin saat mereka sedang menuju ke lokasi calon cafe anin.
"Gimana bund udah punya jawaban belum"
"udah bang. Bismillah, iya bang anin mau nikah sama abang"
"Yess alhamdulillah". Iqbal begitu bahagia
Sepanjang jalan banyak yang mereka ceritakan terutama masa lalu masing masing. Hingga meski semua kegiatan yan mereka lakukan menguras tenaga tapi tak melunturkan semangat mereka berdua.
Setelah senja menghampiri anin dan iqbal memutuskan untuk pulang, rencananya nanti malam iqbal akan berkunjung kerumah anin.
"Assalamualaikum ma"
"wa'alaikum salam iqbal"
"Gimana kabar mama sehat?"
"Alhamdulillah sehat"
"Ma iqbal punya kabar gembira buat mama"
"Apa?. Kalau kamu menang tender lagi mama males dengernya"
"Mama mah gitu, iqbal memang menang tender ma, tapi tender calon mantu buat mama"
"Serius kamu, wah alhamdulillah akhirnya ada yang mau sama anak mama. Siapa orangnya mama pengen tau"
"Gini gini anak mama juga masih ganteng tau," belum selesai iqbal bicara sang mama sudah lebih dulu menyela
"Udah buruan kasih tau mama siapa orangnya"
"Sabar ma. Namanya anindya orang baru disini, dia juga sudah pernah gagal dalam rumah tangga, suaminya menikah lagi dan dia diceraikan setelah melahirkan putranya. Apa mama setuju?"
"Mama sih gak apa apa meskipun dia janda, asal dia perempuan baik baik, bisa ngurus kamu dan terutama sayang sama indah mama pasti setuju"
__ADS_1
"Dia perempuan baik baik ma, dia juga pintar sekali masak kayak mama. Kalau masalah ngurus iqbal dan indah, sekarang aja iqbal udah tiap hari diurus ama anin soal makanan, setiap pagi anin pasti ngirimin sarapan buat iqbal ma, siang juga pasti datang kekantor yang eggak cuman malam aja. Indah juga udah sayang banget ama anin sekarang aja lebih sering tidur dirumah anin"
"Wahh...mama jadi penasaran perempuan seperti apa dia"
"Makanya mama kapan bisa kesini"
"Secepatnya mama sama papa kesana. Jaga baik baik perempuan seprti anin, karna kamu belum tentu bisa dapetin lagi perempuan seperti itu"
"Iya ma, ini juga iqbal mau kerumahnya buat bicara sama orang tua anin soal niat iqbal"
"Ya udah sana buruan. Semangat anak mama"
"Pasti ma. Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam". Setelah panggilan terputus semua orang yang menguping pembicaraan mama dan iqbal tadi bersorak bahagia
"Akhirnya abangku laku juga"
"Kita liat aja nanti bisa gak dia dapet restu dari orang tua anin". Timpal mama
"Pasti dapet lah orang keturunan papa jadi kalau masalah dapetin cewek itu pakarnya". Iqbal menurun dari sang papa narsisnya. Semua orang menyebikkan bibirnya.
Sedang ditempat iqbal kini pria itu tengah berada dihadapan abah umi serta anin
"Jadi begini, abah umi kedatangan iqbal kesini dengan nita baik ingin mengkhitbah anin"
"Apa kamu yakin". Abah mulai mengintrogasi, ada rasa takut dalam diri abah
"Insyaallah bah iqbal yakin. Melihat dari anin yang begitu menyayangi indah dan begitupun sebaliknya membuat iqbal tambah yakin".
"Apa orang tua kamu juga akan menerima anin"
"Masalah orang tua saya mereka sudah menyerahkan semuanya kepada saya. Siapa pilihan saya asal dia perempuan baik baik orang tua saya merestui. Saya sudah membicarakannya terutama soal anin dan mereka tak mempermasalahkannya bah"
"Kapan mereka akan kesini?"
"Mungkin dua hari lagi mereka tiba disini"
"Baiklah, sekarang abah tanya sama anin. Apa anin mau menikah dengan nak iqbal"
"Insyaallah bah dengan izin Allah anin menerima khitbah bang iqbal"
"Ya sudah kalau begitu abah dan umi hanya bisa merestui dan mendo'akan yang terbaik untuk kalian berdua"
"Terimakasih bah". Iqbal begitu bahagia
"Ingat iqbal jangan pernah kamu kecewakan kepercayaan yang abah berikan, cukup sekali dan semoga ini menjadi pernikahan terakhir kalian dan hanya maut yang memisahkan".
"Pasti bah, iqbal akan menjaga amannah abah dengan sungguh sungguh"
Sedang dibalik dinding indah dan rafka bertos ria karna rencana mereka berhasil. Sebenarnya setiap siang hari rafka merengek ingin ketempat iqbal adalah rencana mereka berdua untuk mendekatkan orang tua mereka
__ADS_1
Happy readding 😘