Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Kegundahan anin


__ADS_3

Kegundahan hati anin semakin menjadi tatkala zayn tak pernah mebalas pesannya dan hal itu disadari oleh nina, ia telah berusaha menghubungi lewat panggilan telepon tapi hanya mendapat jawaban dari operator jika nomor sedang sibuk anin sebenarnya bertanya tanya dengan siapa zayn melakukan panggilan


Pikiran tak jelas itu langsung ditepis olehnya dan berdo'a semoga zayn baik baik saja


Selama KKn bersama beberapa temannya disebuah desa untuk membantu para petani diperkebunan buah anin lah yang selalu memasak dan semua menu makanan yang anin buat selalu habis sebab mereka mengatakan masakan anin yang terbaik


Hal itu menyebabkan para teman temannya menyarankan ia untuk membuka sebuah cafe


"Anin ayolah kau pasti bisa mendirikan cafe, masakkanmu selalu lezat" kata tari salah satu teman anin


"Tapi aku tak punya basic dalam berbisnis, kau tau merintis sebuah usaha tak semudah membayangkannya, aku takut gagal" jawab anin pesimis


"Yakinlah kau pasti bisa, masalah belajar bisnis bukankah kau bisa banyak belajar dengan abah" kata tari masih mencoba merayu anin


"Tapi aku sungguh takut, takut untuk gagal" jawaban anin masih keukeh


"Baiklah bagaimana kalau kau meminta dika saja sebagai manager di cafemu bukankah dia teman zayn dan dia satu jurusan dengan zayn dimangemen bisnis" usul tari

__ADS_1


"Kau benar juga, baiklah aku akan memikirkanya" jawab anin semangat


Pembahasan panjang mengenai cafe masih berlanjut anin tau jika dika adalah anak dari seorang single parent jika ia membuka cafe dan menjadikan dika manager maka secara tidak langsung ia bisa membantu perekonomian keluarga dika tanpa dika merasa direndahkan


Dan selama masa KKn berlangsung setiap waktu senggang digunakan oleh anin untuk merancang segala persiapan cafenya nanti jadi saat ia pulang KKn maka cafe itu segera bisa terealisasikan


Sementara ditempat lain zayn semakin intens berkomunikasi dengan gadis dan ia pun merasa sangat nyaman dengan wanita itu


Tok tok tok.....anggaplah bunyi ketokkan pintu


"Ya masuk" jawab zayn


Zayn melihat sebuah paper bag dengan logo restaurant favoritnya


"Wah....terimakasih gadis, apa kau sudah makan siang" tanya zayn


"Ini saya juga hendak makan diruangan saya pak" ujar gadis dengan senyum manis tapi berbisa

__ADS_1


"Bawa makananmu kesini kita makan siang bersama" ajak zayn


"Maaf pak tapi itu tidak sopan" jawaban gadis tentu saja lain dengan isi hatinya sebab dalam hati ia bersorak gembira mendengar ajakan zayn


"Tak apa ayolah temani saya makan, saya kurang berselera jika makan sendiri dan saya tak menerima penolakan" tegas zayn


"Baiklah pak saya akan mengambil makanan saya terlebih dahulu, saya permisi pak" kata gadis dan hanya dibalas anggukan oleh zayn


Adegan makan siang itu diiringi dengan zayn yang menyeka sisa makanan di ujung bibir gadis hal itu tentu saja memicu getaran dihati zayn sebab selama ini ia tak pernah serius dengan para mantannya


"Gadis bolehkah aku memintamu untuk tidak memanggilku bapak saat berdua seperti sekarang" pinta zayn


"Itu tidak sopan pak" jawab gadis


"Aku meminta jadi aku tak menerima penolakan" tegas zayn


"Baiklah lalu aku harus memanggilmu siapa" tanya gadis

__ADS_1


"Panggil saja namaku" jawab zayn dengan girang sebab niatnya mendekati gadis ternyata berjalan mulus


Berbeda dengan isi hati gadis yang bersorak penuh kelicikan sebab ia yakin sebentar lagi ia akan memdapatkan tambang emas baru


__ADS_2