Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Tegar


__ADS_3

Aku tak tau apa yang diperbuat zayn diluar sana. Saat ia pulang lewat tengah malam tak sengaja aku terbangun karna rasa tak nyaman


"Baru pulang mas"


"Ehh...i iya". Zayn gugup,


"Ya udah mas bersih bersih dulu, anin siapin bajunya"


Zayn hanya mengangguk. Kini zayn sedikit lebih tertutup, ia tak suka barang barang pribadinya disentuh, dompet yang dulu sering tertinggal disaku celana pun kini tak pernah lagi anin jumpai. Anin curiga tapi masih berusaha untuk diam.


Bahkan setelah zayn berbaring diranjang ia lebih memilih tidur memunggungi anin, tak ada lagi pelukan hangat atau kecupan mesra sebelum tidur.


"Mas" tak ada jawaban justru yang terdengar dengkuran halus menandakan zayn sudah tertidur padahal belum ada lima menit ia berbaring


Kamu kenapa mas menghindar dari aku, apa salahku.


Pagi hari seperti biasa anin direpotkan dengan mengurus keperluan ar karna kini zayn tak mau lagi anin yang mengurus dengan dalih agar tak kelelahan.


Zayn menyiapkan semuanya sendiri bahkan ia lebih memilih dibantu mbok nah daripada anin.


Anin memutuskan untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan zayn. Ia akan mengikuti kegiatan suaminnya itu diam diam, kemana perginya zayn hingga ia pulang larut malam.


Zayn pergi mengendarai mobilnya sendiri sedang anin mengikutinya dari jarak aman bersama supir.


Anin menunggu hingga jam makan siang. Ia melihat mobil suaminya keluar dari parkiran kantor dan berhenti disebuah restaurant yang cukup terkenal. Awalnya anin berfikir zayn akan makan siang tapi ternyata dugaannya salah sang suami hanya take away.


Mobilnya bergerak lagi hingga perjalanan kurang lebih 10 menit dan berbelok ke arah unit apartemen yang cukup mewah. Anin bingung untuk apa suaminya disini dengan membawa makanan yang lumayan banyak. Ia ingin bertanya tapi keamanan privasi penghuni disini sangat ketat. Ia mengurungkan niatnya dan hanya akan menunggu zayn keluar.


Tapi hingga malam menjelang zayn tak kunjung keluar, akhirnya anin memutuskan pulang. Ia ingin bercerita pada umi mengenai hal ini


"Tadi anin ngikutin mas zayn dan ternyata setelah pulang kantor dia pergi ke apartemen di daerah jakarta selatan. Gimana menurut umi"


"Udah kamu coba tanya kesana dia keunit apartemen siapa"


"Belum umi, kan disana aksesnya lumayan susah"


"Gini aja umi bakal tanya temen siapa tau ada yang mau nyewain tempatnya.Kita bisa manfaatin buat nyelidiki zayn"


"Iya umi"


Umi lantas menghubungi teman temannya menangakan siapa yang memiliki apartmen disana dan mungkin Allah sedang berpihak pada anin


"Ada ya jeng, boleh deh lagian cuma untuk sementara sekitar satu bulan". Terdengar obrolan antara umi dan temannya


"Bukan buat aku tapi buat saudara yang mau jalan jalan kesini". Imbuh umi lagi


"Ya udah makasih lo jeng sebelumnya"


"Iya. Assalamualaikum"


Umi mengakhiri panggilanya. dan mereka berdua merencanakan untuk mulai mengawasi secepatnya.


Anin segera pulang karna tak ingin arletta menangis akibat menunggunya terlalu lama.

__ADS_1


Anin menghubungi zayn pada malam hari


"Assalamualaikum mas"


"Wa'alaikum salam. Ada apa kau menghubungiku apa kau tak tau kalau aku sedang sibuk"


Belum sampai anin mwmbicarakan apa maksud dan tujuannya menghubungi zayn tapi pria itu sudah lebih dulu marah marah tak jelas


"Maaf mas". Terdengar nafas terengah diseberang sana entah apa yang sedang dilakukan oleh zayn


"Ada apa katakan waktuku tak banyak"


"Apa besok mas bisa menemaniku periksa kandungan. Sudah dua kali mas melewatkannya apa mas gak mau lihat perkembangan janin kita"


"Huff..kau menelfonku hanya untuk ini, baiklah dengarkan aku. Saat ini aku sedang sangat sibuk tak ada waktu untuk hal hal seperti itu. Jika kau mau periksa ajaklah bunda atau siapapun terserah". Tut panggilan diakhiri sepihak oleh zayn


Anin menangis, semenjak hamil perasaanya begitu sensitif. Ia ingin selalu berada didekat zayn tapi pria itu seakan tak perduli tak seperti dulu lagi.


Akhirnya esok hari anin pergi memeriksakan kandungan ditemani bunda soraya dan arletta.


"Bagaimana dok kondisi calon cucu saya"


"Ibu tenang dulu" Anin dan bunda soraya dipersilahkan untuk duduk


"Begini buk sebenarnya kondisi janin yang ada dikandungan ibu anin lumayan baik saat ini tapi karna tekanan yang berlebihan membuat ibu stres ini akan berakibat buruk pada janin, meski sudah trimester kedua. Tolong bu jangan terlalu banyak fikiran. Ini saya resepkan penguat kandungan setelah ditebus tolong diminum dengan rutin ya bu"


"Terimakasih dok"


Mereka bertiga meninggalkan ruangan


"Insyaallah bunda".


Anin mencoba untuk menenangkan fikiran ia tak mau kondisi janinnya bertambah buruk. Seharian ini ia menghabiskan waktu untuk istirahat. Ia turun hanya untuk makan dan minum susu.


Malam hari zayn pulang sekitar pukul 10 bunda menunggunya diruang keluarga


"Zayn tunggu"


"B bunda tumben belum tidur". Zayn gugup


"Darimana kamu"


"Kantor lah bunda dari mana lagi bunda ada ada aja pertanyaanya". Zayn meggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Jawab jujur siapa yang kau kunjungi setiap hari di apartemen itu". Mata bunda menatapnya dengan tajam


Bunda mengetahui semua itu karna tak sengaja melihat zayn lewat dan masuk kesalah satu unit apartemen, saat bunda dan ayah mengunjungi temannya yang kebetulan berada dilantai yang sama dengan unit yang dimasuki zayn. Saat bunda bertanya pada temannya mengenai siapa pemilik apartemen itu, temannya juga tak mengenal yang ia tau penghuninya adalah seorang wanita yang baru pindah dari kanada.


"Apa yang kau perbuat diapartemen wanita itu zayn. Kenapa kau baru pulang dari sana setelah lewat tengah malam"


"B bunda jangan mengada ngada zayn gak ada pergi ke apartemen. Apartemen siapa lagi hahahaha". Zayn tertawa garing


"Jangan membohongi bunda zayn!. Jawab jujur!".

__ADS_1


"Huff..bunda sebenarnya itu apartemen gadis. Sekitar dua bulan yang lalu aku bertemu dengannya"


"Apa! untuk apa lagi kau menemuinya setiap hari sampai kau mengabaikan istrimu dirumah!"


"Bunda..zayn mohon. Zayn cinta dengan gadis bund, zayn janji akan adil asal bunda mau menerima gadis dengan baik seperti bunda menerima anin. Karna bagaimanapun gadis masih istriku bund, kami juga sudah melakukan ijab qabul ulang jadi zayn gak zinah bund"


plakkk satu tamparan ia dapatkan dari bunda


"Apa kau masih waras zayn. Dimana otakmu"


"Tapi zayn cinta sama gadis bunda. Secepatnya gadis akan kembali tinggal disini dan zayn akan berusaha adil dengan kedua istri zayn"


pranggg terdengar pecahan gelas yang berasal dari tangga lantai dua. Bunda dan zayn terkejut mendapati anin berdiri dengan berlinang air mata. Sebenarnya anin tadi tak sengaja mendengar pembicaraan itu saat ia hendak mengambil air minum di dapur.


Perlahan ia turun sambil memegangi perutnya yang terasa kram. Zayn melihat wajah pucat istri sirinya itu hendak membantu turun tapi tangan anin lebih dulu menghentikannya.


Tepat anin berdiri dihadapan zayn dengan air mata yang mengalir deras. Tak ada makian yang keluar dari mulut aniner. Perlahan ia mengelus pipi pria yang begitu ia cintai


"Mas, Aku janji tak akan pernah menghalangi kebahagiaanmu. Jika mas mau membawa gadis kerumah ini silahkan karna bagaimanapun gadis adalah istri sahmu juga. Aku ikhlas mas".


Setelah mengatakan itu dengan berurai air mata anin perlahan menuju dapur untuk mengambil air. Sedang zayn masih terpaku


Tok tokk tokk. Anin mengetuk pintu kamar mbok nah yang berada didapur


"Mbok, mbok nah udah tidur ya"


"Iya non ada apa". Mbok nah tergopoh gopoh membuka pintu, tak biasanya anin membangunkannya malam malam begini ia takut jika majikannya itu membutuhkan bantuan.


"Mbok maaf ya anin bangunin malam malam"


"Gak papa non, non butuh bantuan mbok?"


"Iya mbok, anin minta tolong kemasi barang barang anin dikamar atas ya pindah kebawah dikamar tamu. Anin capek naik turun tangga. Dimasukin koper aja mbok semuanya biar mbok cukup dua kali angkut aja"


Mbok nah sebenarnya bingung melihat permintaan anin apalagi melihat kondisi anin yang pucat serta menangis


"Iya non. Mbok kemasi sekarang ya". Anin hanya mengagguk.


Anin berjalan perlahan perutnya terasa begitu kram. Ia menuju kamar tamu


"Nak ngapain kamu masuk kamar itu kamar kamu diatas"


"Gak papa bunda anin rasanya gak sanggup lagi kalau harus naik turun tangga". Anin tersenyum pedih


"Ayo kekamar kita mas gendong ya".


"Gak usah mas anin dikamar bawah aja"


Tiba tiba mbok nah lewat menuju kamar atas untuk mengemasi barang anin. Tak membutuhlab waktu lama karna memang tak terlalu banyak barang milik anin. Satu koper besar dibawa mbok nah turun perlahan. Lagi lagi bunda dan zayn dibuat terkejut


"Lo mbok apa itu"


"Ini barang barang non anin nyoya"

__ADS_1


"Kenapa kok dimasukin koper"


"Tadi non bilang dia mau pindah kekamar bawah nya, dan nyuruh saya buat beresin barang yang dikamar atas"


__ADS_2