Melepasmu Ku Ikhlas

Melepasmu Ku Ikhlas
Hari baru


__ADS_3

Setelah bercerai dari zayn hari hari anin terasa lebih tenang. Setiap hari umi menemaninya dirumah sakit. Kala siang hari akan ada abah yang menggantikan atau bunda soraya dan ayah andi


Nina juga kerap datang setelah mendengar kabar perceraian sahabatnya itu.


Hari ini ia sudah diperbolehkan pulang. Dirumah semua keluarga sudah berkumpul karna akan diadakan acara aqiqah. Anin sengaja mengundang zayn karna bagaimanapun zayn tetaplah ayah dari anaknya.


Zayn datang sendirian karna bunda dan ayah andi sudah datang lebih dulu. Serangkaian acara dilakukan bayi tampan itu diberi nama rafka rafardhan.


Ini kali pertama zayn melihat anaknya. Saat dirumah sakit ayah tak mengizinkannya bertemu bayi yang baru dilahirkan oleh mantan istrinya itu. Dihari berikutnya ia juga tak punya keberanian untuk datang lagi kerumah sakit.


Tangis haru zayn kala menggendong putranya itu, wajah bayi itu begitu mirip dengan anin. Bahkan Allah pun tak mengizinkan jika bayi itu mirip dengan dirinya.


Dirinya juga sama sekali tak ikut andil dalam segala hal. Bahkan sampai nama bayi itupun sama sekali tak mengambil nama belakangnya sebagai identitas bahwa rafka adalah anaknya.


Kini dirinya sadar bahwa luka yang ia torehkan pada anin begitu dalam terbukti dengan anin yang sudah tak mau mengingat apapun tentang dirinya.


Setelah acara itu zayn tak pernah lagi bertemu anin ataupun putranya. Ayah dan bunda juga tak pernah membawa bayi itu untuk sekedar berkunjung kerumah, jika rindu ayah dan bunda hanya menghabiskan waktu dirumah anin.


Rindunya menggunung pada anak yang hanya dijumpainya sekali itu. Sebenarnya umi dan abah tak pernah melarang jika zayn ingin menemui putranya tapi zayn sendiri lah yang sudah terlanjur malu untuk bertemu keluarga itu.


Hidupnya tak lagi terurus. Gadis sibuk dengan dunia shopping dan jalan jalan meski perutnya sudah membesar, sedangkan arletta gadis kecil itu kini menjadi anak yang nakal dan kerap kali membuat onar disekolah.


Gadis selalu mengajarkan pada arletta untuk lebih mencintai uang, karna dengan uang kita bisa bersenang senang. Maka dari itu arletta suka sekali jika diajak oleh mamanya untuk berbelanja dan jalan jalan.


Tak ada lagi arletta yang manis dan penurut, adanya hanya arletta yang egois. Ia juga tak mau mengakui rafka sebagai adiknya.


Bagaimana dengan anin, wanita cantik itu kini tengah fokus mengurus putranya dan sesekali mengontrol kondisi cafe. Kini cafe itu sudah memiliki sekitar 5 cabang yang tersebar dibeberapa kota.


Abah dan umi dengan siaga selalu membantu anin dalam segala hal terutama mengasuh rafka. Umi dan abah akan bergantian menemani anin begadang karna bayi gembul itu.


Rafka tumbuh dengan baik dilingkungan yang sehat. Tak ada orang yang tak menyayangi bayi tampan itu. Tubuhnya yang gembul, kulit putih serta mata yang bulat berwarna hitam pekat membuatnya terlihat semakin menggemaskan.

__ADS_1


Ini adalah hari minggu semua orang berada dirumah, pagi pagi bunda menjemput rafka agar zayn bisa bertemu putranya itu.


"Zayn lihat siapa yang bunda bawa". Bayi gembul yang memakai baju warna merah kontras dengan kulit putihnya membuat ia semakin menggemaskan


"Bunda ini kan rafka. Ya allah nak ini papa, papa kangen banget sama kamu". Zayn mendekap sayang bayi 3 bulan itu.


"Siapa pa". Tiba tiba arletta muncul bersama gadis


"Adik kamu ar. Sini emang kamu gak pengen liat adik dari bunda"


"Enggak ah itu bukan adik ar, adiknya ar yang ada diperut mama lah"


"Gak boleh gitu ar, mau bagaimanapun rafka juga adik kamu"


"Terserah papa aja yang penting aku gak mau adik itu". Arletta berlalu menuju kekamarnya


"Kamu ngapain mas bawa anaknya anin kesini ngerepotin aja"


Wajah gadis merah padam karna kesal


"Lagian ya rafka itu juga anaknya zayn mau kamu nyangkal gimana juga tetep aja gak bisa ngerubah kenyataan. Makanya jadi orang jangan punya penyakit hati biar hidupnya tenang". Bunda lagi lagi menimpali dengan perkataan pedas.


Zayn tak menanggapi karna sibuk mengajak bicara putranya. Bunda datang dengan membawa susu.


"Sini sayang sama oma yuk kita minum susu, kan rafka udah waktunya bobok". Hari masih pagi sekitar pukul 9 ini adalah waktunya bayi gembul itu tidur agar tidak rewel


"Sama zayn aja bunda".


Zayn membawa rafka menuju kamar tamu yang dulu ditempati anin sebelum perpisahan itu terjadi.


Zayn sengaja mengunci pintu agar gadis tak berbuat aneh aneh pada rafka saat dirinya ikut tertidur.

__ADS_1


Benar saja gadis berencana menyelakai bayi itu. Ia berniat membuang bayi tak berdosa itu untuk menghancurkan anin tapi niatnya gagal karna pintu kamar terkunci dan juga ada ayah yang sedang duduk diruang keluarga.


"Ngapain kamu. Mau macam macam?, Jangan cari masalah kalau gak mau hidup kamu hancur. Saya tau semua rahasia kamu dan saya punya buktinya. Jadi jangan macam macam"


"Apaan sih. Rahasia apa lagi aku gak ngrti"


"Mau bukti baiklah, tunggu sebentar". Ayah mengirim sesuatu ke handphone gadis dan benar saja wanita itu ketakutan dan langsung meninggalkan ruangan itu.


Sekitar pukul 3 anin menjemput putranya


"Mau jemput rafka ya, maaf ya sayang bunda belum antar pulang soalnya rafka baru aja bangun tidur".


"Iya bunda gak papa kok"


"Tunggu sebentar bunda ambil rafkanya dulu ya kamu duduk aja"


Saat bunda meninggalkannya gadis muncul dan mencari masalah


"Kasian banget ya anaknya mau ketemu papanya aja susah". Anin hanya tersenyum


"oiya gimana kalau kamu balik lagi aja ama zayn. Siapa tau kamu berguna, ya lumayan lah buat mesin pencetak anak. Jadi aku gak perlu repot repot hamil lagi nantinya. Gimana mau gak". Gadis memandang anin remeh


"Maaf ya aku gak mau. Lagian aku lebih berguna dari pada kamu. Setidaknya saat aku keluar dari rumah ini aku gak pernah minta imbalan. Apa kabar kamu yang pergi dari sini bawa uang banyak dan bilang gak sudi lagi buat balik nyatanya juga masih balik lagi. Udah hidup numpang berlagak kaya nyonya. Bangun woy bangun jangan mimpi terus biar gak dikatain halu".


Anin lantas masuk kedalam rumah dan melihat bunda yang membawa rafka dan zayn yang membawa perlengkapannya.


"Sini bunda anin biar anin yang gendong". Tak sedikitpun anin menoleh pada pria yang sudah menorehkan luka dihatinya itu.


"Ya udah ayo bunda antar biar bunda yang bawain tasnya". Mereka berdua meningglkan rumah dengan zayn yang memandang sendu dan gadis yang memandang benci kearah anin.


Happy readding readers

__ADS_1


lope lope


__ADS_2