
Didalam kamar dengan suhu rendah itu tak membuat mereka kedinginan tapi justru keringat bercucuran. Iqbal yang sudah tak tahan membalik posisi
"Pelan pelan abang nanti kedengeran dari luar".
"Kamarnya kedap sayang". Iqbal terus memompa tubuhnya, anin sampai dibuat kualahan oleh iqbal. Setelah hampir satu jam mereka baru menyudahi pertempuran itu, dan tentu saja iqbal sebagai pemenangnya sedangkan anin dibuat lemas tak berdaya sampai langsung tertidur setelah pertempuran itu berakhir.
"Sayang bersih bersih dulu baru tidur". Iqbal memeluknya dari belakang dengan tubuh yang masih sama sama polos
"Capek bang"
"Abang gendong ya kekamar mandi"
"Enggak mau nanti abang jail lagi"
"Enggak sayang beneran". Iqbal langsung menggedongnya menuju kamar mandi yang ada didalam ruangan itu, dan benar saja iqbal hanya membantunya membersihkan diri dan menggedongnya lagi menuju ranjang
"Tidur aja disini nanti kalau kerjaan abang udah selesai abang bangunin kamu". Anin hanya mengangguk, matanya terpejam iqbal mengecup keningnya dan meninggalkan anin untuk melanjutkan pekerjaan. Baru saja ia duduk sekretarisnya menghubungi mengatakan kalau pak jonathan telah tiba
"Suruh beliau masuk keruangan saya".
Tok tok tokk
"Masuk. Selamat siang pak jo, apa kabar". Iqbal menjabat tangannya dan menyambutnya ramah
"Siang pak iqbal, saya baik pak iqbal sendiri apa kabar"
"Alhamdulillah seperti yang bapak lihat saya baik. Silahkan duduk pak jo".
"Terimakasih, saya dengar bapak baru mengalami musibah. Saya turut prihatin atas apa yang menimpa anda"
"Iya saya mengalami insiden perampokan dan sempat disekap semalaman sebelum akhirnya saya bisa melarikan diri. Ngomong ngomong ada perlu apa bapak ingin bertemu saya"
__ADS_1
"Saya langsung saja pada intinya riska hamil"
Hening tak ada jawaban dari iqbal, pria itu menunggu kata kata selanjutnya
"Saya ingin pak iqbal mau bertanggung jawab atas kehamilan riska"
"Atas dasar apa bapak meminta saya bertanggung jawab sedangkan saya sama sekali tak pernah menyentuhnya". Iqbal berusaha tenang meski dalam hati ingin sekali menghajar pria tua dihadapannya ini
"Karna ingin menyelamatkan pak iqbal dari sekapan para perampok riska mengalami pelecehan, lalu kalau bukan pak iqbal lantas siapa yang harus saya tuntut untuk tanggung jawab, saya tidak mungkin menikahkan riska dengan para perampok itu". Jonathan fikir riska berada disana karna ingin menyelamatkan iqbal
"Apa pak iqbal tak bisa melihat ketulusan riska yang rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan pak iqbal. Jika dibandingkan dengan riska istri anda tidak ada apa apanya karna riska jauh diatasnya". Ia masih berfikir jika putrinya adalah wanita baik baik
"Jaga bicara anda jangan pernah merendahkan istri saya, riska memang cantik tapi dia terlalu murahan. Lain kali awasi putri anda agar anda tau tingkahnya saat berada diluar. Dan soal kejadian perampokan anda sepertinya salah paham"
"Apa maksud anda, apa anda ingin mengelak". Jonathan seolah olah merasa paling benar
"Dengarkan saya baik baik pak jonathan, otak dari perampokan itu adalah putri anda sendiri, dia berusaha merusak rumah tangga saya dengan mengirim foto kami berdua yang tidur diranjang yang sama agar istri saya salah paham karna sebelum menikah saya sudah menolaknya berulang kali".
"Riska tidak mungkin seperti itu dia perempuan terhormat tak mungkin dia melakukan hal serendah itu".
Hancur sudah keangkuhannya tadi
"Saya mohon pak iqbal, nikahi riska". Jonathan belutut dikaki iqbal
"Tolong pak jangan seperti ini, saya tidak bisa menikahi riska karna saya sudah memiliki istri dan saya sangat mencintai istri saya"
"Saya mohon, menikah secara siri juga tak apa asal riska bisa menikah dengan anda. Sekali lagi saya mohon, atau anda bisa menikahinya diam diam tanpa sepengetahuan istri anda saya jamin tak akan ada yang tau, dan rumah tangga anda tidak terganggu sama sekali"
"Maaf pak jo saya tetap tidak bisa, silahkan cari orang lain yang mau menikahi riska"
"Kalau pak iqbal mau menikahi riska saya akan berikan saham milik saya diperusahaan sebesar yang pak iqbal minta"
__ADS_1
"Saya tidak tertarik, karna uang saya sudah banyak saya tidak butuh yang bapak tawarkan. Silahkan anda keluar dari ruangan saya"
"Tapi pak iqbal saya mohon pertimbangkan lagi tawaran saya".
"Sudah saya katakan saya tidak tertarik". Buru buru ia menghubungi devin untuk menyeret jonathan keluar dari ruangannya karna pria itu masih saja bersikukuh dengan keinginannya.
Memdapat panggilan dari bos sekaligus sahabatnya devin segera melakukan perintah atasanya itu
"Mari ikut saya". Devin menarik jonathan dan membawanya keluar gedung
"Ingat, jangan lagi datang kesini jika bukan soal urusan pekerjaan jika tak ingin perusahaan anda hancur. Anda tau siapa saya, saya tak pernah main main dalam berucap". Devin memang terkenal kejam dalam urusan bisnis berbanding terbalik dengan iqbal yang ramah pada semua orang.
Didalam ruangan anin memeluk iqbal karna tadi ia mendengar semua percakapan antara iqbal dan ayah riska
"Udah sayang jangan nangis". Iqbal menagkup pipinya dan menghapus air mata yang mengalir
"Anin takut bang. Anin takut kalau abang bakalan menikah lagi. Anin rasanya udah gak sanggup kalau harus ngerasain sakit hati lagi"
Iqbal tersenyum "Abang janji gak akan hianatin ketulusan kamu, abang aja udah punya bidadari yang cantik jadi buat apa abang tertarik ama yang lain"
Lagi lagi anin memeluknya erat "Abang janji ya jangan pernah mendua, anin gak sanggup bang kalau harus berbagi"
"Hei siapa juga yang mau ngeduain bidadari kayak kamu, yang ada malah abang yang rugi karna udah membuang berlian demi batu kali kayak riska. Abang gak suka ama dia, kalau suka udah dari dulu abang nikah sama riska."
"Emang kenapa kok abang gak suka bukannya dia cantik terus sexy. Semua laki laki pasti suka ngeliatnya".
"Ya kalau lihat dari sisi itu sudah pasti tapi abang gak mau kalau punya istri yang suka ngumbar aurat kemana mana, apalagi gak punya sopan santun dan terutama gak bisa tulus sayang sama indah"
"Emang abang tau anin tulus atau enggak zayang sama indah kan anin suka marah marah"
"Ya tau lah, meskipun kamu marahin indah tapi abang tau tujuan kamu marahin dia demi kebaikannya karna abang merasakan ketulusan dari setiap ucapan kamu, lagian orang marah karna sayang sama marah karna benci juga beda kali sayang. Kalau enggak indah gak mungkin bisa senyaman itu sama kamu"
__ADS_1
"Abang janji ya jangan pernah sakitin hati anin kalau enggak anin bakalan pergi jauh sampai abang gak bisa nemuin anin lagi.
"iya sayang janji". Iqbal mengaitkan kelingkingnya kejari kelingking anin layaknya anak kecil yang saling berjanji