MENANTU YANG DI HINA

MENANTU YANG DI HINA
bab 102


__ADS_3

Linda berlari kembali saat Pria-Pria itu mencari ke arah yang lain,dengan langkah terseok-seok Linda berusaha sekuat tenaga untuk bisa kabur dari para penjahat itu,Linda tersenyum senang saat melihat seorang Pria berjalan mendekat ke arahnya,Ia pun mempercepat langkahnya dan tidak peduli rasa linu yang ada di kakinya untuk menggapai Pria itu.


Senyum Linda memudar saat menyadari siapa Pria yang menuju ke arahnya itu,ya Pria itu adalah Bos para preman itu,Pria berkumis tebal yang sedang melangkah ke arah nya.


Pria berkumis tebal itu tersenyum menyeringai melihat Linda yang ketakutan.


Linda dengan reflek berbalik ingin menjauh dari Pria berkumis tebal itu,namun langkahnya terhenti saat Ia melihat para Anak buah Pria berkumis tebal itu ada di belakangnya.


''Mau lari kemana Wanita ****** sialan ,'' umpat Pria berkumis tebal sambil mencengkram lengan Linda.


''Tolong lepaskan Aku,Aku tidak tahu apa-apa,'' ucap Linda memohon kepada Pria berkumis itu.


Pria berkumis tebal itu yang geram dengan Linda yang sudah membohongi nya pun melayangkan tangan nya ke udara dan.


Plak...


Pria berkumis itu menampar pipi Linda hingga Linda jatuh tersungkur di jalan.


Linda memegang pipi nya yang terasa panas akibat tamparan dari Pria berkumis tebal itu.Sedangkan Anak buahnya tertawa melihat Linda yang di tampar karna sudah menyusahkan Mereka.


Tidak jauh dari Mereka sepasang mata sedang mengawasi Mereka di balik pohon,Ia tersenyum menyeringai saat menemukan target yang di carinya.

__ADS_1


Bos Para preman itu melangkah maju mendekati Linda yang tersungkur di jalan,Pria itu pun kembali melayangkan tangannya di udara,namun tiba-tiba sebelum tangan itu mendarat di pipi Linda kembali, seseorang mencegah nya.


''Tunggu.....!'' teriak seorang Pria yang bersembunyi di balik pohon.


Bos para preman itu menggantung tangannya di udara dan melihat seorang Pria sedang bersandar di pohon dengan tangan bersedekap dada dan menatap Sinis ke arah para Pria-Pria itu.


''Siapa Kamu ?'' tanya Pria berkumis tebal Bos para preman itu,menatap tajam ke arah Pria yang bersandar di pohon.


Pria yang bersandar di pohon tak lain dan tak bukan Denis yang sedang mencari Wanita itu,kebetulan saat Ia mencari ke arah yang tidak jauh dari restoran,Ia pun melihat Linda yang berlari ke arah Bos para preman itu,dan Akhirnya Denis pun bersembunyi di balik pohon besar dan melihat apa yang Mereka lakukan kepada Wanita itu.


Denis menyunggingkan senyum tipis menatap Bos preman itu.


''Kalau tidak tahu masalahnya tidak usah ikut campur Bung ,'' ucap Bos preman itu menatap Denis dengan sinis.


''Kalian apa tidak malu melawan Wanita?dan Mainnya keroyokan lagi ,'' ucap Denis sambil menggelengkan kepalanya.


''Banyak omong,hajar Dia ,'' suruh Bos preman itu kepada Anak buah nya.


Ke empat Anak buah Pria berkumis tebal itu berlari maju ke arah di mana Denis yang sedang bersandar di pohon.


Denis menangkis setiap serangan ke empat Pria yang sedang menghajarnya,Denis menendang dagu salah satu Pria itu hingga Pria itu terjatuh dan mengerang kesakitan saat gigi Pria itu copot.

__ADS_1


Ke tiga rekannya saling menatap satu sama lain,dan detik berikutnya Mereka lari terbirit-birit tidak mau nasip Mereka seperti satu rekannya yang tergeletak pingsan dan giginya copot.


Pria berkumis tebal yang melihat para Anak buahnya kabur meninggalkan dirinya pun kesal,Pria itu memutuskan untuk kabur,dan masalah bukti itu bisa di mintanya besok lagi kalau ada kesempatan.


Lexi tersenyim sinis saat melihat para preman itu kabur,Ia pun menoleh ke arah Linda yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berada.


''Terima kasih sudah menolong tante ,'' ujar Linda tersenyum menatap Denis.


''Sama-sama tante,Saya cuma kebetulan saja lewat ,'' jawab Denis.


''Tante tidak kenapa-napa?'' tanya Denis yang melihat Linda meringis menahan sakit.


''Kaki tante cuma terkilir,'' jawab Linda.


''Mari tante Saya antar ,'' tawar Denis.


Linda menatap Denis ragu,sedangkan Denis tersenyum ke arah Linda menunggu jawaban dari Wanita yang sudah tidak muda lagi itu.


Denis tersenyum saat Linda mau di antar pulang oleh Denis,


''Kena Kau Wanita tua,permainan di mulai ,'' ucap Denis dalam hati,Ia pun tersenyum Menyeringai tanpa sepengetahuan dari Linda.

__ADS_1


__ADS_2