
Raymon dan Samuel menatap Pria yang baru masuk ke dalam Gedung,dan di ikuti oleh Seorang Pria lagi di belakangnya,Mereka adalah Denis dan Lexi.
Para Anak buah Samuel menatap waspada ke pada Mereka berdua.
Denis dan Lexi melangkah menghampiri Raymon dan Samuel.
Samuel menurunkan tinjuannya dan menatap tajam ke arah Denis dan Lexi.
''Sam apa yang di katakan Raymon itu bener, Raymon tidak pernah membunuh Rumi kekasih Mu ,'' bela Denis
''Kau kan teman baik Raymon,bisa saja Kau bersekongkol dengan bajingan ini ,''ucap Samuel menunjuk ke arah Raymon
Samuel tersenyum sinis menatap Denis yang membela Raymon
Denis menggelengkan kepalanya,Ia tak menyangka kalau Samuel keras kepala.
''Aku berani sumpah,Raymon tidak ada sangkut pautnya dengan kematian Rumi,'' ucap Denis menyakinkan Samuel
''Sebelum Rumi meninggal,Dia menyebut Satu nama yaitu Raymon ,'' ujar Samuel
''Apa Rumi juga mengatakan kalau Raymon lah pelakunya?'' tanya Denis
Samuel terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan dari denis,
Sebelum Rumi meninggal,Rumi cuma mengatakan satu nama yaitu Raymon,Rumi pun tidak mengatakan siapa pelakunya,Samuel berfikir kalau Raymonlah yang membunuh dan memperkosa Rumi.
''Kau bodoh Sam ,''ucap Lexi tiba-tiba yang sedari tadi diam saja mendengar perdebatan mereka
__ADS_1
Raymon,Denis dan Samuel memandang Lexi yang bersandar di dinding sembari bersedekap dada.
''Rumi tidak mengatakan siapa pelaku sebenarnya kan ?''tanya Lexi
Samuel menggelengkan kepalanya,
''Kenapa Kau menduga kalau Raymon pelakunya ?''tanya Denis
''Karna ada saksi mata yang melihat Raymon memegang pisau yang di gunakan untuk membunuh Rumi ,'' jawab Samuel
''Siapa ?'' tanya Lexi
''Sanjaya ,''jawab Samuel
''Sudah ku duga pasti manusia licik itu ,''Geram Denis yang sudah menduga hancurnya persahabatan mereka ulah Sanjaya.
Kekeh Lexi menertawakan kebodohan Samuel yang mudah di hasut.
''Pasti kalian berbohong dan mengarang cerita agar Aku menyalahkan Sanjaya dan tidak menyalahkan Raymon lagi ,'' tuduh Samuel
''Ck..ck..ck..'' Lexi berdecak sebal dengan kekeras kepalaan Samuel
''Dasar kepala batu ,'' umpat Denis
Denis pun menghembuskan nafas panjang,
''Apa untungnya Kami membuat kebohongan tentang pembunuh Rumi,'' ucap Denis
__ADS_1
Dan di jawab anggukan oleh Lexi
''Rumi itu Sahabat kami dan satu seperjuangan sebelum mengenal dirimu ,'' ucap Raymon
Samuel pun terdiam,Ia bingung harus percaya dengan siapa?
''Terserah Kamu Sam,percaya atau tidak dengan ucapan Kami,''ujar Lexi menepuk bahu Samuel
''Aku ingatkan pada Mu Sam,Sanjaya itu orang nya licik berhati-hati lah ,'' Nasihat Raymon
Samuel terdiam mencerna kata demi kata yang pernah keluar dari bibir mendiang kekasihnya.
Dan Dia pun baru menyadari kejanggalan di Anggotanya,dimana setelah kejadian di Golden bar Rocky tangan kanannya tidak pernah muncul ke markas lagi,dan beberapa Anak buahnya pun juga tak muncul ke markas,ada apa ini sebenarnya,pikirnya.
''Raymon,tunggu ,''
Raymon menghentikan langkahnya saat Samuel memanggilnya,
Denis dan Lexi saling berpandangan saat Samuel memanggil Raymon.
Samuel melangkah mendekati di mana Raymon berdiri, sesampainya Samuel di hadapan Raymon,
Bibir Samuel terasa kelu,Ia bingung harus meminta maaf dari mana ,kesalahannya sudah cukup besar ke Raymon,Dia takut Raymon tidak akan memaafkan nya.
Cukup lama Raymon menunggu apa yang akan di ucapkan oleh Samuel.Namun pria yang ada di depannya tak kunjung membuka suara.
Denis menghembuskan nafas panjang melihat Samuel yang diam saja.
__ADS_1
Tidak berbeda dengan Denis,Lexi pun menjadi geram melihat Samuel yang diam saja.