
Alexa memejamkan mata sejenak,dan menghembuskan nafas panjang sebelum Ia membuka suara.
''Saya sudah memikirkan semua nya Pak Leo,dan Saya sudah siap untuk membayar denda nya ,'' jawab Alexa.
''Kalau itu sudah menjadi keputusan Nona,Saya akan mencoba berbicara kepada Bos pembangunan Proyek itu untuk meminta keringanan denda untuk Nona ,'' ucap Pak Leo.
''Terima kasih Pak Leo atas bantuan nya ,'' ucap Alexa sembari tersenyum.
Pak leo pun tersenyum balik ke arah Alexa.Pak Leo mengambil cangkir kopi yang ada di atas meja dan mulai menyeruput nya perlahan.
''Pak Leo bisakah Anda mempertemukan Saya dengan Bos pemilik proyek itu ,'' pinta Alexa.
''Uhuk...Uhuk....,''
Pak Leo tersedak kopi yang sedang Ia minum saat mendengar permintaan Alexa yang ingin bertemu dengan pemilik proyek itu,tak Lain Suami nya sendiri.
''Pak Leo baik-baik saja ?'' tanya Alexa yang khawatir pada Pria yang di depan nya karna tersedak minuman nya.
''Iya,Saya baik-baik saja Nona,'' jawab Pak Leo.
''Bagaimana Pak Leo ?'' tanya Alexa dan menatap Pak Leo dengan tatapan memohon.
Pak Leo bingung harus menjawab apa,Pak Leo menelan salivanya susah saat melihat tatapan memohon dari Alexa ,Ia pun menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari Alexa.
__ADS_1
''Saya tidak bisa janji Nona untuk mempertemukan Nona dengan Beliau,Karna Beliau akhir-akhir ini sedang sibuk ,'' jawab Pak Leo.
''Saya mengerti Pak Leo,'' ucap Alexa sendu.
Setelah urusan dengan Pak Leo selesai,Alexa pamit undur diri untuk kembali ke perusahaan nya dan ingin menyampaikan kabar tentang proyek itu ke papa nya.
Sedangkan Leo menelphone Raymon dan memberitahukan perihal Alexa ingin bertemu dengan diri nya.
Tatapan Raymon lurus ke depan melihat para pekerja yang sedang bekerja membangun perusahaan baru milik nya.
''Belum saat nya Kamu mengetahui semua ini Lexa,'' gumam Raymon setelah sambungan telphonenya Ia akhiri sepihak.
Raymon menyunggingkan senyum tipis saat Ia melihat bayangan seseorang di balik pohon,Ia yakin pasti itu orang suruehan dalang di balik semua kejadian ini.
Ponsel Raymon berbunyi,Ia mengambil gawai yang ada di saku jaket nya,Ia pun tersenyum melihat siapa nama yang tertera di layar ponsel nya,
Raymon melirik sekilas orang yang bersembunyi di balik pohon itu,Orang itu masih memperhatikan gerak-gerik Raymon.
''Maaf Lexa Aku tidak bisa menerima panggilan dari Mu ,'' ucap Raymon dalam hati.
Raymon memasukan kembali gawai itu ke dalam saku jaket nya dan membiarkan ponsel itu terus berdering tanpa niat menjawabnya.
Denis yang baru saja keluar dari dalam mobil menghampiri Raymon yang tengah berdiri memperhatikan para pekerja,Denis menepuk bahu Raymon,Raymon cuma melirik sekilas ke arah Denis yang berdiri di samping nya.
__ADS_1
''Ray ,'' panggil Denis
''Hm ,'' dehem Raymon
''Aku perhatikan Pria yang ada di balik pohon itu mengawasi Kita ,'' ucap Denis sembari melirik ke arah Pria yang ada di balik pohon dengan ekor mata nya.
''Ya Aku tahu ,'' jawab Raymon sembari memasukkan kedua tangan nya di saku celana.
Denis menatap Raymon sekilas,Ia pun heran dengan sikap tenang Raymon.
''Bagaimana dengan Bar itu?apa sudah Kalian hancurkan ?''tanya Raymon menatap sekilas Denis
''Tadi ada sedikit masalah,tapi sudah Kami bereskan,dan semua nya berjalan dengan sesuai keinginan Mu ,'' jawab Denis
''Bagus,Kau memang bisa di Andalkan ,'' puji Raymon sembari tersenyum menatap Denis
Denis pun tersenyum bangga dengan pujian yang di ucapkan oleh Raymon.
Raymon pun melangkahkan kakinya menuju di mana motor bututnya berada.
''Mau kemana?''tanya Denis yang melihat Raymon sedang memakai helm nya.
''Aku pergi dulu,ada urusan ,''jawab Raymon sembari menaiki motor nya.
__ADS_1
Sebelum Raymon menyalakan motor nya Ia melirik sekilas di mana Pria yang ada di balik pohon itu berada,setelah itu Raymon melajukan motor nya keluar dari area proyek.
Tidak lama kemudian Pria yang ada di balik pohon itu pun ikut pergi,setelah melapor pada Bos nya.