
Raymon membulatkan matanya saat melihat isi kertas yang di bawa Pria tadi,karna isi kertas itu bertuliskan bahwa ''Kalau ingin Alexa selamat datanglah sendiri ke gedung tua dekat kampus,dan kembalikan barang milikku yang kau ambil.SAMUEL''
''Samuel kurang ajar kalau kau berani menyentuh dan menyakiti istriKu,kau akan mati di tanganku ,'' ucap Raymon dalam hati sembari mengepalkan kedua tangannya.
''Sial ...'' umpat Raymon saat menyadari handphonenya tertinggal
Dia pun melangkah kembali ke ruang rawat inap Paman Wira,
''Dari mana saja Kamu Raymon ?'' tanya Nek Ida
''Dari depan Nek ,'' jawab Raymon berbohong agar Neneknya tak khawatir
Tidak lama kemudian dokter dan suster pun datang untuk memeriksa Paman Wira.
''Silakan kalian berdua menunggu di luar,'' suruh Dokter yang ingin memeriksa Paman Wira
Raymon dan Nek Ida pun keluar dari dalam ruang rawat Paman Wira.
Sesampainya mereka di luar kamar rawat Paman Wira Raymon dan Nek Ida pun duduk di kursi tunggu.
''Nek Raymon siang ini harus pergi ke perusahaan Angkasa Jaya group Nek ,'' pamit Raymon
__ADS_1
''Biarlah supir Nenek yang mengantarmu ke sana ,'' ucap Nek Ida
''Tidak Nek Raymon akan naki taksi atau naik ojek,'' tolak Raymon
''Baiklah hati-hati di jalan ,'' ucap Nek Ida pasrah
Raymon pun beranjak dari duduknya dan melangkah keluar dari dalam rumah sakit,sesampainya Raymon di luar rumah sakit,Raymon berpapasan dengan Anton dan Cassy di tempat parkir.
Raymon pura-pura tidak melihat mereka,tapi sialnya Anton memanggilnya.
''Wah...wah...,sedang apa kau di sini ?'' tanya Anton tersenyum sinis
''Bukan urusan Kalian ,'' jawab Raymon datar
''Aku mau melakukan oprasi plastik atau tidak,toh tidak memakai uang Kalian ,'' Jawab Raymon dengan berlalu pergi meninggalkan Cassy dan Anton yang menurutnya tidak penting sama sekali,ada hal yang lebih penting yang harus Ia urus.
Sedangkan Cassy dan Anton mengumpat kesal ke arah Raymon yang sudah menaiki taksi.
''Sialan awas saja Kau Raymon ,'' umpat Cassy yang kesal dengan jawaban dari Raymon
Sesampainya Raymon di gedung yang menjulang tinggi dan bertuliskan Angkasa jaya group.
__ADS_1
Sebelum Raymon memasuki gedung kantor,Ia memandang lama gedung yang akan ia bubarkan itu.
Gedung yang berdiri lebih puluhan tahun dan banyak kenangan di dalam gedung perusahaan milik Papanya.
''Maafkan Raymon pa,Raymon harus melakukan ini ,'' gumam Raymon sembari memejamkan matanya ''Ma doakan Raymon supaya bisa menghadapi semua ini ma,'' gumamnya lagi
Raymon pun menghembuskan nafas panjang,
Dengan langkah tegap Raymon memasuki lobi kantor, Ia pun di hadang oleh seorang Pria yang Raymon yakini manager keuangan di dalam kantor ini.
Pria itu memandang jijik ke arah Raymon,
''Dinda...'' Panggil Pria itu ke pada seorang Wanita yang sedang memoles bedak di pipinya,
Wanita yang di panggil Dinda itu terkesiap kaget dan langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Pria yang memanggilnya.
''Ada apa bapak memanggil saya ?'' tanya Dinda sembari tersenyum manis ke pada Pria itu
''Kamu tidak lihat ada pengemis masuk kedalam kantor ini !'' geram Pria itu sembari menatap hina Raymon
''Maaf pak,biar saya yang urus pengemis ini ,'' ucap Dinda sembari menatap Raymon kesal
__ADS_1
''Segera usir Pengemis ini,dan jangan sampai mengganggu pekerjaan yang lainnya ,'' suruh Pria itu berlalu pergi setelah menatap Raymon penuh hina
Raymon pun menatap dingin ke arah Pria itu dan Wanita yang ada di depannya,dengan senyum tipis di sudut bibirnya.