
Di apartemen milik Albert,
Shella yang lelah sudah berulang kali menggedor pintu kamar apartemen milik Albert.Ia pun akhirnya memilih untuk duduk di atas ranjang.Lama-lama Shella pun mengantuk dan Ia memutuskan untuk tidur.
Malam harinya Shella terbangun dari tidurnya,Ia mencoba kembali membuka pintu kamar di dalam apartemen itu.
Cklek.
Shella bernafas lega saat pintu kamar apartemen tidak lagi terkunci.Shella celingak celinguk ke kanan dan ke kiri,apartemen itu kosong tidak ada siapa-siapa selain dirinya.Ia buru-buru melangkah menuju pintu utama apartemen itu.Tapi nihil pintu itu tidak bisa di buka.Berulang kali Shella mencoba membuka pintu apartemen itu namun usahanya sia-sia saja,pintu itu tetap terkunci.
Cklek...
Shella tersenyum melihat pintu itu terbuka,Ia pun menatap heran pada ketiga Pria yang ada di depannya.
Siapa Pria yang sedang mabuk itu,pikirnya.
''Malam Nona,Kami ingin mengantar Suami Nona yang sedang mabuk ,'' ucap salah satu Pria berpakaian pelayan Bar sambil melatakkan Pria yang sedang mabuk di atas sofa yang tidak jauh dari Mereka berdiri.Dan di bantu oleh rekan kerjanya.
Setelah meletakkan Pria yang sedang mabuk itu di atas sofa,Mereka pun pergi meninggalkan Shella yang bingung.
Sebenarnya ini kesempatan Shella untuk kabur dari tempat itu.Shella menghentikan langkahnya saat tiba di ambang pintu.Ia memandang Pria yang sedang terlelap di atas sofa.
Shella akhirnya memutuskan untuk mendekati Pria itu,
''Kau berat sekali ,'' gerutu Shella saat mencoba mengangkat Pria yang terlelap di atas sofa.
''Alexa....,'' gumam Albert mengigau menyebut nama Alexa.
Shella terdiam dan menatap Albert yang sedang mengigau.
Shella kembali mengangkat Albert.
Brug.
Albert terjatuh di lantai saat Shella berhasil membangunkan Albert dengan susah payah.Shella mendesah frustasi saat Ia kembali mengangkat tubuh Albert.Shella pun akhirnya menyerah dan Ia akhirnya dengan terpaksa menarik ke dua kaki Albert untuk membawanya ke dalam kamar.
''Uh,akhirnya sampai juga di dalam kamar,''
Shella bernafas lega saat berhasil menarik Albert masuk ke dalam kamar walaupun dengan susah payah.
''Kau menyusahkan sekali,'' gumam Shella mendesah frustasi bagaimana caranya Ia memindahkan Albert yang ada di lantai ke atas ranjang.
Perlahan Albert membuka kedua matanya,Ia tersenyum saat melihat wajah Gadis yang menurutnya Alexa ada di depan matanya.
__ADS_1
''Al,Kau kah itu ?'' tanya Albert sambil ingin memegang pipi Shella.
Shella menepis tangan Albert yang ingin memegang pipinya.
''Maaf Anda salah,Saya bukan Wanita yang di maksud Tuan ,''ujar Shella.
Albert yang masih mengira Shella itu Alexa,Ia pun bergegas untuk bangun,dengan sisa tenaganya Albert langsung memeluk pinggang Shella.
''Aku merindukanMu Al ,'' ucap Albert memeluk erat Shella yang di kiranya Alexa.
''Lepaskan Saya Tuan,Saya mohon ,'' ujar Shella sambil memberontak.
Albert yang sudah di pengaruhi oleh Alkohol,dan dengan keadaan mabuk,Albert yang sudah di kuasai oleh nafsu yang ingin memiliki Alexa.Albert dengan kasar merobek lengan baju yang di kenakan Shella,dan Ia pun melempar Shella di atas ranjang miliknya.
Brugh
''Uh...,''
Shella mengerang saat tubuhnya terlempar di atas kasur yang empuk.Albert langsung melompat di atas kasur dan langsung mengungkung tubuh Shella di bawahnya.
''Kau hanya milikKu Al ,'' ucap Albert yang mengungkung tubuh Shella.Albert dengan bringas berusaha mencium bibir Shella.
Shella tidak tinggal diam,Shella memalingkan wajahnya dan berusaha mendorong dada Albert dengan kedua tangannya.
Albert yang sudah di penuhi hawa nafsu ingin memiliki gadis yang di bawah kungkungannya yang di kira Alexa,tidak peduli dengan pukulan bertubi-tubi di dadanya.
Tangan kanan Albert merobek pakaian yang di kenakan Shella.
Srek...
Bunyi Robekan baju Shella saat Albert berhasil merobek bagian baju atas yang di kenakan Shella, terpampang jelas buah dada Shella yang masih terbungkus Bh berenda berwarna hitam di depan ke dua mata Albert.
''Lepaskan Saya Tuan,Saya mohon,Saya bukan Alexa Tuan ,'' ucap Shella sambil menangis.
Albert yang sudah terbawa nafsu,membenamkan bibirnya di leher Shella.
Shella berusaha tidak mengeluarkan suaranya saat Albert menghisap lehernya.
''Mendesahlah Alexa,mendesahlah Al ,'' racau Albert di sela-sela Ia menciumi leher Shella.
Tangan kiri Albert tidak lagi memegangi tangan Shella.
''Akh ,''
__ADS_1
******* keluar dari mulut Shella saat bibir Albert mengulum ****** susunya.
Tangan Shella mencoba menggapai barang apa saja yang bisa Ia raih.Tangan Shella meraih vas bunga yang ada di atas nakas tempat tidur.
Prang..
Tangan Shella kalah cepat dengan tangan Albert, Albert terlebih dulu menggapai vas itu dan melemparkannya hingga jatuh ke lantai.
''Tidak....!'' teriak Shella saat Albert berhasil mengambil vas itu dari tangan Shella.
Tiba-tiba
Brugh...
Seorang Pria dari arah belakang langsung menarik Albert dari atas tubuh Shella yang setengah telanjang.Ia langsung menghadiahi bogeman mentah tepat di pipi Albert.Albert jatuh tersungkur dan langsung pingsan di tempat karena pengaruh Alkohol itu.Pria itu melihat penampilan Shella yang berantakan.Ia melepas jas yang di kenakannya dan melemparkan jas itu tepat di depan Shella.
Shella yang menangis ketakutan,mengambil jas itu dan memakainya.Shella beranjak dari duduknya dan mengikuti Pria itu keluar dari apartemen milik Albert.
Sesampainya Mereka di luar apartemen milik Albert.
''Terima kasih Tuan telah menolong Saya ,'' ucap Shella mendongakkan kepalanya untuk menatap Pria yang telah menolongnya.
''Sama-sama Nona,'' jawab Pria itu tersenyum menatap balik Shella.
Cklek Pria itu membuka pintu apartemen miliknya.
''Silikan masuk Nona,ini apartemen milik Saya ,'' suruh Pria itu ketika pintu apartemen terbuka.
Shella mengikuti Pria itu masuk ke dalam apartemen. Shella melihat Suster yang baru keluar dari dalam kamar dengan membawa mangkok kosong.
''Kau sudah kembali Kay ?'' tanya Suster itu yang melihat Kaisar baru masuk kedalam apartemen. ''Siapa Gadis itu Kai ?'' tanyanya lagi saat melihat Gadis yang ada di belakang Kaisar.
Shella tersenyum menatap Wanita yang berpakaian Suster yang sedang menatapnya.
''Kau tenang saja,Dia juga sepertinya korban di sini ,'' jawab Kaisar yang mengerti kekhawatiran Kakaknya.
''Apa Kau yakin,Dia tidak membahayakan Kita?'' tanya Suster Dina menatap Kaisar.
''Ya Aku yakin,'' jawab Kaisar.
Dina pun tersenyum menatap Gadis yang sedang berdiri mematung menatapnya.
''Oh ya Kita belum kenalan,namaKu Kaisar dan itu KakakKu Dina,'' ucap Kaisar sambil memperkenalkan dirinya dan Kakaknya.
__ADS_1
''NamaKu Shella ,'' jawab Shella tersenyum menatap Dina.
Senyum Shella memudar saat melihat seorang Suster lain keluar dari dalam kamar lain dengan mendorong Pria tua duduk di kursi Roda.Shella pun terkejut melihat Pria tua duduk di kursi roda itu.