
Sedangkan di salah satu Gedung apartemen mewah kalangan pebisnis,Apertemen itu masih dalam kawasan apartement milik Sintia,cuma berbeda lantai saja.
Di lantai 45 dan di kamar apartement no 106,
Seorang gadis membuka matanya,Ia melihat sekililing ruangan yang terlihat asing di mata nya,Gadis itu tak lain dan tak bukan Shella adik Raymon.
Shella bangun dari tidurnya dan menuju ke jendela apartement yang ada di kamar itu.
Sedangkan di dalam ruangan yang berbeda,seorang Pria sedang memarahi Anak buahnya,Pria itu adalah Bryan.
''Bodoh,Kalian menculik Wanita yang salah,harus nya Kalian menculik Kembarannya bukan Wanita itu !'' geram Bryan sembari menendang kursi yang ada di depannya hingga kursi itu terguling.
Para Anak buah nya terdiam dan menundukkan kepala nya tidak berani menatap bos nya yang sedang marah.
''Maaf bos Kami salah ,'' ucap salah satu Pria itu sambil menundukkan kepalanya.
''Apa Kita lepaskan Dia Bos ?'' tanya Pria satunya lagi sambil menengadahkan kepalanya menatap Bryan yang sedang mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja.
Bryan menghentikan gerakan jarinya yang mengetuk-ngetuk meja,Ia pun menatap tajam pada Pria bodoh yang ada di depannya.
Tiba-tiba pintu ruangan di buka oleh seseorang, Bryan menoleh dan melihat siapa yang berani mengganggunya.
Cklek.
__ADS_1
Bryan terkejut saat melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan itu.
''Bukankah Dia lusa pulangnya ,'' ucap Bryan dalam hati.
Pria itu tersenyum dan melangkah maju ke arah di mana Bryan berada,Bryan langsung beranjak dari kursi,dan mempersilahkan Pria itu untuk duduk.
Pria itu tersenyum dan menepuk bahu Bryan,Ia lalu duduk di kursi yang Bryan duduki tadi.Pria itu adalah Putra ke dua dari Jason yang akan mewarisi Klan Mafia bawah tanah,Ia sudah tiga hari di tanah air dan berada di apartemen miliknya,tanpa di ketahui oleh Anak buah Ayahnya dan juga Ayahnya atas kepulangan nya dari luar negri,Pria itu bernama Albert.
''Bukankah Kau ada di luar negri?'' tanya Bryan yang terkejut dengan kedatangan Albert di apartemen milik Jason Bos nya,Bryan tidak tahu kalau apartement itu milik Albert.
''Ya Aku sudah tiga hari pulang ke indonesia ,'' jawab Albert sembari menatap Bryan. ''Kau sedang apa di dalam apartemen Ku ?'' tanya Albert menatap tajam Bryan.
Bryan menelan Saliva nya susah Ia pun bingung harus menjawab Apa.
''Apa ada yang Kau sembunyikan dalam apartemen Ku?'' tanya Albert yang melihat Bryan diam saja.
''Eh,apartemen Mu bukan kah ini apartemen milik Papa Mu ,'' ucap Bryan yang terkejut mengetahui bahwa apartement ini milik Albert.
''Ya memang betul apartemen ini milik Papa,jadi wajar saja kalau Kau pun memiliki kunci cadangan apartemen ini,'' ucap Albert sambil menganggukkan kepalanya. ''Kau belum menjawab pertanyaan Ku yang tadi,'' lanjut nya saat teringat pertanyaannya belum di jawab Bryan.
''Tidak ada,Aku tidak menyembunyikan apa-apa di dalam apartemen Mu,'' jawab Bryan berusaha bersikap tenang.
Albert menganggukkan kepalanya.Albert yang sedang memegang pena di tangannya saat Ia akan menulis sesuatu di kertas,samar-samar Ia mendengar teriakan seorang Wanita dan pintu yang di gedor.
__ADS_1
Jantung Bryan dan beberapa Pria yang ada di dalam ruangan yang sama denganAlbert berdetak dengan kencang saat mendengar suara Wanita yang ada di kamar tidak jauh dari ruangan Mereka.
''Kau mau kemana?'' tanya Bryan yang melihat Albert beranjak dari duduknya.
Albert diam Dia cuma tersenyum menyeringai dan menatap Bryan yang cemas.Albert melangkah melewati Bryan yang ada di hadapannya.
Langkah Albert terhenti saat Bryan berlari dan menghadang nya di depan pintu.
''Minggir ,'' ujar Albert menatap dingin Bryan.
''Ayo,Kau duduk kembali di sana,dan Aku tidak akan memberitahu keberadaanMu pada Bos,'' ujar Bryan menghadang Albert di depan pintu.
''Kau dengar itu ,'' ujar Albert yang kembali mendengar suara Wanita lagi.
''Kau pasti salah dengar,'' seru Bryan. ''Apa Kalian mendengar sesuatu ?'' tanya Bryan sembari menatap pada Anak buahnya.
''Tidak,tidak,Kami tidak mendengar apa-apa ,'' jawab salah satu dari Mereka.
Dan di susul anggukkan kepala yang lainnya.
Albert terdiam dan menatap Mereka semua secara bergantian,
Pasti ada yang di sembunyikan dari Mereka,pikir Albert.
__ADS_1