
Sanjaya tahu siapa pria yang ada di depan nya,dan Sanjaya pun ingin memanfaatkan pria itu demi kepentingan pribadi nya,
Pria itu bernama Bryan kusama,Bryan Ceo di perusahaan Kusuma group.
Bryan melangkah cepat mendekati Raymon dan langsung merebut Shelva dari gendongan Raymon.
''Apa yang terjadi pada nya ?'' tanya Bryan khawatir
''Bryan mereka ingin menculik Shelva ,''Hasut Sanjaya
''Itu tidak benar Bryan ,'' jawab Wira cepat
''Lihat Bryan mereka sampai melukai paman yang di sayangi Shelva,'' ucap Sanjaya berbohong sambil menunjuk Wira yang terkena tembak
Bryan yang tersadar pun menoleh ke arah Wira,dan dia menatap di sekeliling cuma ada Kevin dan Raymon yang memegang pistol,
Bryan menatap tajam ke dua orang yang ia anggap telah melukai Shelva dan paman Wira.
''Katakan siapa yang telah tega melakukan ini ?'' tanya Bryan
''Dia Bryan ,'' tunjuk Sanjaya ke arah Raymon
Bryan melihat arah tunjuk Sanjaya,Bryan pun menatap penuh demdam ke pada Raymon
''Dengarkan paman Bryan,Dia tidak menyakiti Shelva dan.........,''
''Dia bohong Bryan, '' Potong Sanjaya cepat ucapan Wira
''Coba kamu pikir Bryan,mereka yang memegang senjata,sudah pasti mereka berbuat jahat ,'' ucap Sanjaya memprofokasi
Bryan yang sudah di kuasai amarah,dia tidak bisa memikirkan apa-apa lagi,Bryan pun mendudukkan Shelva di lantai dan kepala nya bersandar di dinding, Bryan dengan cepat berdiri dan melangkah mendekat di mana Raymon berdiri.
__ADS_1
''Biadab,kurang ajar ku habisi kau ,'' ucap Bryan sembari mencengkram kerah jaket Raymon.
Raymon cuma diam dan memandang dengan santai pria yang ada di hadapan nya
''Bryan,hentikan jangan termakan hasutan Sanjaya ,'' lerai Wira
Bryan yang sudah di kuasai oleh amarah,tidak mendengar ucapan Wira,
Raymon menjatuhkan pistol yang ia pegang,dia tidak mau melawan pria yang ada dihadapan nya dengan senjata.
Bryan melayangkan tinjunya ke arah wajah Raymon, Raymon memalingkan wajahnya hingga pukulan Bryan tidak mengenai nya
Raymon menangkis tangan Bryan yang mencengkram kerah jaket nya,
Bryan kembali menyerang Raymon tepat di depan dada nya,Raymon menangkis kepalan tangan Bryan dengan telapak tangan nya ,hingga mereka berdua melangkah mundur.
Sanjaya yang melihat tontonan gratis tersenyum senang,
Sedangkan Wira berusaha menyadarkan Shelva yang pingsan.
''Tuan kita harus menghentikan mereka,'' ucap kevin yang khawatir melihat pertarungan antara Raymon dan Bryan yang seimbang
''Kita tidak bisa menghentikan Bryan,Bryan sudah termakan hasutan Sanjaya ,'' ucap Wira pasrah dan berusaha membuat silvi sadar dari pingsan nya.
Raymon tidak mengerahkan sepenuh nya kekuatan beladiri yang dimilikinya,sudah dipastikan kalau Raymon mengerahkan beladiri yang dimiliki nya,dengan mudah Raymon menjatuhkan lawan nya.
''Paman aku harus membantu Raymon,'' ujar Kevin
''Tak perlu,paman yakin dia bisa melawan Bryan,'' jawab Wira
''Paman lihat ,'' seru kevin saat melihat pergerakan dari gadis yang ada di depan nya.
__ADS_1
Wira melihat Silvi membuka matanya perlahan,
''Eng...'' lenguh Silvi setelah tersadar dari pingsan nya
''Kamu sudah sadar Nak ,'' seru Wira senang melihat Silvi membuka matanya
''Paman,'' panggil Silvi
''Iya Nak,'' jawab Wira sambil memegangi luka di lengan nya
''Aku sudah ingat semuanya paman ,'' ucap Silvi tersenyum
''Syukurlah kamu sudah mengingat semuanya,'' jawab Wira sambil meringis menahan sakit di lengan nya
''Paman terluka,'' ucap Silvi khawatir, sembari merobek lengan baju kiri yang dipakai nya,setelah itu mengikat lengan Wira agar darahnya terhenti
''Jangan pikir kan Paman Silvi. Cegah kakak kamu dan Bryan,'' suruh Wira sambil menunjuk Rahmon dan Bryan yang sedang berkelahi,
Silvi membulatkan matanya saat melihat kakaknya dan Bryan saling serang,
''Berhenti.....!'' teriak Silvi
Raymon melihat Silvi yang sudah sadar dan tersenyum kearah nya,begitupun dengan Bryan,
Bryan menurunkan tinjunya dan berlari menghampiri Silvi.
''Kak Raymon....,''panggil Silvi
Raymon tersenyum memandang Silvi,
Dan tiba-tiba...
__ADS_1
Dor..!
Siapakah yang terkena tembak