MENANTU YANG DI HINA

MENANTU YANG DI HINA
bab 88


__ADS_3

Wajah Rani berubah pucat saat salah satu Wartawan Pria lagi menanyakan tentang dirinya yang pingsan tadi.Ia pun menelan salivanya susah.


''Iya benar Kami baru ingat kenapa mbak Rani tadi pingsan ?'' tanya Wartawan Pria yang tidak jauh dari tempat nya berdiri


Rani pun berusaha bersikap tenang.


''Kalian pasti bertanya-tanya kenapa tadi saya pingsan?'' tanya Rani sembari menatap mereka sendu


Para wartawan itu cuma mengangguk kan kepala Mereka dan menunggu apa yang akan Rani katakan di depan Mereka.


Menejer Risa menelan saliva nya susah dan menatap Rani dengan tatapan khawatit,Ia takut kebohongan Rani akan terbongkar.


Rani menatap sekilas pada pada balik kaca melihat para keluarga Suami nya sedang mengintip apa yang akan Ia lakukan.Sudut bibir Rani terangkat.


''Sebenarnya Saya pingsan karna Saya tertekan ,'' ucap Rani menjeda ucapan nya ingin melihat reaksi para Wartawan yang ada di depan nya.


Ia pun tertawa di dalam hati saat para Wartawan berbisik-bisik


''Bisa di jelaskan tertekan kenapa mbk Rani ?'' tanya Wartawan Wanita

__ADS_1


''Apa Alexa mengamcam mbak Rani supaya Mbak Rani meminjamkan mobil nya ?'' tanya rekan Wartawan Wanita


''Ya,Alexa dan Suami nya mengamcam Saya,dan Suami Saya dan Kakak nya tidak percaya pada ucapan Saya, kalau Saya di Ancam,dan mereka memukul Saya ,'' ucap Rani Sembari mata nya berkaca-kaca


''Kasian sekali Mbak Rani ,'' bisik Para Wartawan


Rani tersenyum senang saat Wartawan berbisik-bisik dan bersimpati pada nya.


''Jadi Mbak Rani belum menaiki mobil baru itu ?'' tanya wartawan Pria yang tadi


Rani menggelengkan kepala nya tanda jawaban iya.


''Wah Mbak Rani hebat,lebih mementingkan keluarga dari pada urusan pribadi nya ,'' puji Wartawan Wanita menatap kagum Rani.


Sedangkan Alex dan yang lain nya terkejut dengan apa yang barusan Rani katakan.


''Terima kasih semua nya sudah berkenan untuk datang kemari ,''ucap Rani mengakhiri wawancara nya.


Ia pun menoleh ke arah Menejer nya untuk mengurus sisanya.Ia pun berlalu pergi untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


''Rani apa yang kamu lakukan ?'' tanya Alex saat melihat Rani akan menaiki anak tangga,


Rani menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap Alex dan yang lain nya,Ia bersedekap dada dan tersenyum sinis ke arah Mereka.


Tanpa berkata apa-apa Rani berbalik dan meneruskan langkah nya menaiki anak tangga tanpa mempedulikan teriakan Cassy dan Alex.


Alex mengacak Rambut nya frustasi saat mendengar pengakuan dari Rani tadi,sudah di pastikan berita itu akan sampai ke keluarga Rani,


Baskoro menjatuhkan bobot tubuh nya di kursi yang ada di belangkang nya,Ia masih pusing dengan berita yang mengejutkan tadi,ini di tambah lagi klarifikasi dari menantu nya yang bisa di pastikan akan berdampak pada kerja sama dengan Papa Rani.


''Cassy Kamu bisa duduk tidak,jangan mondar-mandir seperti setrikaan,Mama pusing melihat Kamu yang mandar mandir seperti itu ,'' ucap Ratih yang kesal melihat Cassy mandor mandir.


Cassy menghembuskan nafas kasar,Ia pun lalu duduk di kursi samping mama nya.


''Cas,Seandai nya Kamu tadi bisa mengontrol emosi Kamu dan tidak menampar Rani,Kita tidak akan pusing seperti ini ,'' ucap Alex sembari mengusap wajah nya kasar,Ia takut kalau sampai mertuanya tau.


''Salahin saja Istri Kamu kenapa memancing emosi Ku ,'' jawab Cassy yang tak mau di salahkan.


Alex menggelengkan kepala nya yang pusing dengan sikap kakak nya yang tak mau mengalah.

__ADS_1


Saat Alex melihat ke tangga Ia terkejut dan membulatkan matanya saat melihat Rani menuruni anak tangga dengan membawa koper di tangan nya. Rani menyunggingkan senyum sinis menatap Mereka yang ada di bawah.Dengan angkuh nya Ia menuruni anak tangga dan langkah nya terhenti saat berada di hadapan Mereka.


__ADS_2