
Sedangkan di daerah terpencil.
Aldo menatap lurus pada bangunan yang tidak jauh dari tempatnya duduk.Matanya memang menatap pada bangunan itu,namun pikirannya kosong Ia masih memikirkan Shella kekasihnya.Ia ingin sekali menelpon kekasihnya,namun apalah daya ponsel pun tak ada. Papanya menyita semua barang berharga miliknya, Papanya tidak menyetujui hubungan dirinya dengan Shella.
Ia tersentak kaget saat mendengar suara dari dalam bangunan yang Ia pandangi.Ia menghembuskan nafas panjang Ia tahu apa bunyi suara itu.
''Sabar Ma,Aku akan mencari cara untuk menyembuhkan Mama,'' gumam Aldo sambil menatap bangunan yang di dalamnya ada Mamanya yang sedang di rantai kaki dan tangannya.
Biadab memang Sanjaya memperlakukan Wanita itu layaknya seperti orang gila.
Ia memandang ke depan saat ada mobil berhenti tepat di halaman rumahnya.
''Akhirnya Aku menemukanMu Tuan ,'' ucap Kevin tersenyum senang saat melihat Aldo baik-baik saja.
Aldo terkejut saat melihat Kevin bisa menemukannya. Aldo beranjak dari duduknya dan menghampiri Kevin yang tersenyum menatapnya.
''Sedang apa Kau di sini ?'' tanya Aldo yang tidak menyangka bisa bertemu Kevin kembali.
''Tentu saja ingin membawa pulang Tuan ,'' jawab Kevin.
''Kembalilah Kevin,sebelum orang suruhan PapaKu melihat DiriMu ada di tempat ini ,'' suruh Aldo sambil memasukkan kedua tangannya di saku celana.
''Tidak Tuan,Aku akan menemani Tuan ,'' tolak Kevin.
''Jangan bodoh Kevin,Kau bisa saja di tangkap oleh anak buah papaKu ,'' ucap Aldo.
''Aku tidak peduli ,'' jawab Kevin.
Aldo terdiam dan nenatap Kevin yang masih setia padanya.Aldo pun akhirnya pasrah dan membiarkan Kevin menemaninya.
''Bagaimana kabar Shella ?'' tanya Aldo sambil menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam rumah.
''Shella di culik,dan sekarang tidak ada kabar ,'' jawab Kevin.
Aldo menghentikan langkahnya saat Kevin mengatakan Shella di culik.Ia bingung harus melakukan apa,bisa saja Ia pergi dari tempat ini untuk mencari Shella.Tapi kalau Ia meninggalkan tempat ini bukan saja nyawa Ibunya yang akan melayang,tapi nyawa Shella kekasihnya menjadi taruhannya.Aldo mengusap wajahnya frustasi saat Ia tidak bisa melakukan apa-apa.
Sedangkan Shella yang duduk di dalam mobil samping kursi pengemudi terdiam sejak tadi,Ia sedang memikirkan Wanita yang bertabrakan dengannya di apartemen.Ia bertanya-tanya siapa Wanira itu dan apa hubungannya dengan Raymon Kakaknya.
''Shella ,'' panggil Kaisar yang melihat Shella diam saja.
Shella tersentak kaget dan menatap Kaisar yang sedang menyetir.
''Iya ,'' jawab Shella.
__ADS_1
''Aku harus mengantar Kamu kemana?'' tanya Kaisar menatap sekilas Shella yang memandangi jalanan.
Shella pun memberikan Alamat rumah Neneknya.
Shella kembali menatap jalanan lewat kaca mobil. Matanya memang fokus ke jalanan tapi pikirannya berkelana entah kemana.Shella bertanya-tanya pada dirinya sendiri di mana keberadaan Aldo. Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu,Aldo tidak lagi ada kabarnya.Shella juga tidak percaya kalau Aldo akan segera menikah,Ia tahu kalau Aldo sangat mencintainya.Shella memenjamkan matanya dan menghembuskan nafas panjang.
Kaisar menatap sekilas Shella yang memejamkan matanya.
''Shella,apa Kau baik-baik saja ?'' tanya Kaisar saat melihat Shella menghembuskan nafas panjang.
Shella menoleh dan menatap Kaisar yang sedang menyerir.
''Iya Aku baik-baik saja ,'' jawab Shella sendu.
''Apa Kau merindukan keluargaMu ?'' tanya Kaisar sambil menatap jalanan kembali.
Shella menjawab dengan anggukan kepala,tanda Ia baik-baik saja.
Sedangkan di dalam apartement milik Albert.
Albert terbangun dari tidurnya,Ia merasakan sedikit pusing di kepalanya.Ia teringat semalam dirinya mabuk berat.
''Dimana Alexa,bukankah Dia semalam ada di sini ,'' gumamnya yang berpikir Alexa ada di apartemennya.
''Pagi Tuan ,'' sapa Pelayan Yang berjaga di apartemennya semalaman.
''Tuan menunggu Anda di luar ,'' lapor Pria itu.
''Hm ,'' jawab Albert.
Albert turun dari tempat tidurnya dan melangkah keluar ketika tahu Papanya ada di apartemennya.Ia mengumpati Bryan yang telah memberi tahu keberadaan dirinya ke papanya.
''Ada apa Pa?'' tanya Albert saat melihat Papanya ada di ruang tamu.
Jason tersenyum menatap Putranya yang mirip dengan mendiang Istrinya.
''Apa Kau tak merindukan Papa ?'' tanya Jason sambil merentangkan tangannya ingin di peluk oleh Albert .
Albert dengan terpaksa memeluk Jason.
...****************...
Sedangkan kembali ke proyek.
__ADS_1
Raymon menatap tajam pada Pria yang sedang berkelahi dengan Samuel.
Alexa masih menangis sesenggukan di dalam pelukan Raymon.Raymon mengusap bahu Alexa untuk menenangkan Istrinya.Raymon melihat Pria itu mengeluarkan pisau lipat dari dalam saku celananya.
Pria itu langsung melempar pisau lipat itu mengarah ke punggung Alexa.Raymon tersenyum sinis saat pisau itu berjarak 1 meter dari punggung Alexa. Dengan gerakan cepat Raymon langsung menangkap pisau itu dan menggenggamnya,Ia tidak peduli pisau itu melukai telapak tangannya.Yang Ia pedulikan keselamatan Istrinya.
Denis dan Lexi melawan para anak buah mafia bawah tanah.Ke empat Pria yang mengepung Denis dan Lexi itu dengan mudah Lexi dan Denis melumpuhkan ke empat Pria itu.Ke empat pria itu akhirnya lari setelah mendapat kode dari airpon yang ada di telinga salah satu dari Mereka.
Raymon melepas pelukannya.
''Kau tunggulah disini .'' ujar Raymon menatap Alexa yang sudah terlihat tenang.
Alexa menganggukkan kepalanya.
''Dan Kau jagalah Dia ,'' ucap Raymon sambil menatap Sintia.
Sintia menganggukkan kepalanya dan takut saat mendapat tatapan tajam dari Raymon.
Raymon mengambil pisau miliknya yang ada di dekat kaki Alexa,setelah itu Raymon langsung berlari dan membantu Samuel yang kewalahan menghadapi Pria yang memakai topeng. Raymon ingin melihat siapa sebenarnya Pria yang memakai topeng itu.
Pria itu tersenyum tipis di balik topeng yang yang di pakenya saat melihat Raymon mendekat ke arahnya.Pria itu tidak peduli pada darah yang menetes di dahinya.
Bugh.
Raymon menendang Dagu Pria yang memakai topeng itu hingga jatuh tersungkur ke lantai.Raymon memegang bahu Pria itu dan ingin melepas topeng yang di pake Pria itu.Raymon tidak peduli pada darah yang mengalir di telapak tangannya akibat menggenggam pisau tadi.
Pria itu langsung menendang Raymon,hingga Raymon terjungkal kebelakang.
Jack yang melihat Pria itu ingin kabur segera berlari mengejar dan menghentikan Pria itu.
Pria yang tak lain dan tak bukan Deri kaki tangan Jason tersenyum menyeringai menatap Jack.
Raymon pun kembali melayangkan tinjuannya tepat di dada Deri.
Bugh
Tinjuan Raymon tepat mengenai Dada Deri.
''Uhuk...uhuk...,''
Deri terbatuk dan mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya.
Tiba-tiba dari arah samping.
__ADS_1
Dor...
Bunyi suara tembakan menggema di ruangan itu.