MENANTU YANG DI HINA

MENANTU YANG DI HINA
bab 132


__ADS_3

Dor...


Bunyi tembakan menggema di dalam ruangan.


Semua penjahat yang tersisa lari terbirit-birit menyelamatkan diri saat melihat polisi datang.


Pria yang memakai topeng separoh karna topeng itu terbelah menjadi dua bagian atasnya,terseyum tipis dan menatap sekilas pada Raymon dan Jack yang terdiam.Pria itu pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu sebelum Raymon dan Jack menyadari siapa dirinya.


Alexa dan Sintia bernafas lega saat beberapa Polisi datang ke proyek untuk menyelamatkan Mereka.


''Kau tadi melihatnyakan Ray ?'' tanya Jack masih memandangi di mana Pria memakai topeng itu pergi.


''Iya Bang,Aku tadi melihatnya ,'' jawab Raymon juga memandangi jendela yang di gunakan Pria itu untuk kabur.


''Bukankah Dia ada di ausi ,'' ucap Jack masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Raymon diam tidak tahu harus menjawab apa.


Alexa tersenyum menatap Raymon yang berdiri di dekat jendela.Senyumnya memudar kala Ia melihat tangan Raymon meneteskan darah hingga jatuh di lantai.Alexa berlari menghampiri Raymon.


''Hai,tangan Kamu berdarah Ray ,'' ucap Alexa panik dan memegang telapak tangan Raymon yang tergores pisau.


''sst ,''


Raymon meringis saat telapak tangannya yang terluka di pegang oleh Alexa.


Alexa merobek lengan bajunya dan mengikat telapak tangan Raymon agar tidak mengeluarkan darah lagi.


Raymon memandangi wajah cantik Alexa yang sangat dekat dengannya.


''Dodi terima kasih karna Kau telah melindungi Mereka ,'' ucap Raymon tersenyum menatap Dodi yang memandanginya.


''Iya sudah menjadi kewajibanKu untuk menjaga Ke dua Nona ini ,'' jawab Dodi yang juga ikut tersenyum.


''Aku tidak menyangka bisa bertemu denganMu Dod ,'' ucap Lexi sambil menepuk bahu Dodi.


''Ya Aku juga tidak menyangka bisa bertemu Kalian semua disini ,'' jawab Dodi menatap satu persatu teman-temannya yang telah lama tidak berjumpa.


''Lain kali datanglah ke bar milikKu,Aku akan kasih gratis Bir sampai Kau mabuk ,'' ujar Denis sambil menepuk bahu Dodi.

__ADS_1


''Ya,ya,ya,pasti Aku akan datang ,'' jawab Dodi menanggapi ajakan Denis untuk mampir ke bar miliknya.


''Bagaimana keadaan Kalian?Apa kalian baik-baik saja ?'' tanya pak polisi saat berada di hadapan Mereka.


''Ya,Kami baik-baik saja pak,terima kasih sudah mau datang kemari ,'' jawab Alexa sambil tersenyum menatap Pak polisi.


''Apa perlu Suami Anda Kami bawa ke rumah sakit ?'' tanya Pak Polisi saat melihat tangan Raymon di ikat lengan baju milik Alexa.


''Terima kasih Pak,Nanti Saya yang akan membawa Suami Saya ke rumah sakit ,'' jawab Alexa.


Polisi itu pun pamit untuk pergi setelah menastikan Mereka baik-baik saja.


Setelah polisi itu pergi,Mereka semua keluar dari gedung Proyek pembangunan.Sesampainya Mereka di luar gedung.Mereka memandangi gedung itu yang sudah berantakan dari luar.


Raymon menatap Alexa yang menatap sedih pada bangunan proyek yang belum jadi sepenuhnya itu.


Berulang kali Alexa menghembuskan nafas panjang saat melihat bangunan yang sudah rusak bagian depannya.Alexa menoleh saat Sintia menepuk bahunya.


''Ayo Kita meninggalkan tempat ini ,'' ajak Sintia.


Alexa menganggukkan kepalanya,Sebelum Ia meninggalkan tempat itu,Ia melihat Raymon yang masih memandangi Proyek yang sudah hancur di luarnya itu.


''Sebentar ,'' ucap Alexa sambil melangkah mendekati Raymon.


Raymon menatap Alexa yang memegang tangannya, Ia pun tersenyum dan mengelus punggung tangan Alexa yang memegang lengannya.


Mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing.


''Mana kunci mobilnya Lexa ,'' pinta Raymon sambil menengadahkan tangannya untuk meminta kunci mobil milik Alexa.


''Biar Aku yang menyetir,tanganMu masih terluka ,'' jawab Alexa sambil membuka pintu mobil depan pengemudi.


Raymom dengan pasrah akhirnya membiarkan Alexa menyetir.Dia duduk di samping Alexa,sedangkan Sintia duduk di kursi penumpang.


Mobil Alexa melaju meninggalkan area proyek di ikuti oleh mobil-mobil di belakangnya milik Denis dan Samuel.Jack sendiri memilih memakai motor miliknya.Sedangkan Dodi memilih tinggal di area proyek,karna Ia ingin tanggung jawab atas kelalaian dirinya menjadi proyek itu.


Alexa terlebih dahulu mengantar Sintia ke apartemen Gadis itu.Sintia keluar dari dalam mobil ketika tiba di depan pintu lobi.


Raymon menatap dalam apartemen itu,Ia seolah ingin masuk ke dalamnya.Tapi Ia tak mengerti kenapa Ia ingin masuk ke dalam Apartemen itu dan bertemu dengan siapa.Padahal Ia tidak mempunyai kenalan di apartemen itu.

__ADS_1


Sedangkan di dalam apartemen yang sama di lantai 45 dan di kamar 118.Seorang Pria paruh baya yang duduk di kursi roda menatap ke luar apertemen lewat kaca jendela di dalam apartemennya.Pria itu meneteskan air matanya saat melihat sebuah mobil Pajero sport tepat berhenti di depan lobi apartemen.


Entah perasaan seperti apa yang di rasakan Pria paruh baya itu,perlahan-lahan Pria paruh baya itu mengerakkan tangannya memegang jendela di depannya.


Suster yang melihat Tuannya bisa menggerakkan tangannya tersenyum senang.


''Aku harus memberitahu Tuan Kai ,'' gumam Suster itu sambil mengeluarkan hanponenya.


Pria itu menatap sedih pada mobil yang sudah meninggalkan apartemen itu.


''Ada apa Tuan?kenapa Tuan menangis ?'' tanya Suster Meri yang melihat Tuannya menangis.


Suster Meri menatap bingung pada arah tunjuk Pria itu yang mengarah ke luar apartemen.


''Tidak ada siapa-siapa Tuan di luar ,'' ucap suster Meri saat melihat luar apartemen yang tidak ada apa-apa lewat jendela apartemen.


Suster Meri lalu berpikir mungkin Tuannya menunjuk-nunjuk Tuan Kai.


''Tuan Kai belum pulang Tuan,'' lapor Suster Meri kepada Pria paruh baya itu.


Pria paruh baya itu terdiam dan tidak menunjuk-nunjuk lagi ke luar.


''Ayo Tuan,Waktunya untuk Tuan istirahat ,'' ajak Suster Meri sambil mendorong kursi roda itu untuk menuju ke kamar Pria paruh baya itu.


''Ada apa dengan Tuan Mer?'' tanya Suster Dina saat melihat wajah murung Pria yang duduk di kursi roda.


''Aku tidak tahu Mbak,tiba-tiba Tuan menunjuk-nunjuk Luar apartemen,'' jawab Suster Meri sambil menatap Mbak Dina yang baru masuk ke dalam apartemen.


''Oh,Mungkin Tuan melihat Kaisar sudah datang,'' jawab Dina berpikir seperti itu.


''Tapi Tuan Kaisar bilang Dia masih ada di perjalanan,'' jawab Suster Meri.


Dina terdiam dan mengerutkan keningnya,Siapa yang di lihat Tuan,Apa orang suruhan Sanjaya,Pikir Dina sambil menatap luar apartemen lewat kaca jendela di dalam ruangan itu.


''Tapi tidak ada siapa-siapa di luar,'' gumam Dina menatap jalanan yang cukup padat di lalaui kendaraan.


Dina tersenyum saat melihat mobil kaisar memasuki area apartemen,


''Tuan Kaisar itu sudah kembali,'' ucap Dina sambil menunjuk mobil kaisar lewat jendela.

__ADS_1


Pria yang yang duduk di kursi roda tidak merespon.


Dina menatap terkejut pada Tuannya yang tidak merespon kedatangan Kaisar,biasanya Tuannya akan mengedipkan matanya saat tahu Kaisar datang.


__ADS_2