MENANTU YANG DI HINA

MENANTU YANG DI HINA
bab 103


__ADS_3

Alexa melajukan mobil nya menuju ke Apertement Sintia teman semasa kuliahnya dulu.Ia menghembuskan nafas kasar saat melihat sekilas ke ponselnya tak ada pesan masuk atau telphon dari Raymon,Ia pun kembali fokus ke jalanan yang ada di depannya.


Tidak membutuhkan waktu lama Alexa sampai di Apertement Sintia,Alexa menuju Basment parkiran Apertement,setelah mematikan mesin mobil.Alexa merapikan rambutnya dan sedikit memoleskan lipstik di atas bibirnya,lalu Ia pun keluar dari dalam mobil dan menutup kembali pintu mobil dan mengunci mobilnya.


Alexa melangkah masuk ke gedung Apertement dan menuju di mana lift berada.Ia pun masuk ke dalam Lift saat pintu lift terbuka,Alexa mengurungkan niatnya untuk memencet tombol lift,saat seseorang sudah terlebih dulu memencet tombol lift ke lantai 45.


Alexa melihat beberapa Pria berpakaian serba hitam,ada pula Pria yang duduk di kursi roda dan di belakangnya berdiri dua orang berpakaian putih,yang Alexa yakini Mereka berdua Dokter dan Suster yang merawat Pria paruh baya yang duduk di kursi roda.


Alexa tersenyum saat Pria yang duduk di kursi roda menatap nya.Alexa berjongkok dan ingin memegang tangan Pria yang duduk di kursi roda,


''Maaf Nona,Nona ingin turun di lantai berapa?'' tanya Pria yang memencet tombol lift sambil memegang tangan Alexa agar tak memegang Pria di kursi roda.


Alexa terkejut Ia pun menepis tangan Pria itu yang memegang tangannya.


''Di lantai 40 ,'' jawab Alexa sambil kembali menatap sedih pada Pria yang seumuran dengan Papanya.


Pria itu Lalu memencet tombol lift agar berhenti di lantai 40.


''Silakan Nona keluar ,'' ujar Pria itu sembari menggeser tubuhnya supaya Alexa bisa keluar.

__ADS_1


Alexa menatap sekilas Pria yang duduk di kursi roda,


''Tuan,bolehkah Saya menyapa Tuan yang duduk di kursi roda ?'' tanya Alexa menatap Pria yang menyuruhnya ke luar.


''Maaf Nona,Tuan saya tidak terbiasa berinteraksi dengan orang asing,'' tolak Pria itu. ''Silakan Nona ke luar ,'' suruh Pria itu lagi.


Alexa dengan pasrah keluar dari dalam Lift,sebelum pintu lift tertutup kembali,Pria paruh baya itu menatap Alexa dan mengedipkan matanya ke arah Alexa.


Setelah pintu lift tertutup,Alexa melangkah ke unit Apertement Sintia.


Sesampainya Ia di depan pintu Apertement Sintia, Alexa menekan bel yang ada di samping pintu,tidak lama kemudian.


Pintu pun terbuka,Sintia menyembulkan kepalanya di balik pintu,Ia pun terkejut melihat Alexa ada di depan Apertementnya.


BRUGH


Alexa mengelus dada nya saat Sintia menutup pintu Apertementnya dengan kencang.


''Tunggu sebentar Alexa !''teriak Sintia dalam Apertementnya.

__ADS_1


Alexa menunggu di depan Apertement milik Sintia, tidak lama kemudian,


Cklek


Pintu Apertement Sintia kembali terbuka,Sintia tersenyum dan menggandeng tangan Alexa untuk membawanya masuk ke dalam Apertementnya.


Alexa memicingkan matanya saat melihat tanda merah Di leher Sintia.Sintia dan Alexa duduk di kursi sofa yang ada di dalam Apertement itu.


''Mau minum apa Lexa?'' tanya Sintia beranjak dari duduknya.


''Teh aja Sin ,'' jawab Alexa.


Sintia berlalu ke dapur,tidak lama kemudian Sintia keluar dari dapur dengan membawa nampan dan di atasnya dua cangkir teh,Ia pun meletakkan dua cangkir teh di atas meja.


''Ada apa Lexa,tumben mampir ke Apertement milik Ku?'' tanya Sintia sambil duduk di samping Alexa.


''Ingin main aja ke Apertement Mu ,'' jawab Alexa sambil mengambil cangkir teh di atas meja.


Sintia juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Alexa.

__ADS_1


Mereka pun terdiam dengan pikiran masing-masing sembari menikmati secangkir teh yang ada di tangan Mereka masing-masing.


__ADS_2