
Tiba-tiba
''Berhenti....!'' teriak Silvi
Raymon pun menurunkan tinjuan yang akan dilayangkan ke wajah Sanjaya,dan Raymon pun menatap Silvi yang berdiri dengan air mata yang membasahi pipinya,
''Jangan pukul dia lagi kak,Dia bisa mati ,'' ucap Sivi menangis
''Manusia bajingan ini pantas mati Silvi ,'' geram Raymon dan ingin melayangkan tinjuan nya lagi,
Silvi dengan cepat memeluk Raymon agar tidak menghajar Sanjaya lagi,
''Lepas Silvi ,'' suruh Raymon berusaha melepas pelukan silvi
Silvi menggelengkan kepalanya,dan memeluk erat Raymon.
''Kau memang putri ku Selva,terima kasih kau telah menyelamatkan papa dari bocah sialan ini,'' ucap Sanjaya tersenyum menyeringai dan menatap Raymon ,
Silvi diam dan dia pun mengurai pelukan nya,dan menatap tajam Sanjaya.
''Kau bukan papa ku !'' sentak Silvi
''Dan jangan panggil aku aku putri mu dengan mulut kotor mu itu ,'' ucap Silvi lagi
''Shelva pasti Wira sudah mencuci otak mu ,'' ucap Sanjaya ''Jangan percaya ucapan Wira Selva ,'' lanjutnya lagi
''Diam...!'' bentak Silvi ''Aku sudah ingat semuanya kak ,'' ucap Silvi menatap Sendu Raymon
''Kalau kamu sudah ingat semua, kenapa kamu menghalangi kakak untuk menghabisi bajingan itu ?'' tanya Raymon menatap tajam Silvi
''Dengan kakak menghabisinya,sama saja kakak seperti dia ,'' jawab Silvi sendu
Raymon tersenyum sinis dengan pembelaan Silvi terhadap Sanjaya.
__ADS_1
Raymon pun menodongkan pistol ke arah Sanjaya
''Kak Silvi mohon jangan ,''cegah Silvi
''Kenapa Silvi ?''tanya Raymon kesal ''Apa kamu lupa pria yang kamu bela sudah membunuh orang tua kita !'' teriak Raymon tanpa menurunkan pistol di tangannya yang mengarah ke kepala Sanjaya
''Kita masih butuh Sanjaya kak ,'' ucap Silvi
''Aku tidak butuh Pria brengsek ini Silvi !'' ucap Raymon yang kesal terhadap sikap Silvi
Silvi memejamkankan mata sejenak dan menerima kemarahan dari kakaknya,
Silvi membuka matanya saat mendengar suara tangan Raymon ingin melepaskan tembakannya.
''Kak Raymon !'' teriak Silvi sembari memegang tangan Raymon yang ingin menembak Sanjaya,
DOR...
Tembakan Raymon meleset
''Kalau kakak bunuh dia,Kita tidak akan tahu dimana keberadaan papa berada ,'' jawab Silvi
''Maksud kamu apa Silvi ?'' tanya Raymon
''Papa masih hidup kak ,'' jawab Silvi
Raymon terkejut dengan apa yang Silvi ucapkan,
''Dan cuma Sanjaya yang tahu dimana papa berada kak ,'' ucap Silvi lagi
Saat perhatian Raymon teralihkan ke arah Silvi,Sanjaya dengan beberapa luka di tubuh nya mencoba berdiri dan ingin kabur dari tempat itu,
Raymon pun menyadari pergerakan Sanjaya,
__ADS_1
''Mau kemana brengsek ?'' umpat Raymon sambil mencengkram kerah kemeja Sanjaya
''Ha...Ha...Ha...''
Sanjaya tertawa
''Katakan dimana papa ku berada ?'' tanya Raymon
Sanjaya tidak menjawab pertanyaan dari Raymon,
''Cepat katakan,atau peluru ini akan menembus kepala Om ,''Ancam Raymon
''Silahkan bunuh saya,tapi kamu tidak akan pernah bertemu dengan papa kamu ,'' jawab Sanjaya sambil terkekeh
Raymon yang kesal langsung melayangkan tinjuannya tepat di wajah Sanjaya,
Sanjayapun jatuh tersungkur dan sudut bibirnya berdarah,
''Bangun ,'' suruh Raymon sambil mengajak Sanjaya berdiri,
Mereka melangkah dengan membawa Sanjaya keluar dari ruangan bawah tanah.
''Bryan....!'' teriak Silvi terkejut saat melihat Bryan jatuh dilantai dengan luka di sekujur tubuhnya,
Silvi pun berlari ke arah Bryan.
''Sil...vi...'' ucap Bryan lirih
''Dimana paman Wira Bryan ? Siapa yang melakukan ini Bryan ?''tanya Silvi bertubi-tubi
''Yang melakukan ini ang...gota Black....blood silvi , dan Paman Wira di bawa oleh mereka ,'' jawab Bryan
Silvi dan Raymon saling berpandangan,
__ADS_1
Mereka tahu siapa ketua Blackblood itu,
Sedangkan Sanjaya tersenyum senang saat mendengar ketua Blackblood sudah datang,walaupun ia merasakan sakit di tubuhnya tapi tak sebanding dengan Sakit yang akan di alami Raymon dan yang lainnya ketika Ketua Blackblood sudah ikut turun tangan.