
''Berhenti.....''
Teriak Shelva dengan menodong kan pistol di kepala Shella
Aldo dan Kevin terkejut melihat dua wajah gadis kembar ada di depan nya.
''Siapa dua gadis ini,apakah mereka berdua adik ku ?'' tanya Raymon dalam hati sambil menatap lekat dua gadis kembar yang ada di depan nya.
''Jangan mendekat atau Aku tembak kepala Gadis ini,'' ancam Shelva saat melihat Aldo mau mendekati mereka.
Aldo pun diam di tempat nya berdiri.
Handoko tersenyum senang melihat Shelva menyandra saudara nya sendiri.
''Kerja bagus Nak ,'' ucap Handoko melangkah mendekati Shelva yang sedang mengunci tubuh Shella
Seorang Pria paruh baya ke luar dari tempat persembunyian nya.
''Lepaskan dia Shelva ,'' suruh Wira yang baru keluar dari balik dinding terus mengawasi pergerakan mereka.
Handoko dan Shelva terkejut melihat Wira baru muncul.
''Apa maksud kamu Wira ?'' tanya Handoko tak mengerti jalan pikiran teman nya
''Aku kira paman orang baik tapi ternyata paman sama saja seperti manusia brengsek itu ,'' ucap Raymon tersenyum sinis
Wira diam saja,biarlah Raymon memandang dia apa, tapi yang jelas dia ingin menebus kesalahan di masa lalu.
__ADS_1
''Shelva,lepasin Shella ,'' ucap Wira mengulangi ucapan nya
''Tidak paman ,'' tolak Shelva
''Shelva,dengerin paman,dia saudarimu jadi lepaskan Shella, ''
Wira mencoba membujuk Shelva dengan mengatakan mereka bersaudara
''Apa maksud Paman ?''tanya Shelva terkejut
''Jangan dengarkan pengkhianat itu Shelva, Dia cuma ingin mengecoh pikiran mu,'' ucap Handoko agar Shelva tidak percaya dengan Wira
DOR...
Wira menembak kaki Handoko
''Kau penghianat Wira ,'' ucap Handoko sambil memegangi kaki nya yang tertembak
''Kenapa paman menembak nya !'' teriak Shelva tidak terima Wira menembak Handoko
Shelva yang di penuhi amarah ingin menarik pelatuk pistol nya
''Shelva jangan...''suruh Wira menghentikan niat shelva untuk menembak Shella
''Jelaskan maksud paman kalau dia saudari ku,''desak Shelva
''Shelva kamu ingat dengan laki-laki itu ?''tanya Wira sambil menunjuk Raymon yang tidak jauh dari mereka
__ADS_1
Shelva memandang arah tunjuk Wira,Shelva melihat bayangan samar-samar,dan Shelva pun menjatuhkan pistol yang ada di tangan nya,dan dia pun memegangi kepala nya yang mulai berdenyut nyeri,saat dia mencoba mengingat wajah laki-laki yang ada di depan nya.
Wira dengan cepat menangkap tubuh Shelva yang akan jatuh di lantai.
Aldo pun menarik Shella ke dalam pelukan nya,Shella yang ketakutan membenamkan kepala nya di dada bidang Aldo,
''Maksud paman Wira apa?apa dia....?'' tanya Raymon menggantung pertanyaan nya
''Ia Raymon dia sebenar nya Silvi bukan Shelva,''jawab Wira cepat
''Bukan kah Silvi waktu itu tertembak Paman ?''tanya Raymon penasaran,karna setau Raymon Silvi jatuh di lantai dan ada darah di baju nya.
''Waktu itu Silvi tidak tertembak,dia jatuh dan pingsan,''jawab Wira
''Lalu bagaimana nama nya bisa berubah menjadi Shelva paman?''tanya Raymon makin penasaran
''Paman tidak bisa menjelaskan sekarang,lebih baik kita segera pergi dari sini,sebelum Sanjaya menyadari semua nya,''ucap Wira sambil menggendong silvi
''Ha...Ha...Ha...''
Handoko tiba-tiba tertawa sedari tadi diam menyimak pembicaraan mereka.
Raymon,Wira,Aldo,Shella dan Kevin menatap Handoko yang tertawa.
''Kalian sudah terlambat,karna Sanjaya sedang menuju ke mari dan anggota blackblod pasti sudah ada di depan saat Sanjaya mengaktif kan tanda bahaya ke mereka,pasti kalian akan habis di tangan mereka,'' ucap Handoko tersenyum menyeringai sambil mencoba berdiri walaupun kaki nya terluka.
Wira,Aldo dan Kevin saling berpandangan karna mereka tahu kekejaman blackblood seperti apa? wajah mereka pun menjadi tegang.
__ADS_1
Sedangkan Raymon menyunggingkan senyum tipis saat mendengar blackblood ikut turun tangan.