MENANTU YANG DI HINA

MENANTU YANG DI HINA
bab 129


__ADS_3

Marko menatap terkejut Lexi dan Denis yang ada di hadapannya.


''Dari mana Kalian tahu Aku ada di sini ?'' tanya Marko sambil menuang bir ke dalam gelas,setelah itu meletakkan gelas yang berisi bir itu ke hadapan Lexi dan Denis.


''Mudah bagi Kami untuk mendapatkan informasi tentang diriMu ,'' jawab Denis sambil mengambil gelas berisi bir itu hingga tandas.


''Ada apa kalian datang mencariKu ?'' tanya Marko sambil duduk di depan Lexi dan Denis.


''Bergabunglah dengan Geng Naga Hitam lagi ,'' jawab Denis sambil menatap Marko.


Marko terdiam,Ia sudah tenang dengan hidupnya seperti ini.


''Raymon membutuhkanMu ,'' ucap Denis menatap penuh harap agar Marko mau membantu Mereka.


Marko menghembuskan nagas panjang.


''Baiklah ,'' putus Marko akhirnya.


Denis dan Lexi tersenyum senang saat mendengar Marko mau ikut bergabung kembali dengan geng Naga Hitam.


''Aku Siap-siap dulu ,'' pamit Marko.


''Ya ,'' jawab Lexi dan Denis bersamaan.


Tidak lama kemudian Raymon,Samuel dan Jack tiba di Bar milik Marko setelah Denis memberikan alamat Bar milik Marko.


''Sial ,'' umpat Raymon setelah mendapat laporan dari anak buahnya yang bekerja sebagai satpam,kalau Proyek yang sedang di jalani Istrinya di serang oleh beberapa Preman.


''Ada apa Ray ?'' tanya Samuel yang melihat raut wajah Raymon berubah kesal.


''Mereka sudah bergerak ,'' jawab Raymon.


''Ayo Kita jalan sekarang ,'' ajak Marko setelah mengganti bajunya.

__ADS_1


''Tapi sayang Kita tidak tahu dimana keberadaan Dodi ,'' ujar Jack yang hilang kontak dengan Dodi.


''Sudahlah Bang,pasti Kita akan bertemu Dodi kembali,'' jawab Denis sambil menepuk bahu Jack.


Mereka pun bergegas masuk ke dalam mobil masing-masing dan meninggalkan Area pelataran Bar milik Marko.


...****************...


Kembali ke pembangunan proyek.


''Kau sudah temukan barang itu ?'' tanya Pria berkepala plontos ketika rekannya datang menghampiri Mereka.


''Aku belum menemukannya ,'' jawab rekannya.


''Ayo Kita cari ke tempat lain ,'' ajak Pria yang berperawakan pendek dan gemuk itu.


Alexa bernafas lega saat melihat Pria-pria itu pergi.


Saat Mereka tiba di tikungan.


''kya...,'' teriak Sintia saat dari belakang seorang Pria mengunci tubuhnya dari belakang.


Dodi berbalik dan terkejut melihat Sintia yang di kunci pergerakannya oleh seorang Pria berbadan besar.


''Lepaskan Gadis itu ,'' suruh Dodi sambil mengarahkan pedangnya ke hadapan Pria itu.


Pria itu tersenyum sinis menatap Dodi yang memegang Pedang di tangannya,Senyum Pria itu memudar saat sekilas Pria itu melihat ujung pedang itu ada ukiran Naga.


''Tidak mungkin Pria itu anggota Naga Hitam ,'' ucap Pria itu dalam hati.


''Gunakan Pulpen itu Gadis bodoh ,'' gumam Dodi masih bisa di dengar oleh Sintia.


''Sialan Dia mengataiKu Gadis bodoh,Semua orang tahu Ini pulpen kegunaannya untuk menulis, sebenarnya siapa yang di sini yang bodoh,Aku atau dirinya?'' gerutu Sintia cuma di dalam hati.

__ADS_1


Dodi yang geram karna Sintia tak kunjung menekan tombol bawah yang berada di pulpen itu.


''Dasar Gadis bodoh ,'' umpat Dodi sambil melempar pisau lipat yang ada di Saku celananya dan tepat mengenai lengan Pria itu.


Pisau yang di gunakan Pria itu untuk mengamcam Sintia terjatuh ke lantai.Kesempatan itu di gunakan oleh Dodi untuk menarik Sintia yang terdiam karena shok.


''Dasar bodoh,kalau pisau itu mengenai leherKu bagaimana ?'' omel Sintia yang tersadar dati keterkejutannya,karna hampir saja pisau yang di pegang Pria tadi hampir mengenai lehernya.


Dodi memutar bola mata malas tidak menanggapi omelan dari Sintia.Ia memeluk Pinggang Sintia dan mengajaknya untuk berputar,dan Kaki Sintia tepat mengenai dagu Pria yang menyandra Sintia tadi.


Sintia terdiam dan menatap wajah Dodi yang menurutnya tampan.


Tangan Kanan Dodi yang memegang pedang itu langsung mengayunkan pedangnya ke belakang saat melihat bayangan Pria dari bola mata Sintia ingin menyerangnya dari belakang.


Deg...


Jantung Sintia berdetak lebih cepat saat melihat senyumam dari Dodi.


Brug...


Sintia terjatuh di lantai saat Dodi tiba-tiba melepaskan tangannya yang memegang pinggang Sintia karna mendapat serangan mendadak.


''Auw ,'' ringis Sintia saat pinggangnya membentur lantai.


Dodi melihat sekilas Sintia yang meringis kesakitan. Sedangkan Ia melawan beberapa Pria.


''Pencet tombol itu gadis bodoh ,'' teriak Dodi yang geram Sintia tidak memencet tombol itu saat melihat dua irang Pria ingin mendekati Sintia.


''Kau yang bodoh,ini pulpen buat menulis.....,'' ucap Sintia tidak meneruskan perkataannya karna Ia melihat Dua Pria sedang mendekat ke arahnya.


''Bagaimana ini,bagaimana ini ,'' ucapnya dalam hati.


Sedangkan Dirinya melihat Dodi sedang di serang oleh beberapa Preman.Sintia gemetar ketakutan saat dua Pria itu semakin mendekat.

__ADS_1


__ADS_2