
''Minggir ,'' hardik Albert menatap tajam Bryan yang menghalanginya di depan pintu.
''Katakan dulu Kau mau kemana?'' tanya Bryan yang cemas kalau nantinya Albert akan tahu ada Seorang Wanita di kamar lain.
''Ck ,'' Albert berdecak sebal.
''Ini apartemen Gue,terserah Gue mau ngapain aja di dalam apartemen Gue,'' ucap Albert menatap Sinis anak buah Papanya.
Albert menyenggol bahu Bryan,karna Bryan tidak mau menggeser tubuhnya,dengan santainya Albert melewati tanpa menghiraukan Bryan yang meringis akibat bahunya terbentur dengan dinding di dekat pintu.
Bryan tidak mempedulikan rasa sakit yang ada di bahunya,dengan cepat Ia berlari mengejar Albert supaya Albert tidak ke kamar yang ada di dekat dapur.
Bryan bernafas dengan lega saat Albert mengambil jaket dan melewati kamar itu menuju ke pintu.Bryan terkejut saat Albert berbalik dan melangkah ke arah nya lagi.
''Jangan beritahu Papa kalau Gue udah pulang ,'' pesan Albert sambil menepuk bahu Albert yang tidak terbentur dinding.
Bryan cuma menganggukkan kepalanya tanpa menjawab pesan dari Albert,Bibirnya kelu untuk membuka suara.
Albert pun memakai jaket dan mengambil kunci mobil yang Ia letakkan di atas lemari yang tidak jauh dari tempat Bryan berdiri,Albert menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan sikap Bryan yang ketakutan kepada dirinya.Albert melangkah keluar meninggalkan Bryan berada di dalam apartemennya.
Bryan terkejut saat Albert masuk kembali ke dalam apartemen,Bryan menelan saliva nya susah saat Albert tersenyum menyeringai ke arahnya.
__ADS_1
''Aku malam ini tidak pulang ke apartemen ,'' ucap Albert memberitahu Bryan.
Bryan menatap Albert tidak tahu maksud Pria yang ada di depannya.
''Aku mau besok sebelum siang,apartemen milikKu harus sudah kosong,'' pesan Albert sebelum Ia keluar dari apartemen.
''Ya besok Kami akan Meninggalkan apartemen milik Mu,'' jawab Bryan.
''Jangan lupa Wanita itu kau pindahkan ,''ucap Albert sambil menepuk pelan pipi Bryan.
Deg
Bryan menatap Albert yang tersenyum penuh arti ke arahnya.
Albert pun pergi meninggalkan Bryan yang diam mematung,karna terkejut Albert tahu ada Seorang Wanita di apartemen miliknya.
Bryan tersentak dari lamunannya saat pintu kamar di gedor kembali..
''Buka pintu nya !'' teriak Shella dari dalam kamar.
Bryan melangkah mendekati kamar itu,Ia mengambil kunci yang ada di saku celananya,lalu Ia memasukkan kunci itu ke lubang pintu,setelah bunyi klik 2 kali Bryan memutar knop pintu dan terbukalah pintu itu.
__ADS_1
Setelah pintu itu terbuka dengan cepat Shella ingin menerobos keluar melewati Pria yang tak di kenalnya, namun Pria yang ada di depannya dengan cepat memegang pinggangnya dan melempar Shella ke tempat tidur.Shella jatuh di atas tempat tidur, kepalanya membentur pinggiran ranjang,Shella meringis dan mengusap dahinya yang terbentur pinggiran ranjang,Ia menatap Pria yang ada di depan nya.
''Tolong lepaskan Saya,'' ucap Shella menatap Bryan dengan tatapan memohon.
Bryan tersenyum menyeringai dan tidap memperdulikan tatapan memohon dari Shella.Lalu Bryan meninggalkan Shella di dalam kamar dan kembali menguncinya.
Shella berlari kembali berlari ke arah pintu dan tidak menghiraukan dahinya yang masih terasa perih akibat terbentur pinggiran ranjang.
Dor...Dor...Dor....
Shella kembali menggedor pintu itu kembali.
Bryan yang mendengar pintu di pukul oleh Shella membiarkan Wanita itu memukuli pintu tanpa ada niatan membuka pintu itu lagi,Ia menyuruh para anak buah nya kembali ke markas,karna Ia yakin malam ini Albert tidak akan pulang ke apartemen nya dan besok Ia akan memindahkan Shella ke tempat lain,dan Ia meninggalkan Shella sendiri di apartemen itu.
*
*
Sedangkan Alexa dan Sintia keluar dari apartemen Sintia,Mereka berdua berencana jalan-jalan ke Mall.
Saat Mereka sampai di lobi tiba-tiba dari arah belakang ada yang memanggil Alexa.
__ADS_1
''Alexa.....,''
Alexa dan Sintia menghentikan langkahnya dan Mereka pun terkejut dengan sosok yang baru keluar dari dalam lift.