MENANTU YANG DI HINA

MENANTU YANG DI HINA
bab 41


__ADS_3

Aldo dan Kevin tertegun sesaat saat melihat belasan pria terkapar di lantai,dan menatap terkejut pada pria yang ada di hadapan nya baik-baik saja,setelah menghadapi belasan pria itu dengan tangan kosong.


Raymon menatap waspada kepada ke dua orang yang


ada di depan pintu.


''Bagaimana mungkin,pria ini mengalah kan mereka seorang diri,'' ucap Aldo dalam hati


''Tenang bung,kami bukan orang jahat,'' ucap Kevin


''Siapa kalian?''tanya Raymon


''Saya Kevin,dan ini bos saya Aldo,''jawab Kevin


''Kami kebetulan lewat dan tidak sengaja mendengar keributan di dalam ruangan ini,''jelas Aldo


Raymon melangkah menuju ke arah Bobi yang sedang meringkuk di lantai.


''Katakan di mana ruangan pelelangan itu?''tanya Raymon mencengkram kerah jaket Bobi


''Sampai mati pun aku tidak akan mengatakan nya,'' jawab Bobi


''Bung,apa kamu mencari tempat pelelangan itu juga?''tanya Aldo


Raymon menoleh ke arah Aldo dan dia pun mengangguk kan kepala nya sebagai tanda jawaban ia.


''Kebetulan aku juga sedang mencari tempat itu,'' ucap Aldo


''Ha...ha...,kalian tidak akan bisa menemukan tempat itu,''ucap Bobi sambil tertawa


''Tuan anak buah kita tidak menjawab panggilan dari saya,''ucsp Kevin memberi tahu


''Sial..,''umpat Aldo

__ADS_1


''Aku sudah bilang kalian tidak akan bisa menemukan tempat itu,''ucap Bobi menyunggingkan senyum sinis


Aldo,Kevin,dan Raymon keluar dari ruangan itu tanpa mempedulikan ucapan Bobi.


Sedangkan di dalam sebuah ruangan seorang pria paruh baya sedang berteriak marah kepada beberapa anak buah nya.


''Bodoh menjaga 1 wanita saja kalian tidak becus!'' bentak Pria paruh baya itu


''Maaf bos ,''jawab Anak buah nya


''Maaf bos,''ucap Bobi yang baru masuk ke dalam ruangan


Pria paruh baya itu menoleh ke arah Bobi,Pria itu terkejut melihat keadaan Bobi yang terluka.


''Bagaimana pria itu apa sudah mati?''tanya Pria paruh baya itu


''Maaf bos pria itu belum mati,malah dia mengalah kan orang-orang kita,''jawab Bobi


''Maaf bos,dia bukan tandingan saya,''ucap Bobi


''Alah alasan,kamu saja yang tidak becus,''umpat Pria paruh baya itu


''Sanjaya pasti ada yang berhianat di antara kita,'' ucap Handoko yang sedari tadi diam


''Maksud kamu Han?''tanya Sanjaya


''Tidak mungkin bocah itu datang kalau tidak ada yang memberi tahu,''jawab Handoko


''Siapa yang berani berkhianat di antara kita?''tanya Sanjaya


''Kita yang tahu kamu kembali dan akan datang ke golden bar itu cuma ada Aku,dan Wira,''jawab Handoko


''Kamu menuduh ku memberi tahu bocah itu,!teriak wira kesal

__ADS_1


''Aku tidak menuduh mu,kalau kamu merasa tertuduh itu urusan mu,''ucap Handoko tersenyum sinis


''Hentikan,!''teriak sanjaya kesal


Handoko dan Wira pun diam,Sanjaya menghembus kan nafas kasar.


''Maaf bos,ada satu hal lagi yang perlu bos ketahui,'' ucap Bobi sambil menunduk kan kepala nya


''Katakan ,'' suruh Sanjaya


''Tuan Aldo ada di tempat ini,'' jawab Bobi


''Sial..,''umpat Sanjaya ''Kalian semua cari wanita itu dan bawa pergi dari tempat ini,'' suruh nya lagi


''Baik bos,''jawab Bobi dan yang lain nya


''Satu lagi,kalau ada yang menghalangi kalian ,bereskan jangan beri ampun,'' ucap sanjaya


Langkah Bobi dan yang lain nya terhenti,mereka pun menatap sanjaya dengan ragu.


''Tapi bos kalau itu den Aldo?''tanya salah satu anak buah nya


''Kalian boleh menghajar nya,''jawab Sanjaya


''Baik bos,''jawab mereka serempak


Bobi dan beberapa pria berpakaian serba hitam pun keluar dari ruangan bos nya,


''Dia itu putra kamu lo san,''ucap Wira sambil menghisap cerutu nya


''Ya aku tahu,kalau dia menghalangi tujuan ku, dia harus lenyap,''jawab sanjaya dingin dan mengambil satu batang rokok di atas meja itu.


Wira dan Handoko saling menatap dan menggelengkan kepalanya saat mengingat betapa sadis nya pria di depan mereka.

__ADS_1


__ADS_2